Sebuah mobil sedan dengan kecepatan sedang memasuki pelataran sebuah perusahaan besar. Pria itu langsung meninggalkankan mobilnya dan berjalan cepat memasuki perusahaan itu. Baru saja sampai di pintu masuk, seorang yang Abimanyu kenal sebagai tangan kanan Papanya telah menyambutnya dengan senyum lebar. “Selamat pagi, Abi. Sudah lama kita tidak bertemu,” sapa Om Abram sambil tersenyum ramah ke pria itu. “Pagi, Om,” ujar Abimanyu membalas jabatan tangan pria yang sudah lama ia kenal sebagai orang kepercayaan sang Ayah juga sekaligus teman Kafeel. “Papa sudah datang, Om?” tanya Abimanyu sambil menuju lift khusus para petinggi perusahaan. Om Abran menekan tombol paling atas dimana ruangan sang pemimpin berada. Sebenarnya Abimanyu tidak yakin sang Ayah sudah berada di Perusahaannya sebab ha

