40. Backstreet

1416 Kata

Gebrakan pintu bersamaan dengan terdengarnya barang yang berbenturan dan terdengar riuh, membuat Jefry akhirnya menggeram. Tangannya meraih barang apapun yang dapat dia jangkau dihadapannya. Studio lukis yang biasanya rapi dengan beragam lukisan indah, mendadak berantakan bak terguncang bencana. "Hah! Sialan!" Teriaknya melepas amarah. Jefry, adalah lelaki yang sabar. Biasanya dia selalu mendahulukan logika dibanding perasaan, mengesampingkan ego demi pemikiran yang dewasa. Namun pertahanan dirinya hancur, begitu satu-satunya wanita yanng dia cintai, kembali meninggalkannya. Tumpahan cat warna di lantai, memperburuk keadaan, Jefry yang bernafas dengan terenggah-enggah dengan amarah yang tak kunjung sirna, menatap lurus kearah gambaran wajah Anne yang baru dia selesaikan minggu lalu. Lan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN