“Eh? Maafkan aku,” pekik Celesse yang dengan cepat membantu seorang mahasiswa yang ia tabrak tanpa sengaja. Buku-buku orang itu juga berjatuhan. “Sekali lagi maafkan aku,” ucapnya kembali. “Its ok, tidak apa-apa. Terima kasih,” balas seorang mahasiswa dengan kacamata yang bertengger di wajahnya. “Perkenalkan, aku Blue,” ujar pemuda itu tiba-tiba membuat Celesse terkejut mendengar namanya yang terdengar unik. Celesse membalas uluran tangan pemuda yang baru pertama ia temui ini. “Celesse, panggil saja Celesse,” balasnya. “Cele bagaimana? Namamu terlalu panjang,” kata pemuda ini. Gadis itu menggangguk, tidak masalah baginya. “Namamu unik sekali, Blue,” ujar gadis ini. “Nama itu adalah pemberian mendiang orang tuaku. Namaku diambil dari warna mataku,” jelasnya. Celesse memperhatikan mat

