Dua puluh enam

1546 Kata

"Sorry... jadi belum ada yang tahu nih!" desis Thom ingin tahu. "Enggak ada dan semoga gak akan pernah ada yang tahu kalau gue pelakunya!" jawab Vino. Kedua sahabat itu pergi ke club malam seperti biasanya. Demi mengisi malam, menikmati dentingan waktu hingga lupa diri. --- Davin pulang ke apartemennya. Pria itu tengah melihat sebuah foto yang terbingkai cantik. Foto yang memperlihatkan ia dengan almarhum ibunya. Davin tersenyum. Garis wajah Naya ternyata memang sedikit mirip dengan ibunya itu. Mata yang teduh dan wajah yang ayu. Iyah... ia tak salah menilai. "Ma... kalau aku menolong seorang wanita dari kejahatan suaminya gakpapa, kan ?" ucapnya seorang diri. --- "Rere... Segera siapkan sejumlah uang karena saya mau beli mobil baru!" ucap Nic. Ia tak ingin memakai uang pribadinya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN