CHAPTER 14

2002 Kata
Setelah Sampai Di Rumah Casilda, Adrian Membantu Gadis Malang Itu Berjalan Masuk Ke Dalam Rumahnya, Membukakan Pagar Rumah Casilda Dan Ikut Menemani Casilda Masuk Ke Dalam. Lelaki Itu Bersikap Begitu Baik Kepada Casilda, Perempuan Yang Cinta Mati Dengan Sahabatnya Itu. Adrian Senang Melakukan Itu Karena Ia Tidak Ingin Gadis Yang Baik Untuk Sahabatnya Itu Kenapa – Kenapa.   " Sampai Di Sini Aja, Adrian. Makasih Ya, Maaf Udah Ngerepotin. " Ucap Casilda Yang Kini Sudah Berada Di Depan Pintu Rumahnya. " Lo Mau Mampir Dulu? "   Adrian Berfikir Sebentar Sebelum Akhirnya Mengangguk. " Boleh Deh. " Ucapnya, Kemudian Mengikuti Casilda Yang Kini Melangkah Masuk Ke Dalam Rumah.   " Adrian, Tunggu Di Sini Ya. Casie Mau Ganti Baju Dulu. " Ucapnya, Suaranya Masih Terdengar Lemas.   " Iya. " Adrian Berjalan Duduk Di Ruang Tamu Menunggu Casilda Di Sana.     Casilda Berjalan Ingin Menaiki Tangga Menuju Kamarnya Di Lantai Atas, Namun Langkahnya Terhenti Ketika Melewati Dapur. Di Sana Ada Ibunya Yang Tengah Membuat Sesuatu. Mina Yang Melihat Putri Satu – Satunya Itu Sudah Pulang Sekolah, Dengan Semangat Berjalan Menghampiri Casilda Dengan Membawa Piring Yang Berisi Kue Warna – Warni Yang Baru Saja Ia Buat.   " Casie… Tunggu Sebentar. Nih, Lihat. “ Mina Bicara Sambil Menatap Kue Di Piring Yang Dia Bawa. “ Mamah Habis Bikin Kue Dengan Resep Terbaru! " Seru Mina. Dengan Terpaksa Casilda Menghentikan Langkahnya Ketika Ibunya Itu Memanggil Dan Berjalan Mendekati Nya.   " Ini Rasanya Enak Banget Loh, Mamah Namain Kue Pelangi Karena…" Mina Berhenti Bicara Ketika Melihat Wajah Putri Semata Wayangnya Itu Terlihat Memar Dan Lebam.   " YA AMPUN CASILDA! " Teriak Mina Dengan Terkejut, Ia Segera Meletakan Piring Itu Di Meja, Lalu Kembali Berjalan Mendekati Casilda Dan Langsung Memeluk Anaknya Itu Dengan Erat. Sedangkan Casilda Sendiri Kini Menangis Di Pelukan Ibunya Itu.   Mina Melepaskan Pelukannya, Menatap Sendu Wajah Casilda. " Kamu Kenapa Casilda?  Cerita Sekarang Juga Sama Mamah! "  Mina Hampir Saja Terkena Serangan Jantung Mendadak Karena Sangat Terkejut Dan Khawatir Melihat Keadaan Anaknya Saat Ini.     Adrian Berjalan Mendekat Ke Arah Sumber Suara Yang Kini Terdengar Sedikit Berisik Karena Tadi Ibunya Casilda Berteriak. Adrian Berdiri Di Dekat Dapur Dengan Maksud Untuk Melihat Apakah Terjadi Sesuatu Atau Tidak. Adrian Berdiri Di Balik Dinding Mengintip Casilda Dan Ibunya Yang Saat Ini Tengah Berbicara.   Casilda Menangis Sambil Menggelengkan Kepalanya. " Casie… Gak… Apa – Apa Kok, Mom. " Jawab Casilda Terbata – Bata Sambil Menahan Isak Tangisnya.   " Siapa Yang Udah Ngelakuin Ini Sama Kamu, Nak? Kenapa Tega Sekali? " Nada Bicara Mina Terdengar Begitu Lembut, Ia Mengusap Kepala Casilda, Matanya Mulai Di Genangi Air Melihat Casilda Terluka Seperti Itu.   Casilda Menundukkan Kepalanya Sambil Mengusap Air Matanya. " Momom…" Panggil Casilda Sambil Mendongakan Kepalanya Menatap Mina.   " Apa Casie? "   " Emang Salah Ya Kalo Casilda Mencintai Seseorang? " Tanya Casilda Dengan Bibirnya Berkedut.   Mina Menggeleng Cepat, Menatap Putrinya Yang Terlalu Polos Dan Jujur Terhadap Perasaannya. Mina Faham Betul Anaknya Itu Sangat Perasa Dan Tulus.   " Enggak Salah Kok, Sayang. " Tangan Mina Terus Saja Mengelus Kepala Casilda. " Tapi Kenapa Mereka Jahat Mom Sama Casilda! Mereka Suruh Casilda Berhenti Ngejar Bian Dengan Cara Melakukan Ini Kepada Casie? " Tanya Nya Sambil Terisak, Air Matanya Tak Berhenti Mengalir.   Hati Mina Terasa Sakit Mendengar Anaknya Telah Di Perlakukan Seperti Itu Oleh Orang Lain Sedangkan Mina Sendiri Saja Sebagai Orang Tuanya Tidak Pernah Memukul Anak Nya Sendiri. Mina Mulai Menitikan Air Matanya, Ia Sedih Casilda Harus Mengalami Kejadian Seperti Ini.   " Kamu Gak Usah Takut, Ya. Gak Ada Yang Bisa Menghentikan Kamu Untuk Mendapatkan Apapun Yang Kamu Mau. Mamah Selalu Dukung Kamu! " Seru Mina, Jari Telunjuknya Menyentuh Pelan Hidung Mancung Casilda. Mina Berusaha Tersenyum Meskipun Kesedihan Terlukis Jelas Di Wajah Seorang Ibu Yang Anaknya Di Perlakukan Buruk Seperti Itu.    " Kamu Harus Kejar Cinta Kamu! " Seru Mina Berusaha Menyemangati Casilda.   Perlahan Casilda Tersenyum, Ibunya Itu Selalu Saja Bisa Membuatnya Kembali Tersenyum Ketika Dalam Keadaan Terpuruk. Mina Memang Selalu Mendukung Apapun Yang Putrinya Itu Lakukan, Ia Tidak Pernah Melarang Apalagi Soal Urusan Hati.   " Besok Mamah Akan Ke Sekolahan. Mamah Akan Tuntut Mereka Yang Udah Melakukan Ini Kepada Kamu! " Tegas Mina Yang Merasa Kesal Kepada Manusia Berkelakuan Buruk Seperti Itu.   Casilda Menggeleng Cepat. " Jangan Momom! Jangan! " Casilda Melarang Ibunya Yang Akan Datang Ke Sekolah Besok Untuk Melaporkan Hal Ini.   " Casie Mohon, Mom. Jangan Laporin Masalah Ini Ke Kepala Sekolah Karena Percuma Aja Mom. " Terang Casilda. " Loh, Emang Kenapa? " Tanya Mina Tak Mengerti. " Karena Orang Yang Pukulin Casilda, Orang Tuanya Adalah Donatur Dana Terbesar Di Sekolah Itu Dan Salah Satu Dari Mereka Paman Nya Kepala Sekolah Di Tempat Casilda, Mom. " Jelas Casilda.   Tentu Saja 3M Selalu Bersikap Seenaknya Kepada Siapapun Di Sekolah Karena Merasa Orang Tua Mereka Bertiga Adalah Orang Penting Disekolah Itu. Apalagi, Paman Nya Mery Memiliki Jabatan Sebagai Kepala Sekolah Di Tempat Itu. Hal Itu Menjadi Kekuatan Mereka Dan Di Salahgunakan Oleh 3M Untuk Membully Siapapun Yang Menurutnya Menyebalkan, Termasuk Casilda Saat Ini.   " Terus Kenapa? Kamu Fikir Mamah Takut! " Mina Bertelak Pinggang Memasang Wajah Menantang.   " Biarpun Paman Nya Kepala Sekolah Di Sana, Mamah Gak Takut! Enak Aja Tuh Mereka Udah Nyakitin Anak Mamah, Terus Di Biarkan Saja Gitu? " Mina Menggelengkan Kepalanya. " Gak Bisa! Pokoknya, Gimana Pun Caranya Mamah Akan Tuntut! Kita Sewa Pengacara Kalau Perlu! " Tegas Mina Tak Terima Casilda Menerima Perlakuan Seperti Ini. Dia Akan Memperjuangkan Keadilan Demi Anak Semata Wayangnya.   Mina Memegang Kedua Bahu Casilda. " Gak Ada Yang Boleh Nyakitin Kamu Selama Mamah Masih Ada Di Dunia Ini! " Ucap Mina Serius Membuat Casilda Tersenyum Bangga.   " Casilda Seneng Momom Sayang Banget Sama Aku, Tapi Casie Mohon, Mom. Jangan Ke Sekolah, Yah? Urusannya Pasti Panjang, Mom! Casilda Kan, Udah Kelas Dua Belas. Sebentar Lagi Juga Udah Lulus Dan Terlepas Dari Mereka. "   " Jadi, Kali Ini Maafin Mereka Ya, Mom. " Ucap Casilda Berusaha Menahan Ibunya Untuk Melakukan Hal – Hal Yang Tak Di Inginkan Meskipun Itu Untuk Kebaikannya.   Casilda Tidak Ingin Memperpanjang Hal Ini, Meskipun Ia Tau Sebenarnya Ini Adalah Masalah Serius Yang Harus Ditangani.   Akhirnya, Mina Menyerah Dan Menuruti Kemauan Anaknya Itu. " Yaudah, Kali Ini Aja Ya? Kalau Besok Mereka Macam – Macam Sama Kamu Lagi, Mamah Gak Akan Maafin! Nanti Mamah Akan Laporin Ke Polisi Dan Sewa Pengacara! Kalau Perlu Nanti Akan Mamah Laporin Ke KOMNAS HAM DAN PERLINDUNGAN ANAK !" Mina Terus Saja Menggerutu Kesal.   " Iya Momom, Sayang. " Casilda Langsung Memeluk Ibunya Itu, Rasa Sakitnya Menghilang Begitu Saja Ketika Sudah Berada Di Dekat Mina. Dia Merasa Tenang Dan Hangat Berada Di Dalam Dekapan Ibunya.   " Tuh Kan, Mamah Sampai Lupa Mau Obatin Kamu. " Ujar Mina.   " Yaudah, Ayo Obatin Aku Mom. "   " Kamu Duduk Dulu, Ya. Mamah Ambilin Kotak Obat. " Mina Segera Pergi Mengambil Kotak Obat.   Sedangkan Adrian Yang Sejak Tadi Menguping, Kini Segera Kembali Ke Ruang Tamu Sebelum Keberadaanya Di Ketahui Oleh Casilda Dan Ibunya. Adrian Sudah Tahu Siapa Dalang Yang Telah Membuat Casilda Seperti Itu Setelah Mendengar Apa Yang Tadi Casilda Jelaskan Kepada Ibunya.   " Keterlaluan! " Seru Adrian Merasa Kesal Dengan 3M.   Mina Kembali Datang Mendekati Casilda Membawa Kotak Obat. Ia Mulai Membersihkan Dan Mengompres Beberapa Luka Lebam Di Wajah Nya Casilda.  " Papah Kemana, Mom? " Tanya Casilda.   " Oh, Iya. Mamah Lupa Kasih Tau. Tadi Pagi Papah Kamu Pergi Ke Semarang Karena Ada Urusan Pekerjaan Untuk Beberapa Hari. " Jelas Mina. Casilda Mengannguk Faham Karena Sudah Biasa Papahnya Sibuk Kerja Dan Berpergian Ke Luar Kota.   " Ya Ampun, Mom! Aku Lupa! " Casilda Menepuk Jidatnya Saat Mengingat Adrian Yang Kini Tengah Menunggunya Di Ruang Tamu. " Ada Temen Aku Di Ruang Tamu. Dia Yang Udah Anterin Aku Pulang. " Jelas Casilda Tersontak Kaget.   " Ih, Kamu Gimana, Sih? Anak Orang Di Tinggalin Aja, Gak Di Kasih Minum Lagi! Casie.... Casie! " Mina Menggeleng Heran Dengan Casilda Yang Terkadang Mudah Sekali Lupa.   Setelah Selesai Di Obati Dan Sudah Berganti Pakaian, Casilda Segera Menuju Ruang Tamu. Terlihat Ibu Nya Yang Sudah Berada Di Sana Sedang Menemani Adrian Selama Casilda Membersihkan Diri Tadi.   Mina Sudah Menyiapkan Minuman Dan Kue Yang Tadi Ia Buat. " Makasih Ya Adrian, Sudah Antar Casilda. " Ucap Mina Yang Sudah Berkenalan Dengan Adrian.   " Sama – Sama Tante. "   Casilda Yang Baru Saja Datang, Langsung Duduk Di Samping Ibunya. Casilda Tersenyum Lebar Ke Arah Adrian Yang Ikut Tersenyum Tipis Ke Arahnya.   " Gimana Casilda? Udah Di Obatin Lukanya? " Tanya Adrian.   " Udah, Kok. "   " Mamah Fikir, Adrian Ini Si Puding. " Celetuk Mina Di Lanjuti Terkekeh.   " Bukan Puding, Tapi Bian, Momom. " Jelas Casilda Karena Mina Selalu Saja Menyebut Bian ' Si Puding ' .   " Ya Kan, Mamah Gak Tau. " Mina Terkekeh.   Mendengar Nama Bian, Adrian Jadi Teringat Sesuatu. Tujuannya Sengaja Mampir Ke Rumah Casilda Adalah Untuk Meminta Izin Agar Gadis Itu Di Perbolehkan Ikut Untuk Menginap Di Villa Milik Orang Tua Boma Selama Dua Hari.   Adrian Menyiapkan Diri Untuk Memberanikan Meminta Izin Kepada Orang Tua Casilda.   " Tan…Te. " Panggil Adrian Sedikit Gugup. Mina Segera Menoreh Ke Arah Sumber Suara.   " Iya Kenapa, Adrian? "   " Rencananya, Pada Hari Sabtu – Minggu Saya Dan Teman – Teman Akan Mengadakan Acara Menginap Di Villa. " Ucap Adrian, Casilda Dan Mina Mendengarkan. Casilda Sendiri Terlihat Bingung Maksud Adrian Bicara Seperti Itu Apa.   " Jadi, Saya Berniat Ingin Mengajak Casilda Bergabung Bersama Adrian Dan Teman – Teman. Semoga Tante Memberi Izin Casilda Untuk Ikut. " Terang Adrian. Nada Bicaranya Terdengar Lembut Dan Sopan.     " Sekalian Liburan Tante. Kan, Kelas Dua Belas Itu Cukup Sibuk Dan Memusingkan. Apalagi, Nanti Kalau Sudah Semester Terakhir Pasti Gak Akan Sempat Untuk Liburan. " Jelas Adrian Panjang Lebar Membuat Casilda Tertegun Mendengarnya.   ' Adrian Ajakin Gue Liburan? Apa Bian Juga Ikut? ' Batin Casilda, Ia Melirik Adrian Yang Kini Menatapnya. " Mau Kemana? " Tanya Casilda Namun Tidak Bersuara, Hanya Mulutnya Saja Yang Berucap. Adrian Yang Mengerti Maksud Casilda Hanya Mengerjapkan Matanya Saja Memberi Isyarat Gadis Itu Agar Diam Dan Nanti Adrian Akan Menjelaskan Kepadanya, Casilda Pun Mengangguk Faham.   Mina Melirik Ke Arah Casilda Sebentar, Kemudian Ia Terdiam Untuk Berfikir. Melihat Mina Belum Menjawab Atau Memberi Izin, Adrian Mencoba Untuk Bertanya Lagi. " Gimana Tante? Di Izinin Gak? Tenang Aja Tante, Kita Ramai – Ramai, Kok. Ada Banyak Anak Perempuannya Juga. Laki – Lakinya Sedikit. " Bohong Adrian Agar Mina Tidak Berfikiran Negatif.   " Benar Kamu Mau Jalan – Jalan Ke Villa? " Tanya Mina Kepada Casilda.   " I… I Ya, Mom. Aku Mau Nginep Di Villa. Ada Banyak Kok Teman – Teman Casilda. " Ucapnya Dengan Gugup Karena Harus Berbohong Kepada Ibunya.   " Tenang Aja, Tante. Nanti Saya Akan Jagain Casilda. Pokoknya, Anak Tante Aman. " Ucap Adrian Dengan Serius Membuat Mina Terlihat Yakin Kepada Adrian.   Tampang Yang Meyakinkan Dan Pandai Bicara. Itulah Sebabnya Bian Percaya Jika Adrian Yang Mengambil Alih Urusan Seperti Ini.   " Oke, Deh. Tante Kasih Izin. Berhubung Papah Nya Casilda Sedang Keluar Kota, Jadi Casilda Di Bolehin Untuk Menginap, Tapi Ingat Ya Jangan Macam – Macam! Pokoknya Tante Percayakan Anak Tante Sama Kamu Ya, Adrian. " Akhirnya Mina Setuju.   " Siap Tante! " Jawab Adrian Tegas.   " Yaudah, Tante Ke Atas Dulu Ya. " Setelah Selesai Bicara Mina Pergi Meninggalkan Mereka Berdua.   Melihat Ibunya Sudah Pergi, Kini Giliran Casilda Yang Bertanya. " Adrian? Maksudnya Apa? Gue Gak Ngerti? "   " Gue Sama Temen – Temen Mau Nginep Di Villa . Kita Mau Lo Ikut Juga. " Terang Adrian.   " Ada Bian Gak? " Tanya Casilda Semangat.   " Kalo Bukan Karena Bian, Gak Mungkin Gue Minta Izin Biar Lo Ikut. " Jelas Adrian.   " AAA….. Gue Seneng Banget Di Ajak Liburan Bareng Sama Bian! " Teriak Casilda Sangat Antusias.   Terpampang Senyum Di Wajah Adrian Melihat Casilda Yang Begitu Semangat Jika Berkaitan Dengan Bian. Padahal, Sebelumnya Ia Meringis Kesakitan Dan Keadaannya Saat Ini Pun Tidak Begitu Baik.   " Tapi, Kenapa Bukan Bian Sendiri Sih Yang Izin? " Senyum Casilda Memudar, Kini Ia Sedikit Merengut Kecewa Kenapa Bukan Lelaki Yang Ia Suka Yang Izin Kepada Orang Tuanya.   " Dia Gak Pandai Ngomong Kayak Gue Tadi. Yang Ada Nanti Omongan Dia Malah Ngelantur Gara – Gara Grogi. " Jelas Adrian Seraya Bangun Dari Duduk Nya.   " Yaudah, Kalo Gitu Gue Pulang Ya. " Adrian Berpamitan.   Casilda Ikut Beridiri. " Adrian, Jangan Kasih Tau Bian Apa Yang Terjadi Hari Ini Ya? " Ucap Casilda Sebelum Adrian Pergi.   " Hmm. " Adrian Hanya Berdehem, Setelah Itu Ia Pergi Keluar Rumah Untuk Segera Pulang. ** TUNGGU KELANJUTANNYA YA :)
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN