42. Kanaya Marah

1857 Kata

Abimanyu memijat pelipisnya yang semakin berat. Mencoba menghilangkan rasa tidak menyenangkan juga bayangan wajah Kanaya yang menangis. Hal itu membuatnya kian merasa bersalah. Karena lagi-lagi ia yang menjadi penyebab air mata Kanaya. Yonathan hadir setelah mengantar Kanaya cs. Mengambil duduk di sebelah Dicky. Sementara Namora sudah pamit duluan. Sudah ada yang menjemput karena memang sudah terlalu malam. Tidak baik perempuan berkeliaran, apalagi bersama para laki-laki. Walaupun Dicky sudah mengatakan akan kembali mengantarkan Namora dalam keadaan baik-baik saja. Tetap saja itu bukan hal baik. “Udah pada balik?” tanya Dicky yang diangguki oleh Yonathan. “Mereka pakai mobil Virgi, Allura yang nyetir. Kemungkinan tujuannya ke rumah Virgi. Ini udah kemalaman. Allura dan Dhia mungkin udah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN