Casilda Berjalan Keluar Ruang Serba Guna Dengan Senyumnya Yang Tak Berhenti Mengembang , Ia Melompat – Lompat Kecil Menggambarkan Dirinya Benar – Benar Sedang Gembira Layaknya Anak Kecil Yang Telah Mendapatkan Apa Yang Diinginkan.
Bian Hanya Tersenyum Saja Berjalan Di Belakang Casilda, Memperhatikan Gadis Itu Bertingkah Sesuka Hatinya. Teman - Teman Bian Saat Ini Masih Menunggu Didepan Ruang Serba Guna Sejak Tadi.
" Hai Temen – Temennya Bian? " Sapa Casilda Penuh Semangat Kepada Adrian, Delon, Boma Dan Nugi Yang Kini Bersandar Di Dinding Depan Ruangan Itu. Mereka Segera Menoreh Ke Arah Sumber Suara Yang Ternyata Itu Casilda.
" Kenapa Itu Dia Ceria Banget? Tadi Bukannya Abis Nangis? " Tanya Boma Namun Tidak Ada Yang Menjawab.
" Casilda, Muka Lu Kenapa Pada Lebam Gitu? " Tanya Delon Ketika Melihat Wajah Casilda Seperti Itu, Karena Sebelumnya Pada Saat Masuk Ke Ruang Serbaguna Casilda Menggunakan Masker Sehingga Tidak Terlihat.
" Iya Itu Kenapa? " Tanya Nugi Dan Boma Yang Ikut Terkejut.
" Biasa, Ulah Si 3M! " Jawab Casilda Membuat Mereka Terkejut.
" Dasar Perempuan Gila Itu Mereka! "
" Gue Balik Ke Kelas Duluan, Ya. Makasih Sebelumnya Udah Bantuin, Casie. " Ucap Casilda Setelah Itu Ia Membalikan Badannya Menghadap Bian Yang Berada Dibelakangnya.
" Nanti Malam Aku Telfon Kamu, Ya? " Ucap Casilda, Bian Hanya Mengangguk Saja.
" Nanti Pulang Mau Bareng Gak? " Tanya Bian.
" Gak Usah Aku Dijemput, Momom! " Jawab Casilda Kemudian Ia Tersenyum Karena Senang Bian Menawarkan Tumpangan Untuknya.
" Momom? Siapa Momom? Laki – Laki Atau Perempuan? " Tanya Bian Bertubi – Tubi, Wajahnya Terlihat Sedikit Tegang Dengan Sorot Mata Curiga Kepada Casilda Membuat Teman – Temannya Saling Bertatapan Melihat Bian Bersikap Seperti Itu Kepada Casilda.
Padahal, Biasanya Bian Tidak Ingin Tahu Apapun Yang Menurutnya Tidak Penting, Tapi Mungkin Kali Ini Hal Itu Penting Untuk Ditanyakan Kepada Casila.
Casilda Tertawa Sebentar. " Momom Itu Mamah Aku, Bian ! " Casilda Menyipitkan Matanya Menatap Bian. " Kamu Cemburu Ya Kalo Aku Dijemput Sama Laki – Laki Lain! " Ledek Casilda.
" Enggak, Sih. Biasa Aja! Itu Hak Lo Mau Pulang Sama Siapa Aja! " Jawaban Bian Kali Ini Sedikit Mengecewakan Casilda.
" DUNIA MILIK MEREKA BERDUA, KITA HANYA NUMPANG! " Teriak Boma Menyindir Casilda Dan Bian Yang Asik Berbicara Berduaan Saja Mengabaikan Teman – Temannya.
" Apaan Sih, Lo BOM! " Sahut Bian.
" Yaudah, Aku Ke Kelas Dulu Ya? " Ucap Casilda Karena Sebentar Lagi Jam Istirahat Akan Berakhir.
" Oke. " Bian Mengangguk.
" Kamu Gak Ada Niatan Anter Aku Ke Kelas? " Pinta Casilda Membingungkan Bian Harus Melakukan Apa. Bahkan Hal Sekecil Itu Saja Bagi Bian Harus Berfikir Keras.
" Gak Ada, Sih! " Jawab Bian Santai Seraya Memasukkan Kedua Tangannya Kedalam Saku Celana Nya.
Casilda Melongo Mendengar Jawaban Bian. " Jadi, Kamu Gak Ada Niatan Anter Aku? " Tegas Casilda.
" Iya Belum Ada. " Jawab Bian Enteng.
Casilda Mengelus Dadanya. " Sabar! Baru Jadian Casie, Sabar! " Ucap Casilda Yang Dapat Didengar Oleh Teman – Temannya Bian.
" APA? " Teriak Boma Heboh. " Jadi, Kalian Berdua Udah Jadian? " Tanya Boma, Tapi Bian Hanya Diam Tak Berniat Menjawab.
" UDAH DONG! " Sahut Casilda Penuh Semangat. " Boma Mau Ucapin Selamat Gak? " Tanya Casilda, Boma Pun Segera Berjalan Mendekatinya.
" Sebentar, Gue Harus Tanya Langsung Sama Bian Nya Biar Lebih Pasti! " Kata Boma Menoreh Kearah Bian.
" Jadi, Boma Gak Percaya Gitu Kalo Gue Yang Ngomong! Nyebelin! " Casilda Menepuk Lengan Boma.
" Yaudah Aku Mau Ke Kelas Aja, Deh. Kamu Kasih Tau Tuh, Ke Temen Kamu Kalo Aku Gak Ngomong HOAX! BYEE! " Casilda Segera Pergi Berlalu Meninggalkan Bian Dan Teman – Temannya Yang Masih Berada Didepan Ruang Serba Guna.
" Bian, Jadi Itu Beneran? " Tanya Boma, Namun Bian Malah Terdiam Menatap Punggung Casilda Yang Sudah Mulai Menjauh Sambil Tersenyum.
Setelah Casilda Sudah Tidak Terlihat, Bian Menoreh Kearah Adrian. Senyumnya Yang Tadi Mengembang Seketika Memudar Dan Kini Memasang Wajah Serius, Kedua Alisnya Saling Bertautan.
" Fikirin Secepatnya Apa Yang Harus Kita Lakukan Buat Balas Perbuatan 3M! " Seru Bian Setelah Itu Ia Pergi Meninggalkan Teman – Temannya.
" Ayo Ke Kelas! " Ajak Delon Kepada Yang Lainnya.
" Ini Sebenarnya Ada Apa, Sih? Gue Sama Sekali Gak Ngerti! " Ujar Boma Terlihat Kebingungan.
" Entahlah. " Singkat Adrian, Ia Segera Pergi Menyusul Bian Di Ikuti Delon Dan Nugi, Tetapi Tidak Dengan Boma. Dia Masih Terdiam Dalam Bingung.
" Kenapa Sih, Kalo Gue Tanya Pada Jarang Yang Nyahut! Temen Setan Emang! " Gerutu Boma.
***
Selama Jam Pelajaran Casilda Tidak Berhenti Tersenyum, Ia Merasa Hari Ini Adalah Yang Paling Berkesan Untuknya. Tentu Saja Sangat Berkesan Karena Hari Ini Dirinya Resmi Berpacaran Dengan Bian Lelaki Yang Ia Dambakan Selama Ini.
" Casie? " Panggil Mira, Casilda Segera Menoreh Kebelakang Menatap Mira.
" Apa Teman Ku Yang Cantik? " Jawab Casilda Membuat Mira Membelalakan Matanya.
"Gak Usah Lebay, Deh! Gue Tau Lo Lagi Senang. “ Ujar Mira. “ Selamat, Ya. Akhirnya Perjuangan Lo Gak Sia – Sia! " Lanjut Mira Menatap Casilda Sambil Tersenyum Tipis.
Tentu Saja Mira Tahu Karena Casilda Langsung Bercerita Saat Kembali Dari Ruang Serba Guna.
" Makasih Mira Cantik! " Jawab Casilda Sambil Mengedipkan Matanya.
" Semoga Kalian Berdua Langgeng Ya! " Sahut Alisa Mendoakan.
" Amin! Amin! Amin! Semoga Sampai Kakek – Nenek! " Ujar Casilda Semangat.
" Mulai Deh Alay Nya! " Celetuk Mira. Jika Sudah Berkaitan Dengan Bian, Jiwa Dramatis Casilda Akan Berkobar.
**
Mina Melihat Putri Nya Itu Dengan Heran Karena Sejak Pulang Sekolah Casilda Terlihat Sangat Sibuk Sekali Di Dapur Membuat Banyak Kue. Mina Menghampiri Casilda Yang Sedang Menempatkan Beberapa Kue Di Piring Plastik Yang Sengaja Ia Beli Tadi.
" Kamu Bikin Makanan Sebanyak Ini Buat Apa, Casie? " Tanya Mina Memperhatikan Di Meja Ada Banyak Kue Yang Sudah Ditempatkan Dengan Porsi Yang Sama.
" Buat Bagi – Bagiin Ke Beberapa Tetangga, Mom! " Jawab Casilda Yang Masih Sibuk Dengan Kegiatannya.
" Emang Ada Acara Apa? Kok Mamah Gak Tau? " Tanya Mina, Ia Memang Tidak Tahu Sama Sekali Karena Mina Fikir Casilda Sedang Iseng Membuat Kue Saja Seperti Kebiasannya.
" Oh, Iya! " Casilda Menghentikan Aktivitasnya Dan Menoreh Ke Arah Mina Yang Masih Menatapnya Heran. " Casie Belum Bilang Sama Momom Ya? " Casilda Berjalan Mendekati Mina.
" Momom Tau Gak? Hari Ini , Di Sekolah… " Belum Selesai Bicara, Mina Langsung Memotong Pembicaraan Casilda.
" KAMU DI BULLY LAGI? DI PUKULIN LAGI SAMA MEREKA? " Tanya Mina Dengan Cepat Memasang Wajah Khawatir.
" Ih, Bukan Momom! Dengerin Casie Dulu. " Ucap Casilda Membuat Mina Terkekeh.
" Eh, Iya – Iya Maaf! Yaudah, Lanjutin. "
" Lagian, Masa Karena Dipukulin Terus Casilda Mau Bagi – Bagi Makanan! Aneh Banget Momom. " Gerutu Casilda.
" Sok Atuh, Jelasin Kenapa Kamu Bikin Kue Sebanyak Ini ? " Tanya Mina Penasaran.
" Jadi Tadi Disekolah Itu , Casilda Habis Ditembak Mom! " Terang Casilda.
" Hah? Ditembak? Mana Yang Luka? Coba Mamah Liat? " Mina Memegang Bahu Casilda Dan Memutar Tubuh Anaknya Itu Untuk Mengecek Di Bagaian Mana Tubuh Casilda Yang Terkena Tembak.
" Momom! Bukan Di Tembak Peluru, Ih! " Seru Casilda Menghentikan Mina Yang Terus Saja Memutar Tubuhnya.
" Terus Apa Dong? "
" Hati Casie Mom Yang Ditembak. " Jawab Casilda Menampilkan Senyuman Yang Merekah.
" HEH! Kamu Mah, Ada – Ada Aja Kalo Ngomong. Mamah Tanya Serius, Casie. " Gerutu Mina Yang Masih Tak Mengerti.
" Iya Casilda Serius! Sekarang Aku Itu Udah Jadian Sama Bian, Mom. Cowok Yang Casilda Sering Ceritain Ke Momom. " Jelas Casilda Dengan Penuh Semangat, Mina Diam Sebentar Sebelum Akhirnya Mengerti Dan Ikut Tersenyum.
" Oh, Si Puding? " Tanya Mina Dan Casilda Mengangguk Cepat. " Hmm… Pantes Dari Tadi Kelihatan Bahagia Banget Kamu. " Ledek Mina Sambil Mencolek Dagu Casilda.
" Iya, Dong. Makanya, Casilda Mau Berbagi Kebahagiaan Kasih Kue Buatan Casilda Yang Penuh Cinta Ini Ke Tetangga. " Terang Casilda Membuat Mina Menggeleng.
" Dasar Anak Mamah Yang Paling Cantik Ini, Kalo Sudah Berkaitan Dengan Si Puding, Pasti Langsung Mulai Deh Drama Nya! " Seru Mina. Dia Memaklumi Casilda Seperti Itu Karena Saat Ini Sedang Berada Di Masa Remaja.
" Yaudah Ayo Momom Bantuin Aku Biar Cepet Selesai. " Kata Casilda, Ia Melanjutkan Lagi Menempatkan Beberapa Kue Di Piring Plastik. Casilda Benar – Benar Sangat Berniat Melakukan Itu.
" Iya – Iya. " Mina Juga Ikut Membantu Anaknya Itu.
" Ingat Ya, Casilda! Meskipun Mamah Setuju Saja Apa Yang Kamu Lakukan Ini, Bukan Berati Kamu Mengabaikan Sekolah Kamu Dengan Cinta – Cintaan! " Ucap Mina, Kali Ini Wanita Itu Bicara Serius.
" Jangan Sampai Menggangu Sekolah Dan Waktu Belajar Kamu! " Tambah Mina Menegaskan.
" Iya Momom Tenang Aja! "
" Jatuh Cinta Boleh, Tapi Jangan Samoai Bodoh Karena Cinta! " Tegas Mina Lagi.
" SIAP LAKSANAKAN MOMOM! "
***
Bian Dan Teman – Temannya Sedang Berkumpul Di Rumah Boma Atau Lebih Tepatnya Saat Ini Tengah Berada Di Kamar Lelaki Itu. Tentu Saja Saat Ini Bian Sedang Di Serang Dengan Sekian Pertanyaan Oleh Teman – Temannya Mengenai Hubungannya Dengan Casilda.
" Jadi, Lo Beneran Jadian Sama Casilda? " Tanya Delon, Tapi Bian Hanya Diam Saja.
" Bian Lagi Ditanya Juga! Lo Bisu Apa Gagu, Sih? " Celetuk Boma Geregetan Melihat Temannya Itu Sejak Tadi Tidak Memberitahu Kejelasan Kepada Teman – Temannya.
" Bisu Sama Gagu Sama Aja, b**o! " Delon Menoyor Kepala Boma.
" Emang Sama Ya? Perasaan Waktu Itu Beda, Deh! " Fikir Boma.
" BODO AMAT, SERAH LU! " Gerutu Delon, Ia Berdua Paling Sering Berdebat.
" Tau Lo, Bian! Masa Lo Gak Mau Jujur Sih, Sama Kita – Kita! " Sahut Nugi.
Adrian Yang Sejak Tadi Rebahan Diatas Kasur Boma Sambil Mendengarkan Musik Melalui Earphone Mendadak Duduk Menatap Ke Arah Bian. Adrian Menghentikan Musik Yang Terputar Di Ponselnya.
Saat Ini Mereka Semua Duduk Bersama Di Lantai Yang Di Balut Karpet Tebal Kecuali Adrian Yang Saat Ini Masih Duduk Di Atas Kasur Boma.
" Jawab Aja Sih, Kalo Lo Udah Pacaran Sama Casilda! " Seru Adrian Melirik Bian.
" Iya – Iya! Kalian Tuh, Cerewet Banget Sih! " Gerutu Bian. " Iya Gue Pacaran Sama Casilda! " Jawab Bian.
" Akhirnya, Masa Jomblo Bian Berakhir! Terima Kasih Ya Tuhan Telah Menghilangkan Kutukan Jomblo Ngenes Kepada Teman Boma! " Ucap Boma Berlebihan Sambil Memeluk Tubuh Bian Dari Samping Membuat Lelaki Itu Segera Mendorong Boma Agar Lepas Dari Pelukannya.
" Lebay, Deh! " Ujar Bian.
" Gue Itu Bukan Lebay, Tapi Sangat Bahagia Untuk Lo, Bian! " Ucap Boma Begitu Antusias.
" Jadi, Sekarang Lo Udah Suka Sama Casilda? Udah Jatuh Cinta? " Tanya Delon Penasaran.
" Biasa Aja, Sih! " Singkat Bian Dengan Ekspresinya Yang Datar Membuat Delon Ingin Menyumpal Mulut Bian Dengan Kaos Kakinya Yang Sudah Dua Minggu Tidak Diganti.
" Terus Kenapa Lo Ngajakin Dia Pacaran, b**o! " Celetuk Delon Kesal Karena Bian Selalu Saja Bersikap Acuh – Tak Acuh.
" Ya Kan, Lo Sendiri Yang Pada Bilang Suruh Gue Jalananin Aja Dulu! Yaudah, Gue Coba Aja Jadiin Dia Pacar. " Jawabnya Santai, Tapi Tidak Dengan Yang Lainnya.
Namun, Ada Benarnya Juga Apa Yang Bian Katakan. Sebelumnya Teman – Temannya Yang Selalu Memaksa Nya Untuk Menjalankan Hubungan Ini Terlebih Dahulu.
" Iya Juga, Sih. " Delon Menyerah Untuk Bicara Lagi Dengan Bian.
Adrian Turun Dari Kasur Dan Ikut Duduk Bersama Teman – Temannya, Ia Memilih Duduk Disamping Bian Menggeser Boma. " Lo Yakin? " Tanya Adrian Saat Sudah Duduk Disamping Bian.
" Yakin Apa? " Bian Menoreh Kearah Adrian Yang Kini Menatapnya.
" Yakin Perasaan Lo Cuma Biasa Aja Ke Casilda? " Tanya Adrian Meyakinkan.
Bian Mengalihkan Padangannya Ke Arah Lain Sebelum Akhirnya Kembali Menatap Adrian.
" Iya. " Singkat Bian, Tapi Adrian Malah Tersenyum.
" Senyum Dan Sikap Lo Ke Casilda Tadi Ketika Di Ruang Serba Guna Menunjukkan Kalo Lo Itu Punya Perasaan Lebih! " Tegas Adrian.
" Iya Gue Emang Punya Perasaan Sama Dia! Gue Kagum Karena Dia Perempuan Yang Smart Dan Tegar, Tapi Kalo Untuk Perasaan Cinta, Kayaknya Belum! " Jelas Bian Agar Adrian Tidak Salah Faham.
" Gue Masih Belajar Mencintai Dia! " Tambah Nya, Kini Giliran Bian Yang Tersenyum Kearah Adrian.
" Gue Yakin Lo Akan Cinta Sama Dia Lo Akan Jatuh Lebih Dalam! " Sahut Boma Memasang Wajah Serius Hingga Membuat Yang Lainnya Terkejut Saat Boma Berkata Seperti Itu.
" Gila? Tadi Yang Ngomong Gitu Boma? Tumben Banget Lo Bijak? " Tanya Nugi Tak Percaya.
" Tumben Boma Pinter! Biasanya g****k Terus HA HA HA. " Tawa Delon Berderai.
" Dasar Temen Setan! Kenapa Gua Selalu Buruk Dimata Kalian! Kenapa? " Ucap Boma Dengan Berlebihan, Tapi Malah Membuat Yang Lainnya Tertawa Dan Tidak Ada Yang Merasa Kasihan.
" KARENA MUKA LU NGESELIN! " Jawab Yang Lainnya Serentak.
" PERGI LO SEMUA DARI RUMAH GUA! " Teriak Boma Kesal, Namun Tetap Saja Teman – Temannya Hanya Bisa Tertawa Tidak Berniat Pergi Meskipun Boma Mengusir Mereka Dari Rumahnya.
" Tapi Kita Semua Sayang Sama Lo, Kok! Uuuu Boma… " Nugi Dan Delon Mendekat Ke Arah Boma Dan Memeluk Lelaki Yang Tengah Merajuk Itu. Bian Dan Adrian Ikut Mengerubung Memeluk Boma.
" Kita Semua Tetap Perduli Dan Sayang Sama Lo Kok, Bom! " Ucap Delon Lagi Membuat Senyum Boma Mengembang.
" Meskipun Sebenernya Lu Gak Ada Gunanya Juga Sih, Hidup Dimuka Bumi Ini! " Tambah Delon Membuat Boma Kembali Marah.
" ANAK SETAN EMANG LU! " Teriak Boma Kesal.
**
Casilda Keluar Rumahnya Dengan Membawa Dua Piring Plastik Berisi Kue Yang Tadi Ia Buat. Sudah Beberapa Kali Ia Bulak – Balik Keluar – Masuk Dari Rumahnya Hanya Untuk Membagikan Kue Itu Kebeberapa Tetangga Dekatnya Saja.
Gadis Polos Itu Benar – Benar Membagikan Kue Sebagai Perayaan Dirinya Yang Baru Saja Resmi Jadi Pacar, Bian.
" Permisi! Tante Cici! " Teriak Casilda Kepada Tetangganya Itu Yang Kini Sedang Berada Di Halaman Depan Rumahnya. Melihat Kedatangan Casilda, Tetangga Nya Itu Segera Berjalan Keluar Pagar.
" Eh, Casilda? Tumben Kemari? Ada Apa? " Tanya Cici Karena Memang Casilda Jarang Sekali Keluar Rumah, Tapi Kali Ini Ia Keluar Hanya Sekedar Membagikan Makanan Itu.
" Ini Tante, Casida Buat Kue Penuh Cinta, HE HE. " Ucap Casilda Terkekeh Sambil Menyerahkan Piring Plastik Berisi Berbagai Macam Bentuk Kue Kepada Cici.
" Wah, Terimakasih Cantik! Kelihatannya Enak, Nih. Apalagi, Dibuatnya Penuh Cinta! " Goda Cici Seraya Mengambil Kue Itu. " Emangnya Lagi Ada Acara Apa, Casie? " Tanya Cici Penasaran.
" Acara Sukuran Atas Peresmian Casilda Jadian Sama Pangeran Tampan, Pacar Casilda! " Jawab Casilda Polos Dengan Senyum Nya Selalu Merekah Menunjukkan Dia Sedang Bahagia, Tapi Tidak Dengan Cici.
Mendengar Penjelasan Casilda, Tetangganya Itu Kini Terdiam Bingung. Bahkan, Kini Cici Menatap Gadis Dihadapannya Itu Dengan Aneh.
" Oh, I… Iyaudah Makasih, Ya! " Ucapnya Terbata – Bata Menatap Casilda Tak Percaya. Dia Tidak Mengerti Dengan Remaja Yang Satu Ini, Padahal Baru Saja Berpacaran Tetapi Sudah Mengadakan Sukuran Seperti Itu.
" Oke, Tante. Doain Ya, Biar Casilda Laggeng Sampai Nikah! Bye… Bye… Tante! " Casilda Segera Pergi Berlalu Menuju Rumah Tetangga Yang Lainnya.
Cici Menggelengkan Kepalanya Heran. " Dasar Anak Zaman Sekarang! Baru Jadian Aja Udah Pake Acara Sukuran Segala! Nanti Aja Kalau Putus Nangis – Nangis! Hmm…" Cici Segera Masuk Kembali Kedalam Rumahnya.
**
SEMOGA KALIAN SUKA YA :) DI TUNGGU PART BERIKUTNYA :)