"Pergi kau dari sini! Kau tidak pernah diterima di rumah ini. Gara-gara kau Dennis kami meninggal. Pergiii!!!" bentak Sekar histeris. Dimas berusaha menenangkannya, tapi sia-sia. Tidak ada yang bisa mengalahkan kemarahan seorang ibu yang terluka karena kehilangan anaknya. Eliza menatap Sekar dengan pandangan bertanya, kepalanya sudah penuh dengan informasi beruntun yang didapatnya dalam waktu kurang dari satu jam terakhir. Kini ia tidak mampu lagi untuk sekadar bertanya. "Dia, El!" Sekar menunjuk muka Louis dengan kalap, meskipun suaminya sudah menangkap tangannya. "Dia yang sudah menyebabkan Dennis meninggal. Kalau saja dia tidak terlambat. Dennis yang sudah tidak sabar dan gugup tidak akan menyetir sendiri untuk datang ke rumahmu lalu mengalami kecelakaan. Seharusnya kalau Dennis tida

