Agni - 28

1886 Kata

“Aaaaaaa...” “Lagi, Mas. Aaaaa...” “Mulutnya dibuka lebar, Mas.” Mulut Abimanyu rasanya sudah gatal sekali ingin mengomeli isterinya itu namun karena kondisi mulutnya yang sekarang penuh dengan nasi lelaki itu memilih untuk mengunyah makanannya terlebih dahulu hingga makanan itu bisa ditelan oleh tenggorokannya. “Kamu juga harus makan, Agni,” ujarnya mengingatkan. “Aku suapin Mas Abi dulu,” keukeh Agni. “Saya tidak mau kalo kamu tidak makan.” “Iya, iya. Aku makan Mas.” Agni memanyunkan bibirnya. Namun, ia menuruti perkataan Abimanyu untuk mengisi perutnya sendiri. Akhirnya Abimanyu bisa mengemudikan mobil dengan tenang. Ia sama sekali tidak terganggu dengan sang isteri yang menyuapinya, Abi hanya merasa perutnya akan meledak jika Agni terus menyuapinya.  Lelaki itu merasakan kebaha

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN