Tak ada pencahayaan sama sekali ketika aku memasuki sebuah kamar di rumah tak berpenghuni itu. Lalu aku duduk disebuah bangku tua seraya memikirkan apa yang terjadi. Kutukanku tak terlalu menyakitkan? Malah sekarang aku memiliki kemampuan diluar kemampuan manusia normal. Aku kembali mengingat kejadian sore tadi, ketikaku menjatuhkan dua orang pria kekar dengan sentuhan. Kuamati logam kuningan yang lancip itu, alat inilah yang membuat para penduduk ketakutan. Karena kecepatannya dapat menembus kulit dan merusak organ di dalamnya. Pantas jika senapan itu bisa membunuh dengan cepat. Kuremas logam kuningan yang keras itu, tapi logam itu serasa empuk sehingga bentuknya membengkok. Lalu kuremas lagi, apa yang terjadi selanjutnya adalah memgecil dan terus memgecil, seperti kertas yang diremas-r

