Saat Virgi tiba di kampus pagi itu, Abimanyu dan dua temannya sudah menunggu di depan kelas. Wajahnya nampak lesu, dengan kantung mata yang terlihat jelas. Virgi tidak yakin jika Abimanyu mandi terlebih dahulu sebelum berangkat ke kampus. Penampilannya benar-benar berantakan. Enggan berbicara lebih jauh, Virgi berusaha mengabaikan keberadaan tiga manusia itu. Tapi sayangnya, karena memang ketiganya sudah menunggu, begitu Virgi lewat Abimanyu langsung menahan tangannya. “Apa?” tanya Virgi galak seperti biasanya. Ia juga berusaha melepaskan cekalan tangan Abimanyu. “Lepasin nggak usah pegang-pegang!” lanjutnya. Abimanyu sempat menghela napas dan melepaskan cekalan tangannya. “Yaya baik-baik aja ‘kan, Gi?” tanyanya langsung pada intinya. Karena memang tujuannya menunggu untuk ini. Menget

