CHAPTER 21

3705 Kata
Adrian Berjalan Sejajar Bersama Casilda Di Atas Pasir Pantai, Menikmati Alunan Bunyi Ombak Yang Memecah Keheningan Malam. " Duduk Dulu Pegel." Ucap Adrian, Ia Menghentikan Langkahnya Dan Memilih Duduk Di Atas Pasir Pantai Yang Terlihat Bersih. Casilda Pun, Mengikuti Saja Karena Dirinya Juga Merasa Kakinya Pegal Sejak Tadi Mengitari Pantai Bersama Adrian. " Adrian, Gue Boleh Tanya Sesuatu Gak? "  Casilda Bicara Dengan Sedikit Hati – Hati. " Gak Boleh! " Jawaban Adrian Membuat Casilda Terdiam Membisu. Tiba – Tiba Saja Adrian Tertawa Pelan Melihat Ekspresi Wajah Casilda Berubah Cemberut.  " Boleh Kok, Boleh. Tanya Aja. " Lanjutnya. " Menurut Lo, Sebenarnya Bian Itu Punya Perasaan Gak Sih, Sama Casie? " Tanya Casilda Sambil Memainkan Pasir Pantai. " Kenapa Tanya Gitu? " Adrian Bertanya. " Pengen Tau Aja. “ Tanya Casilda Masih Asik Memainkan Pasir.  “ Lo Kan, Temen Deketnya. Mungkin Saja , Lo Tau Sesuatu Gitu? " " Kalo Menurut Lo Sendiri Gimana? " Adrian Bertanya Balik. Casilda Melirik Adrian. " Kok, Lo Malah Tanya Balik, Sih! Nyebelin! " Bibir Casilda Mengerucut, Dia Berhenti Bermain Pasir. " Coba Tanya Bian Aja Langsung.  " Saran Adrian. " Gak Ah, Malu! " Casilda Menggeleng Cepat. " Bisa Malu Juga Lo! " Adrian Menyenggol Lengan Casilda Sedikit Kencang Hingga Gadis Itu Sedikit Terdorong Kesamping. " Rese Banget Sih, Lo! " Casilda Membalas Mendorong Adrian Seraya Tertawa. " Kok Lo Dorongnya Kenceng, Sih? " Adrian Kembali Membalas Mendorong Casilda.   Merasa Tak Mau Kalah, Casilda Pun Kembali Mendorong Tubuh Adrian. Sebelum Adrian Membalas Mendorongnya Lagi Dengan Sigap Casilda Langsung Berdiri Berniat Untuk Berlari. Namun Ketika Casilda Berdiri Dan Membalikan Badannya Untuk Berlari, Langkahnya Terhenti Saat Menabrak Sesuatu Di Hadapannya.   Bukk . . . " Aduh!! " Casilda Meringis Mengusap Dahinya, Ia Mendogakan Kepalanya Melihat Siapa Yang Baru Saja Dia Tabrak. Seketika, Ia Terkejut Melihat Bian Kini Berada Di Hadapannya.   Adrian Yang Tadinya Terduduk Kini Ikut Berdiri Saat Melihat Kedatangan Bian. " Bian? " Ucap Casilda Terkejut. Bian Terdiam Dengan Ekspresi Datarnya, Kedua Tangannya Ia Masukkan Ke Dalam Saku Celananya, Matanya Menatap Casilda Yang Kini Juga Ikut Menatapnya. " Ngapain? " Tanya Bian. Casilda Diam Karena Merasa Gugup. " Gue Habis Ajak Dia Lihat – Lihat Sekitar Pantai! " Jelas Adrian Yang Terlihat Santai Sambil Menunjuk Casilda Dengan Dagunya. " Bian Kamu Jangan Marah, Ya? Sumpah Aku Gak Ngapa – Ngapain Sama Adrian! Aku Cuma… " Belum Selesai Bicara, Bian Langsung Menyentil Kening Gadis Itu Dengan Tangannya. PLETAK . . . " Berisik! " Ucap Bian, Ia Tersenyum Tipis. " Gue Gak Marah, Bawel! " Gerutu Bian Membuat Nafas Casilda Lega. " Aku Kira Kamu Marah! Aku Udah Panik Banget! " Casilda Menarik Nafasnya, Lalu Membuangnya Dengan Perasaan Lega. " Ayo Masuk! Diluar Dingin! " Ajak Bian. Casilda Menurut Saja Dan Berjalan Di Samping Lelaki Itu Sedangkan Adrian Berjalan Di Belakang Mereka Berdua. " Gue Fikir Lo Hilang! " Celetuk Bian Berjalan Santai Menelusuri Pantai Menuju Ke Arah Villa. " Kalo Aku Hilang, Kamu Akan Cari Aku Gak? " Tanya Casilda. " Enggak. " Jawab Bian Seadanya. " Bohong! Ini Buktinya, Aku Gak Ada Di Kamar Aja Kamu Cariin Aku, Kan? " Bian Melirik Casilda Yang Berjalan Di Sampingnya, Tubuh Casilda Lebih Rendah Dari Bian Yang Cukup Tinggi, Dengan Begitu Bian Dapat Dengan Mudah Menoyor Pelan Kepala Casilda Membuat Langkah Gadis Itu Jadi Tak Seimbang.   " KALO UDAH TAU KENAPA TANYA LAGI! "  Seru Bian. Tentu Saja Kedatangannya Menghampiri Casilda Ke Pantai  Karena Mencari Gadis Itu. Jika Bukan, Bian Tidak Akan Keluar Tengah Malam Seperti Ini. " Ih Bian Rese! Sinih Gantian Aku Jitak Kepala Kamu! " Casilda Berusaha Melompat Agar Bisa Menoyor Kepala Bian Yang Lebih Tinggi Darinya. " Coba Aja Kalau Bisa! " Balas Bian Datar. Casilda Berjalan Seraya Melompat- Lompat. Dia Masih Berusaha Untuk Mencapai Kepala Bian Untuk Menoyor Balik, Membalas Perbuatan Lelaki Itu. Alhasil, Tidak Bisa Juga, Justru Casilda Malah Terjatuh Akibat Terselengkat Kakinya Sendiri.   BUKK . . . "AWW! " Ringis Casilda. Tangan Dan Lututnya Sedikit Berdarah Karena Terbeset.   Kaki Bian Berhenti Melangkah Menatap Casilda Yang Jatuh Tersungkur Di Tanah. " Aduh, Kaki Aku Sakit Nih, Bian! Susah Untuk Jalan! " Keluh Casilda Sedikit Berlebihan Agar Bian Mau Mengangkat Tubuhnya. " Bantuin Aku Dong. " Ucapnya Sedikit Manja. " Kuat Berdiri Gak? " Tiba – Tiba Saja Adrian Berlutut Di Hadapan Casilda. Dengan Polosnya Casilda Menggelengkan Kepalanya, Pertanda Ia Tidak Sanggup Untuk Berdiri. Setelah Mengerti Maksud Casilda, Adrian Berniat Untuk Mengangkat Tubuh Casilda, Namun Bian Menahannya. Bian Ikut Berlutut, Tangannya Menahan Adrian Yang Akan Menyentuh Casilda. Kedua Mata Mereka Kini Saling Bertabrakan, Sorot Mata Adrian Terlihat Tenang Sedangkan Bian Sedikit Menajam. " Gue Aja. " Ucap Bian. Sedetik Kemudian Bian Tersenyum Ke Arah Adrian Membuat Casilda Lega Karena Dia Fikir Sebelumnya Bian Akan Marah Kepada Adrian, Tapi Tidak. " Oke. " Adrian Segera Berdiri Membiarkan Bian Mengangkat Tubuh Casilda. Casilda Tersenyum Puas Ketika Bian Mengangkat Tubuhnya, Tangan Casilda Melingkar Di Leher Bian. Wajahnya Sangat Berdekatan Membuat Casilda Dapat Lebih Jelas Menikmati Wajah Memesona Bian Yang Selalu Saja Membuat Jantungnya Bergemuruh. " Bian, Kamu Keberatan Ya Angkat Aku? " Tanya Casilda Ketika Bian Sudah Melangkahkan Kakinya Untuk Menaiki Tangga Menuju Kamar. " Iya. " Singkat Bian. " Yaudah, Aku Turun Aja. " Badan Casilda Memberontak Ingin Segera Turun, Tetapi Bian Menahannnya, Ia Malah Semakin Kuat Mendekap Tubuh Casilda. " Bian, Kok Di Tahan? Tadi Katanya Keberatan? " Tanya Casilda Mendongakan Kepalanya Menatap Bian Yang Pandanganya Lurus Ke Depan. " Bawel! " Singkat Bian, Ia Malas Berdebat Dengan Gadis Itu.   **   Sampainya Di Kamar, Bian Merebahkan Tubuh Casilda Di Atas Kasur. Dia Segera Mengambil Kotak Obat Yang Tersedia Di Kamar Itu. Bian Kembali Mendekati Casilda Membawa Kotak Obat Itu, Ia Duduk Di Pinggir Kasur. " Sinih, Tangannya. " Bian Meraih Paksa Tangan Casilda Yang Terlihat Tergores Dan Ada Bercak Darah, Ia Mulai Membersihkan Luka Itu Dan Menambalnya Dengan Hansaplas. " Tekuk Lututnya. " Perintah Bian, Casilda Menurut Saja Untuk Menekuk Lututnya. Bian Segera Membersihkan Darah Dan Tanah Yang Menempel Di Lutut Casilda Setelah Itu Ia Melakukan Hal Yang Sama Menambal Hansaplas Diluka Itu. " Sekarang, Lo Harus Tidur! Jangan Berkeliaran Lagi. " Ucap Bian Seraya Membereskan Kotak Obat Itu Dan Meletakan Di Atas Meja Dekat Kasur. Pipi Casilda Terlihat Merah Merona Melihat Bian Memperlakukannya Begitu Baik Karena Mau Membersihkan Dan Mengobati Luka Nya. Bahkan, Luka Yang Terasa Perih Menjadi Kebal Saat Lelaki Itu Yang Mengobati. " Makasih Ya, Pacar! " Celetuk Casilda Masih Dengan Senyumnya Yang Mengembang. Bian Tersenyum Tipis Sebelum Akhirnya Menyentil Kening Casilda Untuk Yang Kesekian Kalinya Pada Hari Ini. " TIDUR! "  Setelah Selesai Bicara, Bian Segera Bangun Dan Meninggalkan Casilda Yang Meringis Akibat Keningnya Baru Saja Mendapat Hadiah Dari Bian.   Sepertinya Menyentil Kening Akan Sering Dilakukan Oleh Bian Kepada Casilda Mulai Saat Ini. " BIAN RESE BANGET, SIH! " Teriak Casilda. " Bodo! " Sahut Bian Seraya Menjatuhkan Tubuhnya Di Atas Sofa. " SELAMAT MALAM BIAN. " Ucap Casilda Sebelum Akhirnya Memejamkan Mata. " Bawel! " Celetuk Bian Yang Belum Juga Memejamkan Matanya.   **   Pagi Yang Sangat Cerah, Matahari Memancarkan Sinar Terbaiknya Menerobos Masuk Ke Dalam Kamar Melalui Celah Jendela Yang Terbuka Membuat Bian Terbangun Karena Merasa Silau. Bian Terbangun Duduk, Ia Melihat Sekelilingnya Tidak Menemukan Gadis Yang Menurutnya Sangat Cerewet Itu.  Bian Segera Turun Dari Sofa Dan Memilih Untuk Mandi Terlebih Dahulu Sebelum Akhirnya Turun Ke Lantai Bawah. Di Sana Sudah Terlihat Casilda Dan Teman – Temannya Tengah Sarapan Pagi Bersama Di Meja Makan. " Nah Itu Dia, Udah Bangun. " Celetuk Boma Melihat Kedatangan Bian. Casilda Yang Sedang Makan Segera Berdiri, Lalu Menarik Salah Satu Kursi Di Sampingnya Untuk Bian Agar Duduk Di Sebelahnya, Tak Lupa Ia Menyambut Kedatangan Lelaki Itu Dengan Senyuman Paling Manis.   " SELAMAT PAGI BIAN, PACARKU YANG PALING ...."   PLETAK . . . " Berisik! " Ucap Bian Seraya Menyentil Kening Casilda, Membungkam Gadis Itu Untuk Melanjutkan Ucapannya. " Ih Bian, Kamu Kok Gitu, Sih? " Casilda Mengusap Keningnya Yang Baru Saja Di Sentil Oleh Pacarnya Itu.    Bian Langsung Mengambil Posisi Duduk Disampingnya. " Siapa Yang Nyiapin Semua Ini? " Tanya Bian Melihat Ada Banyak Makanan Di Atas Meja Yang Sudah Tertata Rapih. " Tuh. " Delon Yang Sedang Mengunyah Roti Menunjuk Ke Arah Casilda Menggunakan Dagunya. " Oh. " Singkat Bian. " Aku Sengaja Bangun Lebih Awal Untuk Buatin Kalian Sarapan! " Celetuk Casilda. " Bagus. " Sahut Bian. " Udah Cocok Jadi Calon Istri Yang Baik, Kan? " Tanya Casilda, Ia Memiringkan Duduknya Menghadap Bian. " UDAH KOK! " Melihat Bian Sangat Lamban Menjawab Delon Langsung Menyahut Saja. " Tuh Kan, Delon Aja Setuju! Kamu Mah, Lelet Kalo Ngomong! " Casilda Mendengus Kesal, Ia Kembali Menghadap Depan. " Delon, Nanti Casie Nikah Sama Delon Aja, Deh! " Celetuk Casilda. " SIAP CASILDA! Nanti Kita Nikah Di Luar Negri Ya Biar Lebih Keren. " Sahut Delon Penuh Semangat.   “ Ide Bagus. “ Casilda Mengangguk Setuju. Meskipun Dia Hanya Sedang Bercanda. " Terserah. " Jawab Bian Seadanya Membuat Casilda Mendecak Sebal. " Bian? Lo Tau Gak? “ Ucap Boma Menatap Bian Yang Duduk Berhadapan Dengannya. “ Tadi Itu Kita Mau Bangunin Lo, Tapi Dilarang Sama Casilda! " Celetuk Boma. " Kenapa? " Bian Bertanya. " Kata Dia ‘Jangan Ada Yang Ganggu Bian Tidur!’ " Sahut Nugi Menirukan Suara Casilda. " Tapi, Yang Paling Ngeselinnya Itu…” Boma Menyipitkan Matanya Menatap Casilda. “  Pacar Lu, Si Casilda Malah Gangguin Kita Berempat! Dia Teriak – Teriak Sambil Gedor Pintu Kamar Untuk Bangunin Gue, Adrian, Delon Dan Nugi! " Jelas Boma Sambil Geleng – Geleng. " Giliran Pacarnya Sendiri Gak Boleh Di Ganggu Tidurnya! " Tambah Boma. Casilda Terkekeh " Boma Lemes, Nih! " " Habisnya Gue Kesel, Lagi Mimpi Terbang Ke Atas Awan Naik Karpet Ajaib Sama Bidadari Eh Dibangunin! " Keluh Boma Disambut Tawa Yang Lainnya. " Oh Iya, Mery Dan Teman – Temannya Gimana? " Tanya Casilda, Ia Sedikit Mengkhawatirkan Mereka. " Terserah Lo Sekarang Maunya Gimana? " Ucap Adrian. " Lepasin Aja Mereka, Kasihan! Yang Penting Kan, Sekarang Mereka Udah Dapat Balasannya! " Ucap Casilda Berbesar Hati. " Biarin Aja Sih, Lepasinnya Nanti Aja Pas Mau Pulang! " Saran Nugi. " Gak Apa – Apa. Lepasin Sekarang Aja! Kasihan Pasti Mereka Lapar, Nanti Kalo Mereka Mati Gimana? " Ucap Casilda Merasa Tak Tega. " Iya Juga. Nanti Kita Jadi Tersangka Pembunuhan! " Seru Boma. " Yaudah, Sekarang Gue Mau Lihat Mereka. " Delon Yang Sudah Selesai Makan Bangun Dari Duduknya Berjalan Menuju Gudang Untuk Melihat Keadaan 3M. ** Delon Membuka Pintu Gudang Yang Terkunci, Terlihat Mery Dan Kedua Temannya Terduduk Lemas Dengan Wajah Memelas. Mereka Tidak Tidur Semalaman Karena Banyak Nyamuk. Ketika Melihat Pintu Terbuka, Mereka Bertiga Segera Bangkit Dan Keluar Dari Gudang Itu. " Delon Lo Bener – Bener Nyebelin! " Gerutu Mery Menatapnya Tajam. " Ayo Ikut Gue! " Ajak Delon Berjalan Mendahului Mereka. " Mau Kemana? " Tanya Mery Curiga, Ia Takut Jika Di Jebak Lagi. " Makan! Lo Semua Pada Laper, Kan? " Ujar Delon, Akhirnya Mereka Mengikuti Lelaki Itu Menuju Ruang Makan. " Kalau Bukan Karena Casilda Berbaik Hati Sama Kalian! Gak Akan Gue Lepasin Lo Semua! " Terang Delon. Delon Baru Saja Datang Bersama 3M Menuju Ruang Makan. Terlihat Disana Ada Casilda Dan Yang Lainnya Tengah Berbincang – Bincang. Melihat Kedatangan Mereka, Casilda Segera Menyambut. " Hai 3M? Selamat Datang! " Ucap Casilda Lembut, Tapi Bagi 3M Itu Adalah Sebuah Ejekan Kepadanya Sehingga Mereka Menatap Casilda Dengan Kesal. " Oh Iya, Kalian Sarapan Dulu Ya. Itu Masih Ada Banyak Makanan! " Ucap Casilda Menyuruh Mereka Duduk . Sebenarnya 3M Sangat Merasa Gengsi Jika Harus Menerima Tawaran Casilda, Tapi Disisi Lain Mereka Sudah Merasa Sangat Lapar Dan Tidak Tahan Lagi Untuk Memakannya. Dengan Lahap Mereka Segera Menyantap Makanan Seadanya. Setelah Selesai Makan, Mery Memperhatikan Casilda Yang Duduk Disebelah Bian. Mery Bersumpah Akan Membalas Semua Perbuatan Casilda , Rasa Dendamnya Kian Membara. " Kenapa Lo Tega Ngelakuin Ini Semua Sama Kita? " Celetuk Mery Yang Tertuju Kepada Casilda. " Maksudnya? " Tanya Casilda Tak Mengerti. " Gak Usah Sok Polos! Gue Jijik Liatnya! " Mery Mencibir, Bahkan Ada Bian Pun Gadis Itu Tidak Segan Memaki Casilda. Keadaan Ruang Makan Kini Menjadi Memanas Setelah 3M Ikut Bergabung, Bian Terlihat Kesal Melihat Mery Berbicara Lancang Seperti Itu. Tangannya Sudah Terkepal Kuat, Namun Bian Berusaha Menahan Karena Bagaimana Pun Yang Ia Hadapi Saat Ini Adalah Seorang Perempuan. " Selain Lo Cewek Kegatelan, Ternyata Lo Juga Berjiwa Iblis! " Seru Mery Penuh Penekanan. Tiba – Tiba Saja Wajah Mery Disiram Air Oleh Lelaki Yang Duduk Bersebrangan Dengannya Yang Kini Menatapnya Dengan Tajam. Mery Terlihat Gelagapan Dan Terkejut. " APA YANG LO OMONGIN TADI ADALAH CERMINAN DIRI LO SENDIRI! " Tegas Adrian Yang Baru Saja Menyiram Segelas Air Kewajah Mery Membuat Seisi Ruangan Tercengang Melihat Adrian Bersikap Seperti Itu. Bian Dan Teman – Temannya Sangat Terkejut Melihat Adrian Yang Biasanya Selalu Bersikap Tenang, Tiba – Tiba Saja Mendadak Arogan Seperti Itu. Sungguh Di Luar Pemikiran.   Perlahan Air Mata Mery Mengalir Begitu Saja Bersamaan Dengan Rasa Terkejutnya. " JAGA UCAPAN LO! " Ucap Adrian Masih Tertuju Kepada Mery, Setelah Itu Ia Bergegas Pergi Meninggalkan Ruangan Itu. Dia Tidak Perduli Kini Wanita Itu Tengah Menangis Karena Dirinya. " Waktunya Untuk Bersenang – Senang! Ayo Kawan – Kawan Kita Ke Pantai! " Teriak Boma Memecahkan Suasana Tegang Diruangan Itu. " AYO! " Delon Segara Bangun Di Ikuti Nugi Dan Boma. " Ayo Bian, Casilda Kita Ke Pantai! " Ajak Boma Yang Sudah Berjalan Lebih Dulu. Bian Bangun Dari Duduknya, Ia Menarik Tangan Casilda Agar Segera Bangun Dan Pergi Meninggalkan Para Wanita Tak Berperasaan Itu. " Ayo! " Ajak Bian, Tapi Casilda Menahan Diri Karena Tidak Tega Melihat Mery Saat Ini Tengah Menangis Akibat Perbuatan Adrian Yang Cukup Mengagetkan Gadis Itu. " Casilda! Ayo Bangun! " Bian Memaksa Casilda Untuk Berdiri. Mata Casilda Masih Menatap Ke Arah Mery Dan Teman – Temannya. “ Mery, Maafin Adrian Ya? “ Ucap Casilda Merasa Tidak Enak Hati. “ Kalian Semua Sarapan Dulu, Ya? Nanti Ikut Nyusul Ke Pantai? “ Lanjutnya, Mengajak 3M Ikut Serta Bergabung Ke Pantai.   “ Casilda Gak Usah Perduliin Mereka! “ Bian Terus Saja Menarik Tangan Casilda Agar Bergerak Melangkah. “ Ayo Casilda! “ " Iya, Bian. " Akhirnya, Casilda Segera Bangun Dari Duduknya Dan Mengikuti Bian Yang Menarik Tangannya Keluar Villa Menuju Pantai. " AAAA DASAR b******k! " Teriak Mery Ketika Casilda Dan Yang Lainnya Pergi, Ia Menangis. Mery Benar – Benar Merasa Di Permalukan Didepan Banyak Orang. " Sabar Mery! Sabar! " Mela Berusaha Menenangkan Sahabatnya Itu. " Kita Akan Balas Semua Ini! " Sahut Meicha Menatap Tajam Kepergian Casilda.     Mery dan Teman – Temannya Malah Semakin Benci Pada Casilda. Padahal, Gadis Itu Sudah Berusaha Menunjukkan Sikap Baik Kepada Mereka Meskipun 3M Selalu Saja Mencari Masalah Kepada Casilda. Hati Mereka Yang Sudah Di Selimuti Awan Hitam, Membuat 3M Tidak Pernah Menerima Kebaikan Yang Casilda Tujukkan Kepada Mereka.   **   Angin Laut Berhembus Kencang Menerpa Siapapun Yang Berada Di Sana. Derasnya Bunyi Air Laut Dan Ombak Bergulung Saling Berkejaran Menerjang Tepi Pantai Serta Suara Kicauan Burung Yang Berterbangan Menambah Suasana Saat Ini Semakin Ramai. Bian Dan Teman – Temannya Berlarian Menerjang Ombak Yang Tidak Terlalu Tinggi Dengan Penuh Riang Dan Tawa. Mereka Asik Bermain Di Gulungan Ombak Itu Menikmati Suasana Pagi Yang Sejuk Saat Ini. Casilda Juga Ikut Serta Bersama Mereka. Keadaan Di Pantai Saat Ini Tidak Terlalu Ramai Hanya Beberapa Pengunjung Yang Memiliki Villa Menghadap Ke Pantai Juga Seperti Villa Milik Keluarga Boma.   Terlihat Di Sana Juga Ada Beberapa Pedagang Kecil Yang Berada Di Daratan Dekat Pantai. " WOY SAY HAI DONG GUE LAGI BIKIN SNAP, NIH! " Teriak Nugi Dengan Ponsel Yang Sudah Melekat Di Tangannya, Ia Selalu Saja Mengabadikan Setiap Moment Dengan Membuat Snap Di Instagramnya Seperti Anak Muda Pada Umumnya.   Nugi Merekam Siapa Saja Yang Bersamanya Saat Ini. " HAI GAES KITA LAGI DI PANTAI NIH, LAGI BERANTEM SAMA OMBAK! " Sahut Boma Mendekati Nugi Sambil Melambaikan Tangan Ke Arah Kamera Ponsel Nugi Agar Dirinya Ikut Terekam Dalam Snap Nugi. " Udah Ayok Main Air Lagi, Jangan Main Hp Nanti Basah! " Ujar Delon Kepada Nugi Yang Sibuk Merekam. " Tenang Aja Hp Gua Anti Air Dan Anti Ombak! " Jawab Nugi Asal. " Dasar Gila! " Mereka Asik Bermain Di Pinggir Pantai. Casilda Mendorong Tubuh Boma Hingga Terjatuh Bahkan Terseret Ombak. Lelaki Berkepala Botak Yang Sudah Mulai Di Tumbuhi Sedikit Rambut Itu Meminta Tolong Kepada Teman – Temannya, Namun Tidak Ada Yang Berniat Membantunya Bahkan Malah Mentertawakannya. Benar – Benar Menyebalkan!     " BOMA HANYUT KAYAK PLASTIK SAMPAH! " Teriak Delon Di Selingi Tawa. " ANAK SETAN LO SEMUA! Gue Ke Seret Ombak Bukannya Di Tolongin! Kalo Gue Hanyut Ke Tengah Laut Gimana, Hah? " Omel Boma Yang Sudah Kembali Ke Pinggir Pantai Dengan Nafas Sedikit Terengah. " Maaf Ya, Boma! HA HA HA.  " Ucap Casilda Di Lanjuti Tawa. " TIADA MAAF BAGI MU! " Jawab Boma. Tentu Saja Ia Tidak Benar – Benar Marah Hanya Bercanda Saja. " Tenang Boma! Kali Ini, Gue Berada Di Pihak Lo! Ayo, Kita Balas Perbuatan Casilda ! " Ucap Delon Membela Boma Sambil Mengedipkan Matanya Setelah Itu Ia Berjalan Mendekati Casilda Yang Kini Terlihat Ketakutan.  Tiba – Tiba Saja, Delon Menggendong Tubuh Casilda Dan Ia Bawa Sedikit Ke Tengah Laut Membuat Gadis Itu Menjerit Ketakutan. " Delon Turunin, Gue Takut! AAAA… " Teriak Casilda Berusaha Untuk Turun, Tetapi  Delon Mendekapnya Dengan Kuat . " HA HA HA. RASAIN TUH, CASIE... " Boma Terlihat Senang Melihat Kini Casilda Merasakan Apa Yang Tadi Ia Alami. " BOMA MAAFIN GUE! SURUH DELON TURUNIN GUE! " Teriak Casilda Meminta Tolong, Tetapi Boma Dan Yang Lainnya Sibuk Tertawa. " Bian Awas Aja Kalo Lo Tolongin Casilda. Nanti Malam Akan Tidur Di Luar! " Ancam Boma, Mentang – Mentang Itu Villa Milik Keluarganya. " BIAN TOLONGIN AKU! " Casilda Terus Saja Berteriak Meminta Bantuan, Tapi Tidak Ada Yang Menggubrisnya.  Bian Sendiri Sebagai Pacarnya Hanya Tertawa Saja Membiarkan Teman – Temannya Itu Mengerjainya. Entah Ia Terlalu Cuek Atau Memang Tidak Perduli. Nugi Dan Boma Kini Berjalan Menghampiri Delon Yang Sudah Menurunkan Casilda. Mereka Berempat Saling Bercanda Dan Berusaha Membenamkan Nugi Yang Sejak Tadi Belum Terkena Sasaran.  Berbeda Dengan Mereka Berempat,  Bian Dan Adrian Kini Memilih Untuk Berada Di Pinggir Pantai Saja. Bagi Mereka Berdua Yang Memiliki Sikap Cuek, Melihat Aksi Gila Teman – Temannya Saja Sudah Membuat Mereka Senang Dan Tertawa.   " Lo Gak Ada Niatan Ikut Gila Kayak Mereka? " Tanya Adrian Yang Berdiri Di Sebelah Bian. Bian Tersenyum Tipis. " Lo Sendiri Gimana? " Bian Malah Bertanya Balik Membuat Adrian Tertawa. Belum Sempat Adrian Menjawab, Casilda Datang Menghampiri Mereka Berdua Dengan Wajah Merengut Dan Nafas Terengah Karena Sejak Tadi Ia Terus Saja Bermain Saling Menenggelamkan Diri Kedasar Laut Bersama Delon, Nugi Dan Boma. " Bian Kok Tadi Kamu Gak Tolongin Aku, Sih! Delon Udah Bikin Aku Kelelep Di Laut Tadi! " Keluh Casilda Dengan Wajah Merengut Membuat Bian Malah Tersenyum Tipis. " Kayaknya, Ini Saat Nya Kita Untuk Gila! " Ajak Adrian Melirik Bian. Tentu Saja Maksud Adrian Adalah Membalas Perbuatan Delon Yang Tadi Telah Membuat Casilda Ketakutan. " BAIKLAH!! " Sahut Bian. Tanpa Menjawab Keluhan Casilda, Bian Dan Adrian Langsung Berlari Sedikit Ketengah Laut Mendekati Delon Yang Masih Asik Bermain Bersama Nugi Dan Boma. " Heh? Kalian Mau Kemana Kok Casie Di Tinggal? " Casilda Hanya Melongo Saja Melihat Kedua Lelaki Yang Sejak Tadi Hanya Santai Di Pinggir Pantai Kini Berlari Ketengah Laut. " Ini Pembalasan Karena Lo Udah Isengin Casilda! " Kata Adrian Yang Baru Saja Sampai Di Dekat Delon Dan Langsung Membenamkan Kepala Lelaki Itu Ke Dasar Laut. " Rasakan Ini! " Bian Juga Ikut Ambil Bagian Meneggelamkan Tubuh Delon Berkali – Kali Ke Dasar Laut Hingga Lelaki Itu Sedikit Sulit Bernafas. " AMPUN BIAN! GUE GAK AKAN MACAM – MACAM SAMA PACAR LO LAGI! " Teriak Delon Saat Kepalanya Terangkat Ke Udara, Namun Setelah Itu Ia Kembali Di Tenggelamkan Oleh Adrian.   Boma Dan Nugi Ikut Serta Menenggelamkan Delon.   " UDAH WOI! HIDUNG SAMA MATA GUA PERIH! " Teriak Delon Meminta Ampun. Dia Jadi Menyesal Karena Tadi Telah Membela Boma Dengan Cara Menenggelamkan Casilda Dan Kini Justru Setelah Bian Menenggelamkan Delon Ternyata Si Boma Tidak Membelanya, Tetapi Si Boma Malah Ikut – Ikutan Menenggelamkannya.   " Sekarang Giliran Boma! " Bian Beralih Menenggelamkan Boma Di Ikutin Yang Lainnya. Delon Pun Ikut Semangat Menenggelamkan Boma.   " WOY AMPUN! AIR LAUTNYA ASIN MASUK KE MULUT GUA! " Teriak Boma Tak Sengaja Menelan Air Laut Itu. " Kalo Manis Namanya Air Gula! " Celetuk Nugi. " Udah Woy! Airnya Ketelen Terus Nih, Mana Tadi Gua Habis Kencing Lagi! Setan Gue Minum Air Kencing Sendiri! " Gerutu Boma Membuat Yang Lainnya Langsung Berlari Ke Pinggir Pantai Setelah Mengetahui Boma Baru Saja Buang Air Kecil Di Laut Itu Yang Artinya Saat Ini Mereka Semua Sudah Terkena Air Bekas Kencing Boma. " BOMA IBLIS! " Teriak Delon Sambil Berlari Dengan Langkah Kaki Berat Di Air, Ia Berusaha Mencapai Pinggir Pantai Dengan Segera Bersama Yang Lainnya. " Casilda Cepat Naik Ke Pinggir Pantai, Jangan Deket – Deket Boma Dia Abis Kencing! Anak Iblis Emang Itu Dia! " Perintah Delon Dan Casilda Segera Mengikuti. Disisi Lain Boma Kini Tertawa Puas Melihat Teman – Temannya Berlari Terbirit – b***t, Ia Tertawa Keras Sampai Akhirnya Kembali Buang Air Kecil Di Tempat Itu Lagi. " MAMPUS LO SEMUA KENA AIR KENCING GUA!  HA HA HA. " Teriak Boma Dengan Senang Hati. " Harus Mandi Kembang Tujuh Rupa Nih, Gue! " Delon Terus Saja Menggerutu Kesal Dan Mengutuk Perbuatan Boma Yang Sangat Tercela Itu. " Boma Otaknya Sebesar Kacang Tanah! " Bian Juga Ikut Mengeluh, Ia Duduk Di Atas Pasir Pantai Diikuti Yang Lainnya. Mery Dan Teman – Temannya Kini Berada Tidak Terlalu Jauh Dari Bian Dan Yang Lainnya. 3M Hanya Bisa Memandangi Mereka Yang Kini Terlihat Asik Dan Bahagia Menikmati Liburan, Tetapi Tidak Dengan 3M.    Mereka Bertiga Malah Merasa Jenuh Dan Sengsara.   " Gue Gak Akan Biarin Casilda Terus Bahagia! " Ujar Mery Dengan Tatapan Penuh Kebencian Melihat Casilda Duduk Manis Di Antara Bian Dan Teman – Temannya.  Mery Merasa Gadis Itu Sangat Beruntung Bisa Dekat Dengan Bian Sekaligus Teman – Temannya. Tidak Seperti Dirinya. " Lo Harus Segera Fikirkan Rencana, Mer! " Sahut Meicha. "Gue Udah Punya Rencana! Lo Tenang Aja! " Jawab Mery. " Bagus! Tinggal Tunggu Waktunya Aja! Kita Siap Bantuin Lo Kok! " Ucap Mela Penuh Antusias. " Ayo Kita Cabut Dari Sini! " Ajak Mery Yang Sudah Muak Berada Disana. 3M Memilih Untuk Segera Pulang Sebelum Dirinya Di Perlakukan Buruk Lagi Oleh Delon Dan Yang Lainnya. ** SI BOMA BENAR - BENAR SELALU MEMBUAT KERUSUHAN!  DITUNGGU KELANJUTANNYA YA :)
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN