Boma Berjalan Mendekati Bian , Adrian , Nugi , Delon Dan Casilda Yang Kini Duduk Saling Berjajar Menghadap Laut. Kehadiran Boma Ditatap Sinis Oleh Semua Pasang Mata Karena Tadi Dia Buang Air Kecil Di Laut. Boma Benar – Benar Tidak Tahu Malu! Kalian Jangan Sampai Mengikuti Perbuatan Tercela Itu Seperti Boma.
" Boma Jorok Udah Gede Pipis Di Celana! " Celetuk Casilda Menahan Tawanya.
" Kapan Lagi Gue Bisa Pipis Dicelana Terus Ngajak Yang Lainnya Kena Juga? " Balas Boma Seraya Duduk Di Samping Delon.
" Gak Usah Deket – Deket Gua Lo! " Omel Delon Di Sambut Tawa Oleh Boma.
" SENSI BANGET KAYAK PEREMPUAN LAGI PMS! " Jawab Boma Santai.
Keadaan Mendadak Hening. Semua Mata Tertuju Memandang Air Laut Dan Ombaknya Yang Saling Berkejaran. Dengan Fikiran Masing – Masing, Mereka Asik Melamun Menikmati Suasana Pagi Ini Yang Tidak Bisa Sering Mereka Temukan Jika Sudah Kembali Ke Sekolah.
" Gue Seneng Banget Bisa Ikut Gabung Sama Kalian! " Celetuk Casilda Di Sela – Sela Keheningan Membuat Semua Pasang Mata Menoreh Ke Arahnya.
" Kita Juga Seneng, Kok! Akhirnya Punya Temen Cewek Juga! Habisnya Bosen Main Sama Mereka Mulu Para Batangan, Mukanya Gak Ada Yang Seger! Kalo Lihat Casilda Kan, Jadi Seger. " Sahut Boma Panjang Lebar.
" HAH? LO NGOMONG APA TADI GUE GAK DENGER? " Tanya Bian Menatap Sinis Ke Arah Boma Membuat Lelaki Itu Bergidik Ngeri. Tentu Saja Bian Bersuara Karena Mendengar Tadi Boma Menyebut Nama ‘Casilda’.
" Enggak? “ Boma Menggeleng Cepat. “ Emang Tadi Siapa Yang Ngomong? Perasaan, Gak Ada Kok Yang Ngomong! " Boma Terlihat Gelagapan Dan Melirik Ke Atas Langit Menunjuk Burung Yang Sedang Berterbangan.
" Tuh, Burung Kali Yang Tadi Ngomong! " Boma Berusaha Mengelak, Tetapi Tetap Saja Semua Yang Mendengar Juga Tahu Bahwa Tadi Yang Berbicara Adalah Boma.
" CIE CEMBURU! " Ledek Nugi Yang Tentu Saja Tertuju Kepada Bian.
Wajah Bian Yang Tadi Terlihat Sinis Berubah Menjadi Datar Kembali. " GAK, TUH. BIASA AJA! " Jawabnya Berusaha Tenang.
" Gue Juga Seneng Kok Casilda, Lo Hadir Di Tengah – Tengah Kita! Semoga Aja Kita Tetap Kayak Gini Ya Sampai Lulus, Bahkan Setelah Lulus Pun Masih Bersama – Sama Seperti Ini! " Ucap Delon Mendapat Anggukan Setuju Dari Yang Lainnya.
" Kita Kan, Udah Kelas Dua Belas. Kira – Kira Rencana Dan Keinginan Kalian Kedepannya Apa? " Tanya Casilda Ingin Tahu Apa Yang Ada Difikiran Teman – Temannya Saat Ini.
" Setelah Lulus Nanti, Gue Kepengen Kuliah Jurusan IT Di Universitas Yang Bagus." Jawab Adrian Penuh Keyakinan.
" Gue Yakin, Pasti Lo Bisa! " Sahut Delon Mengetahui Temannya Itu Termasuk Murid Yang Cerdas. Jadi, Delon Sangat Yakin Jika Adrian Mampu Untuk Kuliah Di Universita Ternama.
" Karena Gue Hobi Jalan – Jalan. Jadi, Setelah Lulus Gue Kepengen Kuliah Jurusan Pariwisata! Biar Nanti Kalau Lulus Kuliah Gue Kepengen Jadi Pemandu Wisata Yang Bisa Jalan Keliling Dunia Dan Gak Lupa Gue Bikin Snap, HA HA HA. " Jawab Nugi Menjelaskan Rencananya Di Masa Depan.
" Kuliah Tinggi – Tinggi Cuman Kepengen Jadi Pemandu Wisata? " Ledek Delon.
" HEH, Gak Gitu Juga! Bisa Aja Nanti Gua Jadi Pengusaha Agen Travel! Nanti Lo Semua Kalo Udah Pada Sukses, Terus Mau Wisata Dalam Dan Luar Negri Bisa Menggunakan Jasa Gua! Tenang Aja Nanti Gue Kasih Diskon Khusus Temen Deket! " Jelas Nugi Panjang Lebar.
" Ide Bagus, Tuh. " Casilda Mengangguk, Ia Tidak Pernah Menyangka Nugi Punya Pemikiran Yang Cukup Luas.
" Gak Usah Ngeledekin Gue Deh, Delon! Emang Lo Sendiri Punya Rencana Apa Kedepannya? " Tanya Nugi Dengan Nada Sewot Merasa Tadi Diremehkan Oleh Delon.
“ Palingan Juga Si Delon Abis Lulus Mau Langsung Nikah. Dia Mau Punya Empat Istri Katanya. “ Celetuk Boma Mengetahui Temannya Yang Satu Itu Sangatlah Playboy Dan Suka Gonta – Ganti Perempuan.
" Kayaknya, Gue Mau Istirahat Dulu Deh Setahun. Setelah Itu Baru Ambil Kuliah! Capek Gue Belajar Mulu! " Keluh Delon Membuat Temannya Menggelengkan Kepalanya. Dia Benar – Benar Tidak Ada Rencana Yang Sedikit Lebih Bagus Kedepannya. Keahliannya Hanyalah Merayu Dan Menaklukan Wanita.
" Dasar Pemalas! Di Sekolah Aja Lo Gak Pernah Belajar, Pake Bilang Capek Segala Lagi Belajar Mulu! " Ejek Boma Menanggapi Apa Yang Baru Saja Delon Katakan.
" Gak Usah Berisik! Emang Lo Habis Lulus Mau Ngapain? " Tanya Delon Kepada Boma Yang Kini Terlihat Berfikir.
" Gue Sih, Rencananya Kepengen .... NIKAH? " Jawab Boma Dengan Enteng Membuat Yang Lainnya Merasa Emosi.
" KAYAK ADA YANG MAU AJA SAMA LO! " Teriak Nugi Kesal Mendengar Boma Bicara Seperti Itu. “ Tadi Aja Lo Nuduh Delon Abis Lulus Mau Nikah! Eh, Ternyata Elo Sendiri Yang Sebenernya Mau Nikah! “ Tambah Nugi Dengan Heboh.
" NIKAH SONOH SAMA BANTENG BIAR DI SERUDUK! " Sahut Delon Penuh Emosi.
" Boma Yakin Mau Nikah? " Tanya Casilda Dilanjuti Tawa.
" Gak, Lah! “ Boma Geleng – Geleng. “ Kalo Udah Lulus, Gue Mau Kuliah Jurusan Arsitektur! Ya, Meskipun Orang Tua Gue Sendiri Aja Gak Percaya Kalo Gue Bisa Kuliah Jurusan Itu! " Jelas Boma Yang Kini Terlihat Sungguh – Sungguh.
" Jangan Kan, Orang Tua Lo! ORANG GILA AJA KAGA PERCAYA AMA LU! " Ledek Delon, Ia Tertawa Geli Bersama Nugi. " Gue Ngeri, Kalo Lu Mau Bikin Rancangan Bangunan Malah Cepet Roboh! Bahaya! "
" Gak Apa – Apa Boma! Itu Sebuah Pemikiran Yang BAGUS! Meskipun Kedengarannya Sulit, Tapi Yang Penting Kita Sudah Ada Niat, Maka Silahkan Di Coba Dan Di Jalanin! “ Casilda Memberi Semangat Kepada Boma Di Saat Kedua Temannya Masih Tertawa Dan Mengejek, Tetapi Di Saat Itu Juga Delon Dan Nugi Terdiam Ketika Mendengar Casilda Menyemangati Boma.
“ I.. Iya Boma! Coba Aja Di Jalanin Dulu. “ Akhirnya Delon Ikut Menyahut Dan Berhenti Tertawa.
“ Jangan Lupa Lengkapi Dengan Usaha Serta Doa! " Casilda Mengacungkan Jempolnya Setelah Itu Ia Melirik Ke Arah Bian Yang Duduk Di Sampingnya.
" Kalo Kamu? " Tanya Casilda, Bian Meliriknya Sebentar Sebelum Akhirnya Menjawab.
" Gue Cuma Kepengen Lulus! Udah Gitu Aja! " Jawab Bian Dengan Santainya, Seketika Mata Dan Mulut Casilda Terbuka Lebar, Ia Terperangah Mendengar Jawaban Dari Bian.
" Udah Itu Aja? " Tanya Casilda Bingung.
" Terus Apa Lagi? Cuma Itu Yang Gue Inginkan Saat Ini. " Jawab Bian.
" Dasar Bian Gak Punya Tujuan Hidup! Ternyata Ada Yang Lebih b**o Dari Gue! " Gerutu Boma. Dia Jadi Merasa Sedikit Bangga Terhadap Dirinya, Ternyata Bian Tidak Lah Jauh Beda Darinya Yang Memiliki Setengah Otak.
" Kalo Lo Sendiri Apa, Casilda? " Delon Bertanya.
" Kalo Gue Kepengen Lulus Dengan Nilai Terbaik Dan Bisa Masuk Universitas Kedokteran! " Terang Casilda Penuh Semangat. Sejak Dulu Ia Sudah Memiliki Impian Untuk Menjadi Mahasiswi Kedokteran.
" Ini Nih, Salah Satu Contoh Manusia Cerdas! Punya Banyak Rencana Di Otaknya Gak Kayak Gua! " Delon Menggelengkan Kepalanya Takjub Dengan Segala Keinginan Yang Casilda Ingin Capai.
" Iyalah Lo Kan, g****k! " Celetuk Boma Mendapat Toyoran Dari Delon.
" Ada Satu Lagi Yang Gue Inginkan! " Sahut Casilda Lagi.
Bian Menoreh Kearahnya Penasaran " Apa? "
" Aku Pengen Saat Lulus Nanti, Masih Tetap Berpacaran Sama Kamu Bahkan Melanjutkan Ke Hubungan Yang Lebih Serius! " Ucap Casilda Penuh Penghayatan Mendapat Sorak - Sorai Dari Yang Lainnya.
"HOBAHH! TARIKKK MANG! "
" SWEET PARAH! "
" GILA CASILDA BUCIN! "
" GOMBAL JUGA LO CASIE! "
Bian Terdiam Setelah Mendengar Ucapan Casilda, Sudut Bibirnya Mulai Bergerak Secara Perlahan Hingga Menciptakan Sebuah Senyuman Ke Arah Casilda Yang Kini Tengah Menatapnya Secara Mendalam Ingin Melihat Reaksi Lelaki Itu.
" Centil! " Seru Bian Sambil Tersenyum Jahil, Tangannya Mulai Bergerak Ke Arah Kening Casilda Dan Mulai Melakukan Kebiasannya Menyentil Kening Casilda.
PLETAK !!
" Belajar Yang Bener Kalo Mau Jadi Dokter! Jangan Kebanyakan Gombal! " Ucap Bian Setelah Itu Ia Bangun Dari Duduknya.
" Heran, Gak Bisa Apa Romantis Sedikit! " Keluh Casilda Seraya Mengusap Keningnya, Setelah Itu Ia Bangun Dari Duduknya Mengikuti Bian Yang Sudah Berjalan Lebih Dulu.
" Bian Tunggu! " Casilda Terus Saja Mengejar, Ia Berusaha Berjalan Sejajar.
" Bian Ada Tukang Ice Cream! Aku Mau Ice Cream! " Pinta Casilda, Tapi Bian Tetap Saja Berjalan Hingga Akhirnya Casilda Berjalan Lebih Cepat Dan Menghadang Di Depan Bian.
" BIAN, AKU MAU ICE CREAM! " Rengek Casilda Sambil Merentangkan Tangannya Di Hadapan Bian Agar Lelaki Itu Tidak Melanjutkan Langkahnya.
" Yaudah Beli. " Jawab Bian Santai Yang Sudah Menghentikan Langkahnya.
" Temenin! " Rengek Casilda Dengan Suara Manjanya. Bian Terdiam Sebentar Sebelum Akhirnya Menghela Nafas Berat.
" Ayo! " Ajak Bian Berjalan Ke Tepi Daratan Yang Terdapat Beberapa Pedagang Termasuk Tukang Ice Cream.
" LET'S GO! " Dengan Penuh Semangat Casilda Berjalan Bersampingan Dengan Bian, Meskipun Tangannya Tidak Digandeng Sama Sekali, Tapi Casilda Tetap Senang.
Setelah Bian Membelikannya Ice Cream, Casilda Merasa Puas Dan Senang Permintaaanya Di Turuti. Mereka Berdua Duduk Di Teras Yang Berada Di Dekatnya Sambil Menikmati Ice Cream Itu.
Bian Juga Ikut Membeli. Casilda Menikmati Ice Cream Itu Sambil Menatap Wajah Bian, Membuat Lelaki Itu Sedikit Gugup Dan Bingung Kenapa Gadis Itu Terus Saja Melihat Ke Arah Nya.
" Kenapa? " Tanya Bian Dengan Heran.
" Gak Apa – Apa! Makan Ice Creamnya Sambil Lihatin Wajah Kamu Biar Tambah Manis. " Ucap Casilda Di Susul Tawanya, Namun Bian Hanya Menggeleng Saja. Bian Tidak Mengerti Kenapa Casilda Selalu Saja Mengeluarkan Kata – Kata Sejenis Gombalan Itu.
" Cerewet Sekali! " Umpat Bian.
Tidak Lama Adrian Dan Yang Lainnya Berjalan Menghampiri Mereka Berdua Yang Asik Duduk Berduaaan Sambil Menikmati Ice Itu.
" Ayo Mandi! Badan Udah Bau Pesing, Nih! " Ujar Boma Yang Baru Saja Sampai.
" Jorok Emang Lo! "
" Yaudah, Ayok! " Ajak Bian Seraya Bangun Dari Duduknya, Namun Casilda Menahan Tangan Bian Agar Tidak Melangkah.
Casilda Mengedarkan Pandangannya Ke Arah Lain, Hingga Berhenti Tertuju Pada Salah Satu Pedagang Aksesoris. " BIAN AKU MAU BELI ITU! " Casilda Menunjuk Ke Arah Pedagang Itu. Mata Bian Ikut Melihat Ke Arah Yang Casilda Tunjuk.
" Buat Apa? " Tanya Bian Yang Sudah Menghabiskan Ice Cream Nya.
" Buat Aku, Lah! Itu Ada Gelang Lucu – Lucu Banget! Ayo Dong Bian! " Pinta Casilda Menggunakan Jurus Jitunya Dengan Memasang Wajah Merengut Dan Bersuara Manja.
" Gue Mau Mandi! Nanti Aja! " Jawab Bian Dengan Malas.
Delon Dan Yang Lainnya Hanya Diam Saja Melihat Perdebatan Kecil Antara Bian Dan Casilda.
Casilda Segera Berdiri Dan Menarik Paksa Tangan Bian Ke Arah Pedagang Aksesoris Yang Dekat Dengannya Itu. Casilda Menunjuk Sebuah Gelang Berbentuk Love Berwarnah Merah Maroon Dan Terlihat Mengkilap Membuat Casilda Tertarik Untuk Membelinya.
" Bian, Beliin Itu! " Pinta Casilda Menunjuk Ke Arah Gelang Tersebut. " Tinggal Satu Lago, Nanti Keburu Di Beli Orang! " Rengek Casilda Sambil Menarik – Narik Baju Bian.
" Yaudah, Nanti Aja. Gue Mau Mandi Dulu! Jangan Kayak Anak Kecil, Deh! " Omel Bian Membuat Bibir Casilda Mengerucut Dan Menyerah Untuk Terus Meminta.
" Gue Mau Mandi! " Bian Langsung Pergi Berlalu Begitu Saja. Sebenarnya Bian Bukan Tidak Ingin Membelikan Casilda Gelang Itu. Hanya Saja Saat Ini Dia Cuma Membawa Sedikit Uang Karena Dompetnya Ada Di Dalam Villa.
Casilda Masih Tetap Terdiam Memandang Gelang Itu Dengan Tatapan Nanar. Setelah Beberapa Detik Akhirnya Casilda Pergi Menjauh Dari Tempat Itu.
" Sabar Ya! " Ucap Yang Lainnya Melihat Tingkah Cuek Bian Kepada Casilda.
" Sabar Terus, Kok! " Ucap Casilda Dengan Lemas Sambil Berjalan Menunduk.
**
Casilda Duduk Merengut Di Taman Belakang Sedangkan Yang Lainnya Sedang Berada Di Ruang Depan Tengah Berkumpul. Hal Yang Membuat Casilda Sedih Tentu Saja Karena Bian Tidak Membelikannya Gelang Itu.
Ternyata Perjuangan Casilda Belum Selesai. Setelah Mendapatkan Bian, Dirinya Masih Harus Berjuang Lagi Untuk Bertahan Dan Bersabar Menghadapi Sikap Lelaki Itu.
DUARRR . . .
Tubuh Casilda Bergetar Karena Kaget Ketika Seseorang Menepuk Pundaknya Secara Tiba – Tiba Membuat Dirinya Terkejut. Setelah Melihat Siapa Yang Barus Aja Mengagetkannya, Casilda Mengelus Dadanya Sambil Geleng – Geleng.
" DELON RESE BANGET, SIH! " Omel Casilda Yang Masih Terlihat Shock.
Delon Memilih Duduk Di Samping Casilda. " Ya, Maaf! " Ucapnya Di Lanjuti Tawa.
" Lo Ngapain Di Sini, Casie? " Tanya Delon.
" Lagi Galau Ya Gak Dibeliin Gelang? " Ledek Nya.
" Gak Tuh, Biasa Aja! " Jawab Casilda Seadanya.
" Bian Emang Gitu Orang Nya! Rada Gila Dan Gak Punya Otak! " Ujar Delon, Tapi Malah Mendapat Pukulan Dari Casilda.
" Enak Aja! Pacar Gue Gak Gitu, Kok! " Omel Casilda Tak Terima Bian Di Bilang Seperti Itu.
" Bercanda, Kok. “ Delon Terkekeh. “ Tapi, Biarpun Sikapnya Seperti Itu. Sebenarnya, Dia Orangnya Baik, Kok! " Seru Delon, Kali Ini Casilda Mengangguk Setuju.
" Nanti, Gue Bilangin Bian, Deh. Biar Dia Beliin Lo Gelang! " Setelah Selesai Bicara Delon Menarik Pelan Rambut Casilda.
" Udah Jangan Ngambek Lagi! " Delon Segera Beranjak Pergi Dari Taman Meninggalkan Casilda Yang Kini Di Buatnya Kesal.
" Delon Rese! "
**
Bian Dan Yang Lainnya Kini Sedang Duduk Santai Di Ruang Depan. Delon Yang Baru Saja Datang Menghampiri Mereka, Langsung Saja Marah – Marah Kepada Bian.
" Heh, Bian! Cewek Lo Ngambek Tuh, Gak Di Beliin Gelang! Lagian, Lo Kenapa Sih? Cuma Gelang Kayak Gitu Aja Gak Di Beliin! " Oceh Delon Membuat Yang Lainnya Melongo.
" Emang Casilda Di Mana? " Tanya Bian.
" Noh, Di Taman Belakang Lagi Galau! Dia Lagi Nangis Air Matanya Sampai Satu Ember! " Terang Delon Melebih - Lebihkan.
Bian Terdiam Menunduk, Ia Sendiri Jadi Merasa Tidak Enak Dengan Gadis Itu. Bian Bangun Dari Duduknya Dan Berjalan Menghampiri Delon Yang Berdiri Tidak Jauh Darinya.
" Ayo, Anterin Gue Beli Gelang Itu! " Ajak Bian Membuat Delon Terlihat Senang Akhirnya Temannya Itu Masih Memiliki Hati.
" Nah, Gitu Dong! Ini Baru Temen Gua! " Ucap Delon Semangat. Dengan Senang Hati Delon Pergi Menuju Pantai Menemani Bian Yang Akan Membeli Gelang Keinginan Casilda.
**
Casilda Masih Juga Duduk Di Taman. Mood Nya Sedang Tidak Baik. Tiba – Tiba Saja Ia Di Kagetkan Dengan Seseorang Yang Baru Saja Datang Menyodorkan Sebuah Kalung Dan Di Tengahnya Berbentuk Bintang Membuat Casilda Kebingungan Menatap Seseorang Yang Kini Berdiri Di Hadapannya.
" Gelang Nya Udah Keburu Di Beli Orang Lain! Jadi, Gue Beliin Lo Kalung Ini. " Kata Bian Dengan Kalung Yang Berada Di Tangannya.
Mendengar Gelang Itu Sudah Ada Yang Membeli, Casilda Menjadi Sedih Meskipun Saat Ini Bian Membelikan Sebuah Kalung Yang Juga Cukup Bagus, Tapi Ia Tidak Begitu Tertarik.
" Aku Gak Suka Pakai Kalung, Bian! " Jawab Casilda Dengan Hati – Hati Agar Tidak Membuat Bian Kecewa.
" Oh, Yaudah. " Bian Mengangguk Saja, Ia Memasukan Kalung Itu Ke Dalam Saku Celananya.
" Makasih, Ya . Setidaknya Kamu Udah Usaha! " Ujar Casilda.
" Kata Delon, Lo Nangis Sampai Satu Ember? Mana Air Matanya Kok Gak Ada? " Ledek Bian Mencairkan Suasana.
" Ih, Delon Mah, Tukang Bohong! " Gerutu Casilda.
" Ayo Ikut Kumpul! Jangan Sendirian Di Sini. " Ajak Bian Dan Casilda Pun Menurut.
**
Bian Baru Saja Masuk Ke Dalam Kamar, Ia Tidak Melihat Keberadaan Casilda. Setelah Ia Menoreh Ke Arah Balkon, Ternyata Gadis Itu Tengah Berdiri Di Sana Menikmati Angin Malam Yang Dingin, Padahal Ini Sudah Masuk Tengah Malam Tetapi Casilda Masih Belum Tidur.
" Kok Belum Tidur? " Tanya Bian Mengagetkan Casilda Yang Sejak Tadi Melamun.
" Eh, Bian? " Casilda Menoreh Ke Arah Bian Sebentar. " Aku Belum Ngantuk. " Jawab Casilda.
Bian Berdiri Bersebelahan Dengan Casilda " Ngapain Di Luar? Kan, Dingin? " Tanya Bian.
" Sama Kayak Kamu, Dingin! " Jawab Casilda Pelan, Tapi Masih Dapat Terdengar Bian.
" Jadi, Ceritanya Masih Marah, Nih? " Tanya Bian Sambil Menatap Langit Malam.
" Enggak, Kok. " Jawab Casilda Dan Bian Hanya Mengangguk Saja, Tidak Ada Niatan Untuk Menghiburnya Atau Melakukan Apapun.
" Bian Aku Mau Tanya, Deh? "
" Tanya Aja. "
" Kamu Pernah Pacaran Gak, Sih? " Pertanyaan Casilda Kali Ini Membuat Bian Tertawa Kecil.
" Ya Pernah, Lah. " Jawab Bian " Emang Kenapa? " Bian Bertanya Balik.
" Gak Apa – Apa, Sih! Aku Fikir Kamu Gak Pernah Pacaran. Soalnya, Sikap Kamu Itu Dingin Dan Kaku Banget Kayak Orang Belum Pernah Pacaran Sama Sekali! " Terang Casilda, Tapi Bian Hanya Tersenyum Kecil Saja.
" Bawel Banget, Sih! " Gerutu Bian Seraya Mengacak Rambut Casilda.
" Ih, Bian. " Casilda Merapihkan Rambutnya Yang Di Acak Oleh Bian. " Nama Mantan Kamu Siapa? Terus Kamu Masih Kontak Sama Dia Gak? " Tanya Casilda Tentu Saja Dengan Perasaan Cemburu.
" Nama Nya Vio. Udah Gak Pernah Lah, Ngapain Gue Kontak Dia Lagi. Pertanyaan Aneh. " Jawab Bian Santai.
Casilda Tersenyum Tipis Mendengar Jawaban Dari Bian. " Terus Mantan Kamu Itu Cantik Gak? " Tanya Casilda Lagi, Ia Sendiri Jadi Deg – Degan Menunggu Jawaban Dari Bian.
" Cantik. " Jawab Bian Enteng, Lelaki Itu Tidak Tau Kalau Baru Saja Ia Telah Membuat Casilda Cemburu Dan Patah Hati Meskipun Wanita Yang Sedang Di Bicarakan Itu Hanyalah Masa Lalu Bian.
" Ih, Bian! Kok, Kamu Gitu, Sih! Kamu Masih Suka Ya, Sama Mantan Kamu? " Tanya Casilda Merengut.
" Kan, Tadi Lo Tanya? Yaudah Gue Jawab? " Jelas Bian, Kini Casilda Hanya Terdiam Saja Tidak Ingin Membahas Hal Itu Lagi.
Melihat Saat Ini Casilda Cemberut, Bian Hanya Menggelengkan Kepalanya Saja Tak Mengerti Dengan Casilda. " Dasar Perempuan! " Seru Bian.
" Dia Yang Tanya, Tapi Dia Juga Yang Cemburu! " Lanjut Bian.
" Dasar Nyebelin! " Cibir Casilda.
" Udah Jangan Merengut Aja! Mantan Gue Emang Cantik…" Ucap Bian Lagi Semakin Membuat Hati Casilda Terbakar.
" Tapi Lo Lebih Cantik, Kok. " Bian Mencubit Pipi Casilda Dengan Gemas Karena Melihatnya Merengut Seperti Itu Terlihat Lucu Dengan Pipi Yang Mengembung.
Perlahan Senyum Casilda Mengembang. " Beneran Aku Lebih Cantik Dari Mantan Kamu? " Tanya Casilda Polos.
" Iya, Bener. " Bian Mengiyakan Saja Daripada Harus Berdebat Dan Membuat Casilda Marah Lagi.
" Bian Aku Boleh Peluk Kamu Gak? " Tanya Casilda Menatap Bian Malu – Malu. Bian Terlihat Berfikir Tidak Langsung Menyetujui.
" Gak Boleh Ya? " Casilda Terlihat Tidak Sabar.
" Boleh, Tapi Sebentar Aja, Ya? " Jawab Bian.
Meskipun Casilda Sedikit Kecewa, Namun Yang Terpenting Dirinya Sudah Diberi Izin Untuk Memeluk Tubuh Lelaki Itu.
" 5 Menit Boleh? " Tanya Casilda.
" 1 Menit! " Tegas Bian . Daripada Tidak Sama Sekali Akhirnya Casilda Menyetujui Saja.
Dengan Penuh Semangat Casilda Langsung Memeluk Tubuh Bian Dengan Erat. Pada Awalnya Bian Tidak Merespon Pelukan Gadis Itu, Namun Akhirnya Perlahan Tangan Bian Terangkat Dan Ikut Memeluk Tubuh Casilda Dan Mengusap Kepala Belakang Gadis Itu Dengan Lembut.
" Maafin Gue Ya, Tadi Gak Sempet Beliin Gelang Yang Lo Mau. " Ucap Bian Di Dalam Pelukan.
" Gak Apa – Apa, Bian. Aku Udah Gak Ngambek Lagi, Kok. " Balas Casilda Semakin Mempererat Pelukannya, Seolah – Oleh Takut Kehilangan Lelaki Itu.
" Udah Satu Menit. " Ucap Bian, Tapi Casilda Diam Saja. Dia Tidak Melepaskan Pelukan Itu.
" Casie... " Panggil Bian, Namun Casilda Tetap Diam Saja.
" Tambahin 1 Menit Lagi, Ya? " Tawar Casilda, Bian Hanya Senyum Saja.
" Udah Bawel, Banyak Nawar Lagi! " Gerutu Bian.
" Udah Jangan Lama – Lama. " Bian Langsung Saja Melepas Pelukan Gadis Itu.
" Udah Malam, Ayo Tidur! Nanti Pagi Kita Pulang. " Ucap Bian.
" Siap, Pacar! " Casilda Memberi Hormat Kepada Bian Dengan Semangat.
" Malam Ini Kamu Tidur Dikasur Ya? " Ucap Casilda Seraya Berjalan Masuk Ke Dalam Kamar Bersampingan Dengan Bian.
" Gak! " Tolak Bian.
" Yaudah, Aku Gak Mau Tidur! " Ancam Casilda.
" Gak Bisa Casilda! Lo Tidur Di Kasur Dan Gue Di Sofa! Titik! " Balas Bian. Dia Tetap Menolak Untuk Tidur Satu Ranjang Bersama Casilda Karena Itu Membuatnya Tidak Bisa Tenang Dan Jantungnya Akan Terus Berdetak Cepat.
" Gak Mau! Kalo Kamu Di Sofa, Aku Juga Tidur Di Sofa Berdua Sama Kamu! " Ujar Casilda, Dia Tetap Memaksa Bian.
" Jangan Bawel, Deh! "
" Aku Serius, Bian! Aku Mau Berdua Sama Kamu! Titik! " Balas Casilda.
" Gak Bisa Casilda! Udah Sana Tidur! " Ucap Bian Ketika Sudah Berada Di Dekat Ranjang Menyuruh Casilda Untuk Segera Naik.
" Yaudah, Kalo Kamu Gak Mau Tidur Berdua. Gimana Kalau Kamu Temenin Aku Di Sini Sampai Aku Tidur? Setelah Itu Kamu Boleh Pindah Ke Sofa? Mau Ya? " Pinta Casilda Membuat Kepala Bian Pusing Mendengar Casilda Terus Saja Meminta Dirinya Untuk Tidur Bersama Nya.
Bian Sendiri Tidak Mengerti Apakah Casilda Sudah Gila Atau Masih Waras Menginginkan Dirinya Untuk Tidur Bersama Yang Tentu Saja Tidak Pantas. Bian Terus Saja Bergulat Dengan Fikirannya Sedangkan Casilda Terus Saja Merengek.
" Bian? Mau, Ya? Tenang Aja Aku Gak Akan Macam – Macam Sama Kamu, Kok! Aku Gak Jahat! " Gerutu Casilda.
" Gue Bilang Enggak Pun, Lo Akan Tetap Memaksa, Kan? " Kata Bian Setelah Itu Ia Naik Keatas Kasur Membuat Casilda Tersenyum Senang.
" Akhirnya! " Dengan Penuh Semangat Casilda Juga Ikut Naik Ke Atas Kasur Dan Duduk Bersampingan Dengan Bian.
**
DITUNGGU BERIKUTNYA YA :)