“Bagaimana, Dok? Apa yang terjadi dengan isteri saya?” “Isteri bapak baik-baik saja.” Lelaki itu mengerutkan dahinya. Dalam hitungan detik, ia mengamuk. “Bagaimana bisa baik-baik saja, Dok? Demi apapun isteri saya mengeluarkan darah!” maki Abimanyu pada dokter yang menangani isterinya. Pria itu menghela nafasnya kasar, menatap gemas pada dokter wanita yang malah tersenyum ke arahnya. Apa ia terlihat lucu? Abimanyu merasa sudah memakai pakaian dengan lengkap sebelum kesini. Begitu juga dengan Agni yang ia pasangkan pakaian, walau hanya sebuah daster. Abimanyu tetap tidak ingin berbagi miliknya pada orang lain. “Isteri bapak tengah mengandung.” “Siapa yang mengandung, dok?” tanya Abimanyu dengan wajah linglung. Butuh berapa detik untuk pria itu sadar mengerti maksud dari dokter itu. Air

