Bian Duduk Menyandar Di Penyangga Kasur Dengan Perasaan Gugup Dan Sedikit Tidak Nyaman Dengan Posisinya Saat Ini, Yaitu Berada Di Atas Kasur Hanya Berdua Dengan Casilda. Berbeda Dengan Bian, Casilda Malah Terlihat Santai Dan Senang Yang Kini Duduk Menghadap Bian Sambil Menopang Dagunya.
" Bian Aku Mau Tanya Sesuatu Lagi Sama Kamu, Boleh? " Tanya Casilda. Gadis Itu Kini Ikut Duduk Menyandar Di Penyangga Kasur.
" Hmm... " Bian Hanya Berdehem.
" Sebenarnya Kamu Menginginkan Hubungan Ini Gak, Sih? " Tanya Casilda Penasaran.
" Maksud Lo, Hubungan Kita Pacaran? " Bian Bertanya Balik.
" Iya, Bian! Sebenarnya Kamu Punya Perasaan Gak Sih, Ke Aku? "
" Kalau Gue Gak Punya Perasaan Ke Lo, Ngapain Gue Ajakin Lo Pacaran! " Jawab Bian Santai, Tapi Ada Benarnya Juga.
" Tapi, Kenapa Aku Merasa Kalau Kamu Kayak Biasa Aja Ke Aku? Seperti Hanya Sekedar Berteman, Bukan Pacaran! " Terang Casilda Karena Merasa Sampai Detik Ini Bian Bersikap Seadanya Saja Kepada Casilda.
" Kalau Boleh Jujur, Gue Emang Belum Cinta Sama Lo! " Jawab Bian Dengan Jujur Dari Dalam Lubuk Hatinya.
Hati Casilda Mendadak Terasa Sakit Dan Nafasnya Terasa Sedikit Sesak Mendengar Bian Bicara Seperti Itu, Tapi Sepertinya Casilda Tidak Perlu Terlalu Terkejut Atas Penjelasan Bian Tadi, Karena Casilda Pun Bisa Melihat Itu Secara Nyata Bahwa Bian Tidak Terlihat Begitu Perduli Dengannya Dan Kini Casilda Sudah Tau Jawabannya, Yaitu Karena Bian Belum Atau Bahkan Tidak Mencintainya.
" Terus Kamu Mau Putus Dari Aku? " Tanya Casilda Dengan Perasaan Takut Dan Kecewa.
Bian Menggelengkan Kepalanya , Ia Melirik Casilda Yang Kini Raut Wajahnya Terlihat Sedih. Bian Sadar Itu Pasti Karena Ucapannya.
" Gue Emang Belum Cinta Sama Lo, Tapi Gue Tulus Sama Lo Casilda! Kasih Gue Waktu Untuk Belajar Mencintai Lo! " Terang Bian, Nada Biacaranya Terdengar Bersungguh – Sungguh Membuat Nafas Casilda Sedikit Lega.
" Aku Akan Tunggu Waktu Itu Bian! Akan Aku Tunggu Sampai Waktu Itu Tiba! " Jawab Casilda Dengan Mata Berkaca – Kaca. Casilda Memiringkan Kepalanya Dan Bersandar Di Pundak Bian Untuk Melepaskan Segala Sesak Di Dadanya.
Awalnya Bian Terkejut, Namun Akhirnya Ia Membiarkan Saja Casilda Menyandarkan Kepalanya Di Pundaknya, Meskipun Membuat Kadar Ketegangannya Saat Ini Bertambah. Bian Sangat Gugup.
" Kamu Adalah Hal Terbaik Dalam Hidup Aku Bian, Meskipun Bagi Kamu Saat Ini Aku Bukan Apa – Apa! " Casilda Sedikit Mendongakan Kepalanya Agar Dapat Melihat Wajah Bian, Ternyata Bian Juga Sedang Melihat Ke Arahnya Membuat Kedua Mata Mereka Berdua Saling Bertabrakan.
" Tapi, Kalau Nanti Lo Ngerasa Capek Dan Gak Bahagia Sama Gue Bilang Ya! Gue Gak Bisa Biarin Lo Sakit Hati Sendirian! " Ucap Bian Dan Casilda Mengangguk.
" Mana Mungkin Aku Gak Bahagia Sama Kamu, Bian. Dasar Bodoh! “ Ujar Casilda.
“ Pokoknya, I Love You More And More And More And More BIIIAAAAAAN! " Kini Casilda Terlihat Sedikit Senang Dan Kembali Ke Sifat Biasanya Yang Cerewet Meskipun Sebelumnya Sempat Merasa Kecewa.
Paling Tidak Bian Masih Ada Usaha Dan Mau Belajar Untuk Mencintainya. Hanya Kesabaran Lah Yang Dibutuhkan Casilda Saat Ini.
Casilda Mengangkat Kepalanya Yang Sebelumnya Bersandar Di Pundak Bian, Ia Membenarkan Duduknya Menghadap Bian. Mata Casilda Menatap Bian Yang Juga Ikut Menatapnya.
Meskipun Jantungnya Berdebar Kencang Dan Tubuhnya Mendadak Terasa Panas Dingin, Tapi Casilda Berusaha Santai Menikmati Suasana Kali Ini, Yaitu Saling Bertatapan.
" Aku Sayang Kamu, Bian! “ Ucap Casilda Lembut. “ Dan Itu Gak Akan Pernah Berubah! " Lanjut Casilda Dengan Mata Berbinar, Senyumnya Melengkung Menatap Wajah Tampan Milik Bian.
Bian Membenarkan Duduknya Ikut Menghadap Casilda, Ia Juga Ikut Tersenyum.
Tangan Kanan Bian Terangkat Mengelus Lembut Pipi Casilda. " Makasih Karena Lo Udah Sayang Sama Gue. " Balasnya.
Jantung Casilda Semakin Berdebar Kencang Ketika Pipinya Di Elus Lembut Oleh Bian, Ia Mengerjapkan Matanya Berkali – Kali Bersamaan Dengan Kadar Ketegangannya Yang Terus Bertambah.
Perlahan Casilda Memberanikan Diri Mendekatkan Wajahnya Kehadapan Bian. Entah Menapat Keberanian Dari Mana Atau Mungkin Gadis Polos Itu Kerasukan Setan Sehingga Melakukan Hal Itu.
Bian Terdiam, Tapi Tatapnnya Masih Lurus Ke Arah Casilda. Gadis Itu Semakin Memajukan Wajahnya Mendekati Wajah Bian. Bahkan, Bian Sendiri Seolah – Olah Terhipnotis Dengan Suasana Saat Ini Dan Membiarkan Saja Casilda Semakin Mendekat Ke Arahnya.
Hingga Saat Wajah Mereka Sudah Saling Mendekat, Bahkan Semakin Terasa Deru Nafas Casilda Di Pipinya, Membuat Bian Meneguk Ludahnya Dengan Susah Payah Dan Mengontrol Dirinya Agar Tidak Semakin Gugup.
Ketika Casilda Sudah Semakin Dekat Dan Ingin Mencium Bibirnya, Dengan Cepat Bian Melakukan Tindakan.
Bukan! Bian Bukan Mencium Bibir Gadis Itu, Tetapi Memilih Untuk Memeluk Tubuh Casilda Agar Menghentikan Apa Yang Akan Casilda Lakukan, Sedangkan Casilda Sendiri Yang Sudah Tersadar Atas Apa Yang Baru Saja Ia Ingin Lakukan Jadi Merasa Malu.
" Belum Saat Nya! " Seru Bian Di Dalam Pelukannya Dengan Maksud Menunda Hal Itu Terjadi Antara Mereka Berdua.
" Bian, Maafin Aku! " Casilda Jadi Merasa Sangat Malu. " Aku Gak Bermaksud... "
" Sssst! " Bian Berdesis. " Udah Malam, Sekarang Lo Tidur Ya! " Ucap Bian Seraya Melepaskan Pelukannya.
Bian Menyipitkan Matanya Melihat Casilda Yang Kini Menunduk Malu Menciptakan Rona Merah Muda Di Pipinya, Membuat Bian Ingin Tertawa Melihat Ekspresi Gadis Itu.
" Ternyata Kalo Lagi Malu Gitu Lo Cantik Juga Ya? " Ledek Bian, Dengan Cepat Casilda Mengangkat Kepalanya.
" Bian Ih, Aku Lagi Malu Di Ledekin! " Gerutunya Kesal. " Udah Lah, Aku Mau Tidur Aja! " Casilda Langsung Merebahkan Tubuhnya , Ia Tidur Membelakangi Bian Lalu Menarik Selimut Agar Menutupi Seluruh Tubuhnya Termasuk Wajahnya.
" UDAH SANA BIAN PINDAH KE SOFA AJA! CASIE LAGI MALU JANGAN DEKET – DEKET! " Teriak Casilda Di Balik Selimut.
Bian Hanya Tertawa Saja Melihat Tingkah Malu Casilda. " Yaudah Selamat Tidur Cewek Bawel! " Bian Mengusap Pelan Kepala Casilda Sebelum Akhirnya Turun Dari Ranjang Menuju Sofa.
Bian Menarik Nafasnya Dan Mengehelanya Dengan Kasar, Ia Memegang Dadanya Dan Dapat Merasakan Jantungnya Berdegup Kencang Saat Casilda Ingin Menciumnya Tadi.
" UNTUNG AJA GUE BISA TAHAN! " Seru Bian Penuh Rasa Bangga Bisa Menghindari Godaan Syaitan Yang Terkutuk. Meskipun Sebenarnya Juga Ada Rasa Ingin Mencium Bibir Ranum Casilda, Tapi Bian Merasa Ciuman Itu Belum Berhak Dia Dapatkan.
**
Libur Telah Berakhir, Kini Para Murid Kembali Ke Sekolah Untuk Menjalankan Kewajibannya Sebagai Seorang Pelajar. Meskipun Casilda Dan Yang Lainnya Masih Ingin Bersenang – Senang Menikmati Waktu Santai, Tapi Apa Boleh Buat.
Mira Baru Saja Masuk Ke Dalam Sekolah Di Ikuti Alisa Yang Juga Baru Saja Datang Dan Berlari Mengejar Mira.
" Mir! Tunggu! " Teriak Alisa Menghentikan Langkah Mira.
" Tumben Lo Dateng Pagi? " Tanya Mira Saat Alisa Sudah Sejajar Jalan Di Sampingnya.
" Mamah Gue Tuh, Pasang Alarm Kecepetan! " Jawab Alisa Dengan Nada Mengeluh.
" Alisa, Kemaren Lo Liat Snap Di i********: Nya Nugi Gak? " Tanya Mira Seraya Terus Saja Berjalan Menuju Kelasnya Bersama Alisa.
" Iya, Liat! Seru Banget Ya Mereka Liburan Di Pantai! Gue Seneng Banget Casilda Juga Ikut! Jadi Kan, Casilda Bisa Semakin Dekat Dengan Bian! " Tampak Senyuman Dan Kebahagian Di Wajah Alisa, Ia Senang Melihat Casilda Bisa Memiliki Waktu Bersama Bian.
Berbeda Dengan Alisa, Gadis Di Sebelahnya Itu Alias Mira Sama Sekali Tidak Terlihat Senang Bahkan Terkesan Sedikit Tak Suka.
" Enak Ya, Jadi Casilda! Bisa Liburan Bareng Sama Cowo Hits Di Sekolah Kita. Apalagi, Ada Adrian Juga Disana! Ah, Beruntung Banget Sih Dia! " Selesai Bicara Mira Menghela Nafas Panjang .
" Tapi Kan, Casilda Berada Di Sana Karena Bian? Bukan Adrian? " Sahut Alisa Menoreh Ke Arah Mira Yang Terlihat Tak Bersemangat.
" Iya Gue Tau, Tapi Kan, Apa Salahnya Casilda Ajak Kita Juga? Bahkan, Casilda Aja Gak Bilang Sama Sekali Ke Kita Kalau Dia Mau Liburan Bareng Mereka? " Terang Mira Membuat Alisa Kini Terdiam Bingung Dengan Sikap Temannya Itu Tiba – Tiba Mendadak Terlihat Kesal.
" Mungkin Aja Dia Lupa Mau Cerita Ke Kita. " Jawab Alisa Berusahan Berfikir Positif.
" Terserah! " Balas Mira Dengan Ketus.
Langkah Mereka Berdua Terhenti Ketika Seseorang Menghadang Jalannya Yang Tak Lain Adalah 3M. Masih Pagi Pun, Ketiga Gadis Itu Sudah Ingin Mencari Masalah Membuat Mira Dan Alisa Mendengus Kesal Menghadapi Mery Dan Kedua Temannya.
" Gue Cuma Mau Bicara Sama Mir! Jadi, Yang Tidak Berkepentingan Silahkan Pergi! " Ujar Mery Yang Tentu Saja Tertuju Kepada Alisa Agar Gadis Itu Meninggalkan Temannya Sendirian.
" Ada Apa? Gue Buat Salah Apa? " Tanya Mira Sedikit Ketakutan Kalau 3M Akan Mengusilinya.
Mela Tertawa. " Tenang Aja Kita Gak Akan Macam – Macam Sama Lo! "
" Lo Punya Kuping Gak? Yang Tidak Berkepentingan Silahkan Pergi! " Tegas Meicha Membuat Alisa Bergidik Ngeri Karena Gadis Itu Menatapnya Tajam.
" Mira, Gue Ke Kelas Duluan Ya? Lo Gak Apa – Apa Kan, Gue Tinggal Sendiri? "
" Iya, Lo Duluan Aja! " Jawab Mira, Dengan Segera Alisa Pergi Menjauh Dari Tempat Itu.
Setelah Alisa Sudah Pergi, Mery Melangkah Mendekat Kehadapan Mira, Menatap Gadis Itu Lekat – Lekat Sebelum Akhirnya Tersenyum Miring.
" Gue Tau Lo Adalah Salah Satu Sahabat Casilda! Bertahun – Tahun Kalian Selalu Bersama Dan Lo Selalu Berusaha Membantu Casilda Dalam Hal Apapun! " Ucap Mery Penuh Penekanan.
" Lo Mau Apa? " Tanya Mira Langsung Tak Ingin Bertele – Tele.
" Gue Gak Mau Apa – Apa Dari Lo! Gue Cuma Kasihan Aja Sama Lo! Lebih Baik Mulai Sekarang Lo Jauhin Casilda! " Lanjut Mery Semakin Membuat Mira Tak Mengerti.
" Apa Maksud Lo? Kenapa Gue Harus Menjauh Dari Casilda? Dia Sahabat Gue Dan Gak Akan Pernah Gue Menjauh Dari Dia! " Balas Mira, Meskipun Saat Ini Ia Merasa Kecewa Dengan Casilda, Tapi Jauh Di Dasar Hatinya Casilda Masih Tetap Sahabat Terbaiknya Bersama Alisa.
" Dia Itu Bukan Teman Yang Baik! Diam – Diam Casilda Menusuk Lo Dari Belakang Secara Perlahan! Lagian, Lo Sama Alisa Juga Cuma Di Manfaatin Doang Untuk Bantuin Dia Agar Bisa Mendapatkan Bian! Setelah Itu Lo Berdua Akan Di Tendang ! " Penjelasan Mery Kali Ini Sedikit Menganggu Fikiran Mira.
Mira Sedikit Termakan Omongan Mery, Apalagi Setelah Yang Terjadi Saat Ini, Yaitu Casilda Pergi Berlibur Bersama Bian Dan Teman – Temannya Tanpa Memberitahu Dirinya Dan Alisa, Membuat Mira Berfikir Kalau Casilda Sudah Mulai Melupakan Persahabatan Mereka Dan Lebih Fokus Kepada Pacar Baru Nya.
" Menusuk Gue Dari Belakang Secara Perlahan Gimana? Apa Maksud Lo? Gue Gak Ngerti? " Tanya Mira Agar Mery Memperjelas Tuduhannya Kepada Casilda.
" Gue Tau Kalau Lo Itu Suka Sama Adrian, Kan? " Celetuk Meicha , Mata Mira Beralih Menatapnya.
" Lo Tau Dari Mana? " Mira Sedikit Terkejut Karena Ia Tidak Pernah Menceritakan Kalau Dirinya Suka Dengan Adrian Selain Dengan Alisa.
" Waktu Itu Saat Gue Di Toilet, Gak Sengaja Denger Percakapan Lo Dan Alisa! Dari Percakapan Itu Bisa Gue Tarik Kesimpulan Kalau Lo Itu Suka Sama Adrian, Tapi Sayang Nya Adrian Gak Suka Sama Lo! " Meicha Tertawa Remeh Menatap Mira Yang Kini Terlihat Kesal, Namun Berusaha Di Tahan Karena Tidak Berani Melawan 3M.
" Terus Apa Hubungannya Kalau Gue Suka Sama Adrian Dan Kalian Bilang Casilda Bukan Teman Yang Baik? " Tanya Mira Semakin Penasaran.
" Oh Tentu Ada! " Sahut Mery Dengan Senyuman Menyeringai. " Lo Tau Gak Kalau Casilda Juga Berusaha Deketin Adrian? Itu Kenapa Alasannya Gue Sering Bilang Dia Cewek Murahan! Sekarang Sudah Terbukti Kan, Kalau Cowo Yang Disuka Teman Sendirinya Aja Berusaha Di Deketin! " Mery Semakin Gencar Membuat Mira Terhasut Agar Membenci Casilda.
"Gak Mungkin! Casilda Gak Mungkin Kayak Gitu! " Mira Menggeleng Tak Percaya Meskipun Sebenarnya Ada Sedikit Rasa Sakit Di Hatinya.
" Lo Fikir Ini Semua Bohongan? Kita Punya Buktinya, Kok! " Mela Melangkah Berdiri Di Samping Mery Dan Segera Mengisyaratkan Agar Mery Memberi Tahu Sesuatu Kepada Mira.
" Kasih Tau Dia, Mer! " Kata Mela Dengan Cepat Mery Mengeluarkan Ponselnya Dari Saku Seragamnya Dan Menunjukkan Sebuah Foto Yang Sengaja Ia Ambil Beberapa Kali Dengan Momen Berbeda.
" Nih, Lo Bisa Liaht Sendiri!! " Mery Menunjukkan Foto Di Ponselnya Itu Ke Arah Mira.
Mata Mira Terbuka Lebar, Hatinya Mecelos Melihat Di Dalam Foto Itu Terdapat Casilda Dan Adrian Sedang Naik Motor Berdua. Tentu Saja Mery Mengambil Foto Tersebut Waktu Itu, Pada Saat Casilda Sehabis Di Pukuli Olehnya Dan Pulangnya Di Tolongi Oleh Adrian.
Mery Menggeser Foto Berikutnya, Di Mana Terlihat Casilda Duduk Berdekatan Dengan Adrian Di Pinggir Lapangan. Foto Tersebut Di Ambil Oleh Mery Pada Saat Casilda Tengah Menemani Bian Yang Sedang Bermain Bola Basket.
Mata Mira Mulai Berkaca – Kaca. Dari Situ Ia Dapat Melihat Bahwa Casilda Memang Terlihat Dekat Dengan Adrian.
Namun Ada Yang Terlupakan Oleh Mira, Bahwa Ia Tidak Mengetahui Kenyataan Yang Sebenarnya, Ia Hanya Melihat Foto Itu Saja Dan Langsung Mengambil Kesimpulan Bahwa Casilda Benar – Benar Mengkhianatinya.
" Ini Hanya Beberapa Foto Yang Terlihat! Mungkin Ada Banyak Kedekatan Lain Yang Kita Gak Tau! " Meicha Terus Saja Membuat Hati Mira Semakin Terbakar.
" Ya Lo Sadar Diri Aja! Kalau Untuk Bersaing Dengan Casilda Mendingan Lo Mundur Aja! Adrian Pasti Akan Pilih Dia! " Celetuk Mela.
" Tapi Kan, Casilda Suka Nya Sama Bian! " Ucap Mira Lirih Dengan Tatapan Kosong.
" Siapa Yang Tau Kalau Dia Ternyata Juga Suka Adrian? Gue Saranin, Lebih Baik Lo Jauhin Casilda! Lo Kasih Tau Alisa Juga! Lebih Baik Kalian Berdua Tinggalin Dia! " Ucap Mery Seraya Memegang Bahu Mira.
" Tenang Aja! Lo Bisa Gabung Sama Kita Kalau Lo Mau! Kita Emang Keliatan Kejam, Tapi Kita Gak Fake Friend Kayak Casild ! " Ucap Mery Sedikit Membuat Mira Terkejut Karena Gadis Itu Mengajak Dirinya Untuk Bergabung Dengan 3M.
" Kalo Lo Ikut Gabung, Kita Bisa Jadi 4M! Yaitu Mery, Mela, Meicha Dan Anggota Baru Kita, Mira! " Senyum Penuh Seringaian Tercetak Di Wajah Mery.
" Lo Bisa Ajak Alisa Juga Gabung Sama Kita Kalau Mau! Fikirin Semua Ini Baik – Baik! " Selesai Bicara, Mery Bersama Kedua Temannya Pergi Berlalu Setelah Puas Menghasut Mira.
Jika Dirinya Tidak Bisa Mendapatkan Bian, Maka Mery Tidak Akan Membiarkan Casilda Bahagia. Dia Akan Membalas Semua Perbuatan Casilda Melalui Sahabatnya.
Kesedihan Bukan Hanya Berasal Dari Kehilangan Seorang Kekasih, Bukan Kah Kehilangan Seorang Sahabat Terdekat Juga Merupakan Suatu Kesedihan?
Ya, Mery Akan Lakukan Itu, Karena Ia Sadar Tidak Akan Bisa Merebut Bian. Jadi, Mery Akan Merebut Kedua Sahabatnya Itu Atau Membuat Mira Dan Alisa Menjauh Dari Casilda. Mery Yakin, Hal Itu Juga Akan Sangat Menyakitkan Bagi Casilda.
**
Mira Baru Saja Sampai Di Kelasnya, Ia Terlihat Tak Bersemangat Dengan Wajahnya Yang Terlihat Muram. Semua Yang Mery Katakan Sangat Menggangu Dan Memenuhi Fikriannya.
Mira Berusaha Untuk Percaya Kepada Casilda, Namun Setelah Melihat Beberapa Foto Kedekatan Casilda Dengan Adrian Membuat Mira Kehilangan Kepercayaan Kepada Casilda.
" Mira? Lo Kenapa? 3M Gak Ngelakuin Macam – Macam Kan, Sama Lo? " Baru Saja Duduk Mira Langsung Mendapat Banyak Pertanyaan Dari Alisa Yang Terlihat Khawatir.
" Mereka Gak Macam – Macam Sama Gue Kok! " Jawab Mira Lemas.
" Ah, Syukurlah! " Alisa Menghela Nafas Lega.
" Tapi, Ada Satu Hal Yang Harus Lo Tau! " Lanjut Mira.
" Apa? " Tanya Alisa Penasaran.
" Casilda Sudah Mengkhianati Gue! " Jawab Mira Penuh Penekanan, Ia Membenarkan Duduknya Mengahadap Alisa. " Dia Udah Mengkhianati Gue! " Ulangnya.
" Maksud Lo Apa Bicara Seperti Itu? Casilda Mengkhianati Lo Apa? " Alisa Terlihat Bingung.
" Dia Berusaha Ngedeketin Adrian! “ Jawab Mira. “ Lo Tau Kan, Kalau Gue Suka Sama Adrian, Tapi Kenapa Casilda Tega Deketin Dia Juga! Dia Berusaha Merebut Adrian Dari Gue! " Gerutu Mira Yang Terlihat Emosi.
" Casilda Gak Mungkin Kayak Gitu, Mira! Casilda Itu Cuma Suka Sama Bian Dan Lo Tau Itu, Kan! " Jelas Alisa Karena Memang Pada Kenyataanya Sejak Dulu Casilda Mengejar Dan Menyukai Bian Bukan Adrian.
" Tapi, Gue Udah Liat Buktinya Dari Mery! Sudah Terlihat Jelas, Alisa! “ Mira Berusaha Meyakinkan Alisa. “ Ada Beberapa Foto Dan Terlihat Disana Casilda Sedang Berduaan Dengan Adrian! Kenapa Dia Lakuin Itu, Alisa! " Mira Tetap Saja Memojokkan Casilda Tanpa Tahu Kebenarannya.
" Lo Jangan Percaya Gitu Aja Sama Mery! Lo Tau Kan, Dia Itu Benci Sama Casilda. Bisa Jadi Itu Rencana Dia Biar Lo Juga Ikut Benci Sama Casilda! " Tegas Alisa Yang Masih Membela Casilda Dan Tidak Percaya Atas Apa Yang Mira Katakan.
" Kali Ini Gue Percaya Sama Mereka Karena Gue Melihat Sendiri Foto Itu Asli! Gue Tau Casilda Lebih Cantik Dari Gue, Tapi Gak Seharusnya Di Merebut Juga Apa Yang Gue Suka! " Nafas Mira Mulai Terasa Sesak Karena Emosinya Mulai Tidak Terkontrol.
" Mira, Lo Jangan Bilang Casilda Seperti Itu! Dia Itu Gak Merebut Apa Yang Lo Suka! Lagi Pula, Casilda Aja Gak Tau Kalau Lo Suka Sama Adria Dan Bahkan Lo Sendiri Gak Mau Cerita Itu Ke Casilda! " Ujar Alisa Agar Mira Tidak Terus Saja Berkata Macam – Macam Tentang Casilda.
" Kalo Lo Mau Cerita Sama Casilda, Gue Yakin Dia Akan Bantuin Lo Deket Sama Adrian! Gue Juga Yakin Kalo Casilda Itu Gak Suka Sama Adrian! Dia Cinta Mati Banget Sama Bian , Lo Tau Kan ? " Alisa Berbicara Dengan Lembut Agar Mira Sedikit Tenang Dan Dapat Berfikir Jernih.
" Lo Selalu Belain Dia, Alisa ! " Ucap Mira Lirih Seraya Mengalihkan Pandangannya Ke Arah Lain.
" Bukan Gitu, Mir – " Alisa Mengehentikan Ucapannya Ketika Mira Tiba – Tiba Saja Bangun Dari Duduknya Dengan Pandangan Lurus Ke Arah Pintu Masuk Kelas.
Mira Terdiam Membeku Melihat Kedatangan Seorang Lelaki Yang Sangat Ia Kagumi Meskipun Lelaki Itu Selalu Bersikap Dingin Dengannya. Lelaki Itu Kini Tengah Berdiri Di Ambang Pintu Masuk Kelas Sedang Melihat – Lihat Ke Dalam Seperti Mencari Seseorang.
" Adrian? " Panggil Mira, Adrian Pun Segera Menoreh Ke Arah Sumber Suara.
" Nama Lo Mira, Kan? Temen Nya Casilda? " Tanya Adrian Tanpa Ekspresi, Dengan Cepat Mira Mengangguk Dan Berjalan Mendekati Adrian Meskipun Keadaan Hatinya Saat Ini Sedang Tidak Baik, Tapi Begitu Melihat Adrian Perasaannya Menjadi Sedikit Lebih Baik.
" Iya Adrian, Ada Apa? Lo Nyariin Gue? " Tanya Mira Dengan Pedenya.
Adrian Kembali Melihat Sekelilingnya Di Dalam Kelas Itu Seperti Mencari – Cari Seseorang Namun Sayangnya Tidak Ditemukan.
" Casilda Belum Dateng? " Tanya Adrian Dengan Santai Nya, Tapi Mampu Membuat Hati Mira Seperti Teriris, Sangat Perih.
" Belum! " Jawabnya Ketus.
" Yaudah Gue Titip Ini Ya, Buat Casilda! " Adrian Menyodorkan Sebuah Kotak, Entah Ada Apa Didalam Nya Hanya Adrian Saja Yang Tahu.
Mira Langsung Mengambil Kotak Itu Dari Tangan Adrian.
" Ini Dari Bian? " Tanya Mira Menatap Kotak Itu.
" Bukan. “ Adrian Menggeleng Pelan. “ Itu Dari Gue Buat Casilda! Tolong Kasih Dia, Ya. Makasih! " Ucap Adrian Setelah Itu Pergi Keluar Kelas Meninggalkan Mira Dengan Perasaan Nya Yang Hancur Dan Seperti Terbakar.
Ya, Terbakar Api Kecemburuan.
Dengan Langkah Lemas Mira Kembali Berjalan Duduk Di Tempatnya. Alisa Yang Mendengar Percakapan Antara Dirinya Dan Adrian Pun Langsung Mengelus Pundak Mira Agar Gadis Itu Bersabar.
" Lo Liat Sendiri, Kan? Adrian Sampai Kasih Hadiah Buat Di ! Casilda Memang Pandai Mengambil Hati Laki – Laki! " Ucap Mira Gemetar Seraya Membuka Kotak Itu Dan Terkejut Melihat Isinya.
" Sabar Mira! Bisa Jadi Adrian Yang Suka Sama Casilda? " Terang Alisa, Bukannya Menenangkan Hati Mira, Temannya Itu Malah Semakin Membuatnya Kesal.
Baru Saja Mira Ingin Memarahi Alisa, Tiba – Tiba Saja Sosok Yang Sejak Tadi Di Perbincangkan Datang Dengan Suara Hebohnya Dan Tak Lupa Menampilkan Wajah Cerinya Nya.
" Selamat Pagi Kedua Sahabat Ku Yang Cantik! " Sapa Casilda Yang Baru Saja Duduk Di Bangkunya Dan Langsung Menghadap Mira Dan Alisa Yang Duduk Dibelakangnya.
Mira Mengigit Bibirnya Kuat – Kuat Menahan Emosi Ketika Melihat Casilda Begitu Senang Sedangkan Dirinya Saat Ini Sedang Merasa Sedih Dan Hatinya Terasa Sakit.
" Lo Tau Gak Sih, Kemarin Itu Gue Liburan Di Vila Nya Boma! Sumpah Tempatnya Itu Keren Bang---" Casilda Tidak Melanjutkan Bercerita Setelah Melihat Mira Menatapnya Tajam Dengan Raut Wajah Tak Suka.
" Mira Lo Kenapa? Kok Liatin Gue Kayak Gitu? " Tanya Casilda, Alisa Ikut Melirik Mira Yang Kini Terlihat Merengut.
" Kenapa Lo Gak Kasih Tau Kita Kalo Lo Pergi Liburan Sama Mereka? " Tiba – Tiba Saja Mira Membentak.
" Mira, Udah Dong Jangan Gitu! " Alisa Berusaha Menahan Mira Agar Tidak Bersikap Seperti Itu Kepada Casilda.
Wajah Casilda Yang Semula Terlihat Ceria Mendadak Berubah Menjadi Sedih Melihat Mira, Sahabatnya Kini Terlihat Kesal Padanya.
Casilda Termasuk Orang Yang Perasa Sehingga Di Perlakukan Seperti Itu Saja Sudah Mampu Membuatnya Ingin Menangis Namun Berusaha Di Tahan.
" Maafin Gue Ya Mira, Alisa. Gue Itu Lupa Banget Mau Kasih Tau Kalian, Padahal Gue Udah Mau Bilang Waktu Itu Tapi ... "
" Lo Berubah Semenjak Pacaran Sama Bian! " Mira Memotong Ucapan Casilda.
" Dulu Lo Apa – Apa Selalu Bareng Gue Dan Alisa! Sekarang Giliran Udah Punya Pacar Dan Gabung Sama Teman – Temannya Bian, Lo Lupain Kita Gitu Aja! b******k! " Gertak Mira Sangat Membuat Casilda Terkejut.
Untuk Pertama Kalinya Casilda Melihat Mira Sangat Marah Seperti Itu Kepadanya. Casilda Sampai Diam Tak Bergeming Karena Begitu Terkejutnya, Sedangkan Alisa Terlihat Berusaha Menahan Mira Agar Tidak Terus Membentak Casilda.
" Nih, Dari Adrian! " Dengan Kasar Mira Melemparkan Kotak Pemberian Adrian Ke Arah Casilda. Untungnya Dengan Sigap Casilda Menangkap Kotak Itu.
" Mira, Lo Kenapa Sampai Marah Banget Seperti Ini Sama Gue? Maafin Gue Ya? Gue Janji Kalau Di Ajak Jalan – Jalan Lagi Sama Bian Dan Teman – Temannya Akan Ajak Lo Dan Juga Alisa, Atau Kalo Perlu Gue Gak Usah Ikut Demi Kalian? " Ucap Casilda Dengan Lirih, Tampak Kesedihan Di Wajahnya. Casilda Sadar Bahwa Dirinya Telah Melakukan Kesalahan.
" Gak Perlu! Mulai Sekarang Terserah Lo Mau Ngapain Aja Gue Gak Perduli! " Tegas Mira, Ia Langsung Mengalihkan Pandangannya Ke Arah Lain. Menatap Wajah Casilda Hanya Membuatnya Merasa Sakit Hati.
Casilda Mendongakan Kepalanya Berusaha Menahan Air Matanya Yang Siap Tumpah, Ia Membalikan Badannya Ke depan Karena Terlihat Mira Tidak Ingin Menatapnya.
Disisi Lain, Alisa Kini Terlihat Bingung Harus Bagaimana. Dia Merasa Takut Jika Persahabatan Mereka Bertiga Akan Hancur Hanya Karena Lelaki Dan Kesalahfahaman.
“ Udah Dong, Mir. “ Alisa Mengusap Punggung Mira Untuk Menenangkan Gadis Yang Tengah Merengut Dengan Mata Berkaca – Kaca. Alisa Mengerti Kenapa Mira Marah Seperti Ini Karena Telah Terhasut Omongan Mery. Meskipun Begitu, Alisa Tidak Langsung Percaya Begitu Saja. Alisa Yakin Bahwa Casilda Bukanlah Pengkhianat Seperti Yang Mira Katakan.
**
WADUH! KIRA - KIRA APA YANG AKAN TERJADI BERIKUTNYA YA? DITUNGGU KELANJUTANNYA :)