Setelah Selesai Pertandingan, Bian Berlari Ke Pingir Lapangan Untuk Beristirahat, Dengan Sigap Casilda Memberikan Bian Botol Mineral Yang Ia Beli Ke Arah Lelaki Yang Baru Saja Tiba Dihadapannya.
" Nih, Minum. " Casilda Menyodorkan Botol Itu, Bian Segera Mengambil Karena Kebetulan Juga Ia Sedang Merasa Haus.
" Makasih, Ya. Nanti Gue Ganti Uang Nya. " Jawab Bian, Lalu Ia Meneguk Air Itu Hingga Setengah Botol.
" Gak Usah Di Ganti Kali. " Jawab Casilda.
" Kenapa? " Tanya Bian Setelah Selesai Minum.
" Kita Kan, Pacaran. “ Jawab Casilda Sambil Menaik Turunkan Kedua Alisnya Yang Tebal.
Bian Terdiam, Kepalanya Mengangguk Dengan Sangat Pelan.
“ Apapun Yang Aku Berikan Ke Kamu Itu Gak Perlu Dibayar Dengan Uang! Kamu Senang Aja, Bagi Aku Itu Sudah Terbayarkan. " Jelas Casilda Mendapat Sorak - Sorai Dari Teman – Temannya.
" Cie – Cie, Casilda Jago Gombal. " Celetuk Nugi Sambil Bertepuk Tangan.
" Selain Cantik, Ternyata Casilda Pandai Merayu Juga, Nih! " Sahut Delon Dilanjuti Senyuman Lebar.
" Gua Yakin, Orang Tuanya Casilda Dulu Waktu Muda Pasti Fuckgirl Dan Fuckboy! Jadi, Hasil Anaknya Gini." Ledek Boma Kepada Casilda, Setelah Itu Dia Tertawa, Tapi Tidak Dengan Yang Lainnya.
Mata Casilda Menatap Tajam Ke Arah Boma. " GUE BILANGIN EMAK SAMA BAPAK GUE LO BOMA! " Ancam Casilda Menunjuk Boma Dengan Jari Telunjuknya.
" AMPUN CASILDA! “ Boma Mengantupkan Kedua Tangannya Memohon. “ Tadi Yang Ngomong Bukan Boma! Sumpah! Hanya Sebuah Angin Lewat. " Boma Terus Saja Mengoceh Tidak Jelas .
" Udah Abaikan Aja! Gue Ganti Baju Dulu, Setelah Itu Baru Kita Pulang. " Ucap Bian.
" Ikut Boleh Gak? " Tanya Casilda Malu – Malu Mendapat Tatapan Kaget Dari Bian Dan Teman – Temannya.
" HAH! " Teriak Mereka Serentak.
" Boleh Gak? " Tanya Casilda Lagi Dengan Polos.
" Boleh, Tapi Diruang Ganti Cowok Ada Banyak Burung! Nanti Lu Mau Di Patok? " Celetuk Boma Asal, Tapi Mampu Membuat Casilda Sedikit Takut Dan Merasa Percaya Apa Yang Boma Katakan.
" Bian, Emang Bener Yang Boma Bilang? " Tanya Casilda Kepada Bian Untuk Memastikan.
Melihat Bian Terdiam, Boma Segera Menyenggol Lengan Lelaki Itu Dengan Maksud Agar Bian Segera Menjawab Dan Mengiyakan Saja Apa Kata Boma. " I…Iya Bener! " Jawab Bian Agar Gadis Itu Tidak Memaksa Untuk Ikut.
" Yaudah, Aku Tunggu Parkiran Aja Deh! Takut Di Patok Burung Kalo Ikut. " Ucap Casilda, Ia Memilih Untuk Pergi Menunggu Bian Diparkiran.
Setelah Casilda Pergi Dan Sudah Tidak Terlihat, Bian Dan Yang Lainnya Tertawa Melihat Kepolosan Casilda. Hanya Adrian Saja Yang Tidak Ikut Tertawa Melihat Kepolosan Gadis Itu Percaya Begitu Saja Perkataan Boma Yang Tidak Berdasarkan Kebenaran. Adrian Hanya Tersenyum Saja.
“ Tapi, Kan. Di Ruang Ganti Cowok Emang Ada Banyak Burung. “ Ucap Delon Dilanjuti Tawa.
“ Iya, Burung Kita Semua, Kan? “ Sahut Boma Semakin Memecahkan Tawa.
" Udah – Udah Jangan Ketawain Dia Terus! " Ucap Bian Yang Sudah Tidak Tertawa Sedangkan Nugi, Boma Dan Delon Masih Tertawa.
“ HA HA HA “
" Udah Jangan Ketawain Casilda Lagi, Gue Tampol Lu Satu – Satu! " Ucapan Bian Kali Ini Membuat Ketiga Temannya Itu Terdiam.
" Oke Kami Diam! " Seru Boma Menahan Tawanya.
" Ayo Ganti Baju! " Ajak Bian.
" Eh, Sebentar! " Mata Delon Tertuju Ke Arah Mery Dan Kedua Temannya Sedang Duduk Dipinggir Lapangan, Bersebrangan Dengan Posisinya Saat Ini. Dia Jadi Teringat Sesuatu Soal Rencana Teman – Temannya.
" Itu Ada 3M! Gue Mau Kasih Tau Dia Kalau Sabtu Ini Kita Akan Ajak Dia Liburan. Sesuai Rencana Kita, Kan? " Ucap Delon Dijawab Anggukan Setuju Oleh Temen – Temannya.
" Kalian Duluan Aja, Nanti Gue Nyusul. " Kata Delon. Bian Dan Yang Lainnya Segera Pergi Menuju Ruang Ganti.
Delon Segera Berlari Ke Sebrang Lapangan Untuk Menghampiri Mery Dan Kedua Temannya Yang Kini Sedang Sibuk Memoles Lipbam Di Bibirnya.
" Hai 3M? " Sapa Delon Dengan Suara Menggoda, Seketika 3M Yang Semula Sibuk Mendadak Menghentikan Aktivitasnya Ketika Melihat Salah Satu Anggota Temannya Bian Menghampirinya.
" Hai Delon? Tumben Lo Kemari? " Tanya Mery, Ia Terlihat Bingung Tetapi Juga Senang.
" Lo Makin Ganteng Aja, Deh! " Goda Meicha, Jari Tangannya Memutar – Mutar Rambutnya Dengan Centil.
" Iya Betul! " Sahut Mela Menyetujui Ucapan Meicha.
" Iya, Dong. Gue Kan, Gantengnya Maksimal! " Delon Menebarkan Senyuman Manisnya.
" Kalian Juga! “ Delon Menatap Anggota 3M Satu – Persatu. “ Sesuai Dengan Nama Geng Kalian 3M! " Delon Diam Sebentar Berfikir. " 3M Itu Mengambarkan 3Manis Alias 3 Cewek Manis! " Ucap Delon Asal – Asalan.
Setelah Memuji Seperti Itu, Delon Mengalihkan Pandangannya Ke Arah Lain Dan Terlihat Seperti Orang Ingin Muntah Sehabis Memuji 3M. Namun, Sedetik Kemudian Ia Kembali Menghadap Mery.
" Apaan Sih, Delon Gak Lucu Dan Gak Nyambung! " Sahut Mery.
" Tapi, Kalian Seneng Kan, Gue Bilang Gitu? Ya, Kan? Ya, Kan? " Ledek Delon Melihat Wajah Ketiga Gadis Itu Tersipu Saat Disebutnya. ' 3 CEWEK MANIS '
" Oh Iya, Gue Sampai Lupa Nih Karena Terlalu Terpesona Sama Kalian! Tujuan Gue Kesini Mau Ajak Kalian Liburan Ke Villa. " Delon Mulai Menjelaskan Tujuannya.
" HAH SERIUSAN? ADA BIAN GAK? " Tentu Saja Hal Itu Yang Menjadi Pertanyaan Utama Mery.
3M Terkjeut Karena Untuk Pertama Kalinya, Bian Dan Teman – Temannya Berniat Mengajak Mereka Untuk Liburan Bersama. Padahal, Sebelumnya Mereka Sama Sekali Tidak Pernah Melirik Keberadaan 3M Meskipun Mereka Cukup Famous Disekolahan.
" Ada Dong! Kapan Lagi Kan, Lo Liburan Bisa Di Temanin Cowok Se-Ganteng Gue Dan Bian! " Delon Menaik Turunkan Alisnya Sambil Menyapu Rambutnya Sendiri Dengan Tangannya. Lelaki Itu Selalu Saja Banyak Gaya Dan Tebar Pesona Kepada Setiap Wanita.
" Ah Jadi Gak Sabar ! " Ucap Mela Dan Meicha Yang Terlihat Antusias.
Tentu Saja Delon Tidak Memberitahu Kepada Mereka Kalau Casilda Juga Ikut Agar Mery Tidak Menolak Untuk Di Ajak Jika Ada Gadis Itu.
" Oke, Kita Pasti Ikut! Lo Kasih Tau Aja Kapan Dan Ketemuan Dimana? " Ucap Mery Yang Juga Terlihat Semangat.
" Sekarang, Catet Nomor Telfon Gue. " Perintah Delon. Mery Segera Mengeluarkan Ponselnya. Delon Mulai Menyebutkan Nomor Telfonnya Dan Mery Mencatat Nya.
" Oke, Nanti Malam Lo Telfon Gue Duluan Ya? Nanti Gue Jelasin! Bye…Bye… Cewek Manis! " Seru Delon Sambil Melambaikan Tangan Ke Arah Mereka, Sebelum Akhirnya Pergi Menghampiri Teman – Temannya Di Ruang Ganti.
" Ya Ampun! Delon Gemes Banget, Sih! " Ujar Mela Ketika Delon Menoreh Ke Belakang Melihat Kearah Mereka Sekilas.
" Iya! Ya Ampun! " Meicha Juga Iku Terpesona Dengan Sikap Delon, Tentu Saja Lelaki Itu Sudah Ahli Untuk Urusan Menggoda Wanita.
Merry Dan Kedua Temannya Terlihat Sangat Senang, Ia Tak Sabar Menunggu Hari Itu. Baginya Bisa Berkumpul Dengan Bian Dan Teman – Temannya Adalah Sesuatu Yang Spesial, Apalagi Ada Bian Yang Menjadi Poin Utama Mery Semangat Liburan Bersama Lelaki Itu.
Mereka Tidak Tahu Saja Kalau Sebenarnya Ada Maksud Lain Untuk Mengajaknya Ikut..
**
Sebelum Pulang Kerumah, Bian, Casilda Dan Teman – Temannya Mampir Dulu Ke Tempat Makan Yang Biasa Mereka Datangi Jika Pulang Sekolah, Apalagi Kalau Bukan Tukang Bakso ' Mang Uyat '.
Mereka Sudah Mengambil Posisi Duduk Masing – Masing.
Casilda Jadi Teringat Pertama Kali Ketempat Ini Hanya Sebagai Teman Biasa Dengan Bian, Tapi Kali Ini Ia Ketempat Ini Sudah Dengan Status Yang Berbeda Yakni Berpacaran Dengan Bian. Hal Itu Selalu Membuat Casilda Merasa Bersyukur Karena Waktu Berpihak Untuk Memberikan Kebahagiaan Kepadanya.
" Lo Kenapa Senyam – Senyum? " Tanya Bian Menatap Casilda Yang Duduk Dihadapannya.
" Emang Kenapa Sih, Kalo Aku Senyum? " Tanya Casilda Mengerucutkan Bibirnya.
" Gak. " Singkat Bian.
" Bian, Sebenarnya Kita Pacaran Gak, Sih? " Tanya Casilda Melihat Bian Bersikap Seadanya Saja, Seperti Tidak Ada Hubungan Apa – Apa Dengan Casilda. Segala Sesuatu, Selalu Saja Casilda Yang Memulai Lebih Dulu Tetapi Lelaki Itu Bersikap Sedikit Cuek.
" Mau Nya Gimana? " Tanya Bian Dengan Santai Dan Ekspresinya Yang Selalu Saja Datar.
" Ada Keributan Rumah Tangga! " Bisik Boma Di Telinga Delon, Mereka Berdua Tertawa Pelan Ketika Melihat Dua Insan Itu Tengah Berdebat Kecil Sambil Menunggu Kedatangan Bakso Yang Sudah Dipesan.
" Ya… Mau Aku Kita Pacaran Lah, Bian! Kamu Gimana, Sih? " Casilda Memukul Tangan Bian Yang Berada Diatas Meja.
" Yaudah Berarti Kita Pacaran, Kan? " Seru Bian Dengan Seulas Senyuman.
" Tapi, Kok Kamu Panggil Nya LO – GUE? Udah Kayak Sama Temen Aja! " Keluh Casilda Memasang Wajah Kecewa.
" Emang Harusnya Gimana? " Pertanyaan Bian Kali Ini Membuat Casilda Ingin Meneguk Semangkuk Sambal Yang Berada Dimeja Itu, Tapi Tidak Mungkin Karena Ia Tahu Akan Kepedasan Dan Tidak Sanggup.
" Gak Tau! Pikir Aja Sendiri! " Casilda Menyerah, Ia Tidak Ingin Bertanya Lagi Kepada Lelaki Yang Sikap Nya Berubah – Ubah Dan Tidak Bisa Ditebak Itu.
Rasanya Ia, Lebih Baik Diam Saja Mencoba Menerima Sikap Bian Yang Terkadang Seperti Tidak Tahu Apa – Apa.
" Yaudah, Nanti Kalo Ada Waktu Gue Fikirin Ya! " Tepat Setelah Bian Selesai Bicara, Bakso Pesanannya Pun Datang.
Terlihat Casilda Hanya Diam Dengan Wajah Setengah Merengut. Gadis Itu Hanya Mengaduk – Aduk Saja Bakso Itu Tak Berniat Memakan.
" Udah Jangan Ngambek, Cepat Dimakan Baksonya. " Ucap Bian Melirik Casilda Yang Sama Sekali Tak Menatapnya.
Bian Mengehla Nafasnya. " Yaudah, Pulang Aja Yuk Kalo Gak Dimakan? " Ketika Bian Bicara Seperti Itu Casilda Mendadak Tersenyum Menampilkan Deretan Giginya.
" Eh, Jangan – Jangan! “ Casilda Menggeleng Cepat. “ Tadi Casie Cuma Pura – Pura Ngambek Aja, Kok! Sebenernya Aku Lapar. " Dengan Polosnya Casilda Bicara Seperti Itu Membuat Yang Lainnya Tertawa Pelan Melihat Tingkah Gadis Itu Terkadang Bersikap Kekanak – Kanakan.
Bian Tersenyum. " Yaudah, Di Makan Baksonya. " Casilda Pun Menuruti Saja Perintah Bian, Meskipun Sebenarnya Ia Kecewa Dengan Sikap Bian Yang Terkadang Dingin.
" Oh Iya, Kemarin Aku Bagi – Bagiin Kue Ke Tetangga Aku. Sebagai Sukuran Peresmian Kita Pacaran! " Celetuk Casilda Tiba – Tiba Hingga Membuat Bian Terkejut Dan Tersedak Bakso Yang Belum Sempat Ia Kunyah Langsung Tertelan.
" UHUK… " Bian Terbatuk – Batuk. " Ai… Ai… " Ucap Bian Tak Begitu Jelas Membuat Teman – Temannya Bingung.
" Ngomong Apa Sih Lu? " Tanya Nugi.
" Ai… "
" Apaan, Sih? Lu Ngomong t*i? " Tanya Boma Yang Tak Pernah Berfikir, Ia Selalu Saja Berucap Asal – Asalan. " Bau t*i? " Tanya Nya Lagi.
Casilda Melongo Menatap Bian Bingung, Ia Mengamati Bian Sebentar Sebelum Akhirnya Ia Tersadar Kalau Bian Saat Ini Tersedak Bakso Yang Masih Bulat Sudah Hampir Masuk Setengah Tenggorokan.
Casilda Segera Bangkit Dari Duduknya Dan Berlari Untuk Berdiri Di Belakang Punggung Bian. " BIAN KESELEK BAKSO! " Teriak Casilda Heboh, Untungnya Saat Ini Tempat Itu Tidak Terlalu Ramai.
" Buruan Tolongin! Sebelum Bian Meninggal! " Teriak Boma Memasang Wajah Khawatir.
" Tuangin Air! CEPET! " Ucap Adrian Kepada Nugi Yang Duduk Di Samping Bian.
" Bian Lo Harus Bertahan! Tarik Nafas… Lalu Hempaskan! " Celetuk Delon Sambil Memberi Contoh Cara Menarik Nafas. “ Ayo Cepat Lakukan Secara Berulang Kali! “ Lanjut Delon.
Casilda Yang Sudah Berada Di Belakang Bian, Dengan Segera Melakukan Tindakan Untuk Menyelamatkan Bian. Dia Memukul Kencang Punggung Belakang Bian Beberapa Kali Hingga Akhirnya Bakso Itu Berhasil Keluar Dari Mulut Bian.
Bian Mengusap Tengkuk Lehernya Seraya Mengatur Nafasnya Setelah Terbebas Dari Bakso Yang Menyumbat Di Tenggorokannya. " Gue Minta Air b**o! " Ucap Bian Dengan Nafas Terengah Ke Arah Teman – Temannya, Setelah Itu Ia Meminum Air Yang Baru Saja Nugi Tuangkan Untuknya Digelas.
" Gue Kira Lu Bilang Bau t*i! " Ucap Boma Masih Dengan Pendapatnya.
" Gila Lo Semua Gua Hampir Mati! " Bian Menarik Nafasnya Berusaha Mengatur Agar Tidak Terengah – Engah.
" Kamu Gak Apa – Apa, Kan? " Tanya Casilda Menatap Bian, Terlihat Raut Wajahnya Menunjukkan Gadis Itu Sangat Khawatir.
" Gak Apa – Apa. " Jawab Bian, Padahal Jauh Di Dalam Lubuk Hatinya Bian Menggerutu Karena Penyebabnya Tersedak Adalah Casilda Yang Telah Membuatnya Terkejut Mendengar Gadis Itu Benar – Benar Melakukan Sukuran Meresmikan Hari Jadian.
Padahal, Bian Berfikir Kemarin Gadis Itu Hanya Bercanda Saja Pada Saat Diruang Serbaguna Bilang Ingin Mengadakan Sukuran. Ternyata, Casilda Bicara Yang Sesungguhnya. Bagi Bian, Casilda Benar – Benar Gadis Luar Biasa Yang Selalu Saja Melakukan Apa Yang Dia Inginkan. Dia Tidak Hanya Sekedar Berucap Saja, Tetapi Melakukan Tindakan.
**
Bian Menghentikan Motornya Ketika Sudah Sampai Di Depan Rumah Casilda. Gadis Itu Segera Turun Dari Motor Dan Berdiri Di Samping Bian Yang Duduk Manis Di Atas Motornya. Casilda Menatap Sebentar Wajah Bian Sebelum Memutuskan Untuk Masuk Kedalam Rumahnya.
" Apa? " Tanya Bian Ketika Casilda Menatapnya Dalam Diam.
" Gak Apa – Apa, HE HE. " Casilda Malah Terkekeh.
" Yaudah, Sana Lo Masuk. " Bian Menunjuk Arah Rumah Casilda Dengan Dagunya.
" Bian Gak Mau Ucapin Sesuatu Sebelum Casilda Masuk? " Tanya Casilda Penuh Harapan.
Bian Berfikir Sebentar. Jika Dia Bilang Tidak Ingin Mengatakan Sesuatu, Tentu Saja Gadis Itu Akan Memaksa Dirinya Untuk Segera Memberikan Jawaban. " Umm… " Bian Terus Saja Berfikir.
" Apa Yang Mau Bian Ucapin? "
" Jangan Lupa Makan Ya! " Kata Bian. Casilda Menepuk Jidatnya Mendengar Apa Yang Bian Katakan.
" Kan, Tadi Aku Udah Makan, Bian. Cari Ucapan Yang Lain, Casilda Gak Mau Yang Kayak Gitu! " Gerutu Casilda Membuat Bian Sedikit Bingung Harus Menjawab Apalagi, Bahkan Dirinya Sudah Mencoba Untuk Menjawab Saja Masih Salah Dan Harus Mencari Jawaban Lain.
" Jangan Lupa Istirahat. " Kata Bian Lagi.
" Kurang Romantis! " Ucap Casilda Tak Puas Dengan Ucapan Bian.
" Casie, Gue Gak Bisa Di Paksa Seperti Ini. " Jawab Bian Bernada Mengeluh.
" Gue Tipe Orang Yang Melakukan Apapun Berdasarkan Hati Gue Sendiri, Tanpa Paksaan! " Jelas Bian, Casilda Terdiam.
" Oke Aku… Masuk… Ke Dalam Rumah Ya! Bye! " Melihat Bian Serius Seperti Itu Casilda Jadi Merasa Takut Dan Memilih Segera Pergi.
Dengan Perasaan Kecewa, Casilda Melangkah Dengan Lesuh Menuju Ke Dalam Rumahnya.
Bian Menatap Casilda Yang Sudah Mulai Melangkah Masuk Ke Dalam Rumahnya. Ketika Gadis Itu Sudah Tidak Terlihat Lagi, Bian Kembali Menyalahkan Mesin Motornya. " Casie… Casie… "
**
Hari Berlalu Begitu Cepat, Waktu Yang Di Tunggu – Tunggu Akhirnya Tiba Juga. Casilda, Bian Dan Teman – Temannya Sudah Berkumpul Di Rumah Boma Pada Jumat Sore. Mereka Sengaja Berangkat Sore Agar Sampai Di Sana Malam Hari Langsung Istirahat Dan Paginya Bisa Bersenang – Senang Lebih Lama Di Sana Memanfaatkan Waktu Liburan Singkat Sabtu – Minggu.
Saat Ini Mereka Sudah Siap Berangkat Menuju Villa Menggunakan Mobil Milik Boma. Tidak Ingin Membuang Waktu, Mereka Segera Melajukan Mobilnya Menuju Villa Itu Sedangkan Mery Dan Teman – Temannya Pergi Sendiri Langsung Menuju Villa Tidak Berbarengan Dengan Bian. Mereka Sudah Tahu Villa Itu Karena Sebelumnya Delon Sudah Memberi Tahu Di Mana Lokasi Tempat Tersebut.
" Casilda, Nanti Akan Ada Kejutan Buat Lo! " Ucap Boma Yang Duduk Di Bangku Tengah Bersama Delon. Dibangku Belakang Terdapat Nugi Dan Adrian, Sedangkan Casilda Duduk Di Bangku Depan Bersama Bian Yang Kini Membawa Mobil.
" Kejutan Apa, Bom? " Tanya Casilda Menoreh Kebelakang.
" Liat Aja Nanti! " Jawab Boma.
" Oke. " Casilda Mengangguk Saja.
Setelah Memakan Waktu Cukup Lama Diperjalanan, Akhirnya Mereka Sampai Juga Di Tempat Tujuan. Villa Milik Keluarga Boma Yang Berada Di Dekat Pantai Membuat Udara Dingin Langsung Menusuk Kulit Mereka Ketika Baru Saja Turun Dari Mobil.
" Wah! Keren Banget! Villa Nya Mengarah Ke Pantai! " Casilda Menggeleng Takjub, Ia Tak Menyangka Villa Pribadi Keluarganya Boma Berada Didekat Pantai.
" Iya, Dong! Apa Lagi Kalau Pagi, Lo Akan Lihat Sunrise Bagus Banget! " Jelas Boma Semakin Membuat Casilda Takjub. " Nanti Lo Tidur Di Kamar Yang Balkon Nya Langsung Mengarah Ke Pantai! " Tambah Boma.
" Seriusan, Bom? " Casilda Menoreh Ke Arah Boma Yang Berdiri Di Sebelah Kanan Casilda.
" Iya, Khusus Buat Lo! " Boma Tersenyum.
" Makasih Banget Ya, Boma! Lo Baik Banget, Deh! “ Casilda Tersenyum Menampilkan Deretan Giginya. “ Kemaren Gue Nyesel Banget Udah Bilang Kepala Lo Kayak Bola Basket! " Sesal Casilda, Bibirnya Mengerut.
" Santai Aja! " Boma Menepuk Pelan Bahu Casilda.
" Kapan Kita Masuk Ke Dalam? Kaki Gue Udah Pegel. " Tanya Bian Yang Kini Bersandar Di Samping Mobil Karena Sejak Tadi Ia Dan Yang Lainnya Masih Berdiri Didepan Villa.
" Sebentar, Dikit Lagi Mereka Sampai! " Sahut Delon.
Bian Langsung Mengerti Siapa Yang Di Maksud Delon.
" Mereka Siapa? " Tanya Casilda Kepada Bian Yang Berdiri Di Sebelah Kirinya, Tapi Lelaki Itu Hanya Diam Membuat Casilda Mengerutkan Bibirnya.
" Nanti Juga Lo Lihat. " Sahut Adrian Menjawab Pertanyaan Casilda.
“ Oke, Deh. “ Casilda Mengangguk Faham.
Tidak Lama, Datang Sebuah Mobil Memasuki Halaman Villa Milik Boma. Setelah Mobil Itu Berhenti, Mereka Segera Keluar Dari Dalam Mobil Dengan Membawa Koper Masing – Masing Yang Digeret Dengan Tangannya.
Mulut Casilda Terbuka Lebar Melihat Siapa Yang Baru Saja Keluar Dari Mobil Itu, Ia Menggaruk Kepalanya Yang Tak Gatal Menatap Bingung Kedatangan Mereka Yang Tak Lain Adalah 3M.
Casilda Sama Sekali Tidak Tahu Jika Mereka Juga Ikut Berlibur Bersama.
" Itu Dia Kejutan Nya! Pasti Lo Kaget, Kan? " Celetuk Boma Melihat Casilda Melongo.
" Kenapa Mereka Ikut? " Tanya Casilda Heran.
" Sinih Gue Kasih Tau. " Delon Mendekati Casilda, Lalu Ia Berbisik Di Telinga Casilda Untuk Memberitahu Apa Yang Membuat Mereka Mengajak 3M Ikut Ke Villa.
" Oh Gitu? " Casilda Mengangguk Faham Setelah Delon Selesai Berbisik Ditelinganya, Ia Melirik Bian Yang Tetap Santai Bersandar Di Sisi Mobil.
“ Iya, Terus…” Delon Ingin Berbisik Lagi Di Telinga Casilda, Tapi Dengan Cepat Bian Menarik Bahu Delon Agar Menjauh Dari Casilda.
Melihat Delon Berbisik Dengan Bibir Yang Mendekat Ke Telinga Casilda Membuat Bian Sedikit Merasa Tak Nyaman Melihat Itu. “ Gak Usah Bisik – Bisik Juga Kali. “ Ucap Bian Menatap Delon Yang Kini Terkekeh.
“ Lo Cemburu Ya, Gue Deket – Deket Sama Casilda? Cie… Cie…” Ledek Delon, Tapi Bian Tidak Menanggapi.
" Bian? Betul Apa Yang Delon Bilang? " Tanya Casilda.
" Gue Aja Gak Denger Apa Yang Delon Bisikin Ke Lo! " Jawab Bian Tak Ber Ekspresi.
" Ish! " Casilda Melangkah Agar Semakin Dekat Dengan Bian. " Delon Bilang, Katanya 3M Di Ajak Kemari Karena Kamu Kepingin Membalas Apa Yang Telah Mereka Lakukan Kepadaku? Ya, Kan? " Jelas Casilda, Bian Mengangguk Pelan.
" Berarti, Kamu Perduli Sama Aku Dong. " Kini Seulas Senyuman Terukir Di Wajah Casilda, Meskipun Lelaki Itu Terkadang Terlihat Dingin, Tapi Disisi Lain Ternyata Dia Begitu Perduli Kepadanya.
Bahkan, Casilda Sendiri Saja Tidak Pernah Terfikirkan Untuk Membalas Perbuatan 3M Kepadanya Tetapi Bian Memikirkan Itu.
" Makasih Ya, Bian! " Ucap Casilda Lembut Sambil Mengusap Lengan Bian.
Bian Melirik Tangannya Yang Di Sentuh Casilda. " Sama – Sama. " Jawab Bian.
Mery Dan Kedua Temannya Berjalan Menghampiri Boma Dan Teman – Temannya Yang Kini Tengah Berkumpul Menunggu Kedatangan Mereka, Meskipun Hal Itu Sungguh Malas Dilakukan Oleh Bian Dan Yang Lainnya.
" Hai? Sorry Ya Udah Buat Kalian Nunggu! " Ucap Mery, Sedetik Kemudian Ia Terkejut Melihat Ada Casilda Di Antara Bian Dan Teman – Temannya. Hal Itu Membuat Mery Seketika Meradang.
" Lo Ngapain Ada Disini? " Tanya Mery Dengan Nada Meninggi Menunjuk Ke Arah Casilda.
" Iya Lo Cewek Gatel Ngapain Sih, Ikut Kesini! " Meicha Juga Ikut Menyahut.
" Jangan Bilang Kalo Lo Juga Ikut Menginap Di Villa Ini? " Tanya Mela Menatap Casilda Jijik.
" Iya Emang Kenapa? " Jawab Casilda Santai.
Melihat Casilda Berada Di Dekat Bian Membuat Mery Semakin Naik Darah, Ia Tidak Suka Melihat Keberadaan Gadis Itu Di Dekat Bian. Sorot Mata Tajam Mery Menatap Lurus Tepat Ke Arah Casilda.
" Lo Ngapain Deket – Deket Bian! Dasar Cewek Gatel! Lo Minta Di Garuk HAH? " Mery Melangkah Maju Dengan Tangan Sudah Terkepal Kuat, Bahkan Di Depan Banyak Orang Pun Ia Tidak Segan Memaki Casilda.
Disisi Lain, Kini Casilda Mulai Terlihat Sedikit Ketakutan, Ia Melangkah Mundur Untuk Berlindung Di Belakang Bian.
Boma Dan Yang Lainnya Tidak Tinggal Diam, Mereka Ingin Segera Menahan Mery Yang Mendekati Casilda, Namun Melihat Bian Bergerak Maju Membuat Boma Dan Yang Lainnya Memilih Untuk Diam Membiarkan Bian Mengurus Semua Ini.
" Ada Masalah Apa? " Tanya Bian Dengan Tenang Seraya Berjalan Maju Menghadang Mery Yang Sudah Siap Menerkam Casilda Yang Kini Berdiri Dibelakang Bian Dengan Raut Wajah Ketakutan.
" Bian, Dia Itu Cewek Gak Bener! Dia Bukan Cuma Deketin Lo, Tapi Juga Temen – Temen Lo! Lagian Dia Ngapain Coba Deket – Deketin Lo Terus! " Gerutu Mery, Namun Bian Sama Sekali Tidak Perduli Apa Yang Gadis Itu Katakan.
Bian Tersenyum Miring Sambil Menggelengkan Kepalanya Tak Mengerti Dengan Fikiran Mery Karena Dia Berusaha Mengatur Siapapun Yang Dekat Dengannya. Bian Meraih Tangan Casilda Dan Menariknya Agar Berdiri Disampingnya.
Casilda Sendiri Cukup Terkejut Ketika Bian Tiba – Tiba Meraih Tangannya.
" Dia Pacar Gue? Jadi, Gak Ada Alasan Untuk Dia Gak Boleh Berada Didekat Gue! " Selesai Biacara, Bian Langsung Berjalan Melewati Mery Yang Kini Terdiam Membeku Setelah Mendengar Apa Yang Baru Saja Bian Katakan.
Bian Pergi Berlalu Seraya Menggandeng Tangan Casilda. Dengan Perlakuan Bian Seperti Itu, Membuat Casilda Sangat Senang Bahwa Dirinya Di Akui Sebagai Pacarnya Di Depan Banyak Orang, Terutama Mery Dan Teman – Temannya.
" Jadi, Mereka Udah Jadian? " Ucap Mery Dengan Nafas Terengah, Dadanya Mendadak Terasa Sesak Setelah Mengetahui Kenyataan Bahwa Casilda Memenangkan Persaingan Ini.
" Mery Lo Gak Apa – Apa, Kan? " Meicha Dan Mela Mendekati Mery Yang Kini Terdiam Membeku.
" Udah Ayo Masuk! Kita Nikmati Liburan Ini! " Ajak Boma, Ia Melangkah Masuk Ke Dalam Villa Diikuti Yang Lainnya.
" Ayo Masuk! " Ajak Delon.
Mau Tidak Mau, Akhirnya 3M Ikut Masuk Ke Dalam Villa Karena Hari Sudah Semakin Malam. Meskipun Mereka Sangat Ingin Pulang, Tapi Rasanya Tak Mungkin Karena Rasa Lelah Sudah Menyerang Mereka Selama Di Perjalanan Tadi. Jadi, Mereka Butuh Istirahat.
“ Casilda Benar – Benar Kurang Ajar! “ Cibir Mery. Dia Tidak Terima Dengan Semua Ini. Apalagi Setelah Tahu Bawa Casilda Sudah Berpacaran Dengan Bian.
“ Apa Kita Akan Terus Mengganggu Dia? “ Tanya Meicha.
“ Sepertinya Tidak. Kita Akan Berhenti Ganggu Casilda Karena Dia Sudah Resmi Berpacaran Dengan Bian. Jadi, Untuk Apa Kita Mengganggu Dan Bully Dia Lagi? “ Lanjut Mela Mendapat Tatapan Mengerikan Dari Mery.
“ Apa Lo Bilang? Berhenti Ganggu Dia? “ Mery Menggeleng, Matanya Terpancar Dendam Yang Membara. “ Kita Gak Akan Pernah Berhenti Ganggu Dia! Gak Akan! ” Tegas Mery Penuh Penekanan.
“ O… Oke, Mer. Kita Ikut Mau Lo Aja. “ Mela Dan Meicha Mengangguk Saja Dengan Terpaksa.
“ Bagus! “ Mery Mengangguk Penuh Arti. “ Ayo Kita Bermalam Di Sini! Besok Kita Pulang! “
**
KIRA - KIRA MEREKA MAU APAIN 3M YA? DITUNGGU KELANJUTANNYA YA:)