Bab 60

1266 Kata

Sore itu langit redup, seolah ikut menahan napas saat mobil hitam berhenti di depan gerbang tua yang megah. Lavinia turun tanpa senyum, mengenakan coat krem pucat dan kacamata hitam besar yang menutupi separuh wajahnya. Tidak ada koper. Hanya tas tangan kecil dan amplop dokumen yang diselipkan di bawah lengannya, salinan akta cerai dari Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Gerbang terbuka otomatis. Dua orang pelayan keluar menyambutnya, menunduk dalam-dalam. Mereka tahu siapa yang datang. Mereka juga tahu, rumah itu tak pernah menyambut siapa pun selain sang pewaris dan pemilik sahnya, Tuan Adine Wirajaya, mantan Duta Besar dan kolektor lukisan klasik yang kini hidup tanpa kesibukan setelah pensiun dari dunia diplomatik. “Selamat datang, Nona Lavinia,” ujar salah satu pelayan hati-hati. L

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN