Anne menghela nafas begitu membuka pintu unit apartemennya. Sosok Jefry berdiri dengan wajah kusust dan pucat, dan hal itu membuat Anne yang hampir marah, pun surut dan memandang iba. Keptusan Anne untuk mengakhiri hubungan dengan Jefry memang terhitung terburu-buru, walau pada kenyataannya Anne sudah merancang permintaan maaf untuk meninggalkan Jefry. Namun, dia jelas masih memiliki nurani dan berencana mencari waktu terbaik untuk mengutarakan keinginannya. Tapi siapa sangka, jika Jefry malah lebih dahulu melamarnya, yang mau tidak mau membuat Anne harus menolak dan memberikan alasan dari penolakan itu. Awalnya Anne hanya beralasan belum siap menjalin hubungan yang lebih serius, namun Jefry terus menekan dan mengatakan jika pernikahan mereka tidak akan dilaksanakan secara terburu-buru.

