Bab 66

759 Kata

Elvano berdiri membisu di dekat jendela, satu tangan menggendong Rafi yang kini berusia enam bulan. Bayi itu tertidur pulas di dadanya, napasnya kecil dan hangat, membuat d**a Elvano naik-turun pelan seperti tengah belajar meredam gelombang pikirannya sendiri. Aurelia menatap dari kejauhan, memeluk mug tehnya, masih hangat. Dapur kecil di apartemen mereka tidak berubah sejak terakhir kali Elvano menginjakkan kaki di sana. Tempat itu tetap hangat, bersih, dan tenang. Tapi yang paling menyentuh adalah suara napas Rafi. Bayi mungil itu seperti penanda nyata dari sesuatu yang pernah mereka bagi dan sesuatu yang tidak akan pernah sama lagi. "Dia makin mirip kamu," ujar Aurelia akhirnya, setengah berbisik. Elvano menunduk, memandang wajah kecil yang tertidur di pelukannya. Ada jejak Aurelia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN