Gadis itu berjalan menyusuri lorong kampus yang sedikit gelap dari biasanya. Celesse mengernyit ketika mendapati dirinya berada di sini. Di malam hari pula. Celesse pun berjalan lebih cepat menuju ke depan. Langkah kakinya terus ia jalankan ketika ia merasa ada sesuatu di belakang yang tengah mengikutinya. Sesekali gadis ini menengok ke kanan dan kiri untuk mengurangi rasa kekhawatiran yang ada pada dirinya. “AAA!” Celesse refleks berteriak ketika ada yang menepuk bahunya. “Cele,” panggil sebuah suara yang ia sadari jika itu adalah suara Axele. Dengan cepat ia pun berbalik dengan bernapas lega ketika melihat pria itu. “Axel, aku kira siapa. Kamu kenapa bisa di sini? Maksudku kenapa kita ada di sini?” tanya Celesse. “Kamu lupa? Kita ke sini untuk menjemput Reynart,” jawab pria itu

