"Jawab, Louis. Di mana Dennis? Biar aku yang memberi dia pelajaran karena sudah memukulmu." Eliza mulai cemberut, ia tidak suka kalau kedua pria itu mulai bertengkar. "Bukan Dennis," kata Louis singkat. Kerongkongannya terasa kering, sehingga ia tidak sanggup melanjutkan, "tapi ayahmu." Eliza ternganga, yang kalau dalam situasi normal pasti Louis akan meledeknya habis-habisan. "Papa memukulmu? Tapi ... kenapa? Apa yang kau lakukan sampai membuat Papa yang biasanya tenang sampai memukul orang?" Eliza tidak habis pikir. Ayahnya adalah orang yang paling berkepala dingin sekaligus keras di seluruh dunia. Kalau sampai beliau lepas kendali, itu berarti kesalahan orang itu sudah tidak bisa dimaafkan lagi. Eliza masih berusaha menebak-nebak sampai jawaban Louis membuatnya membeku. "Karena ak

