Berhentilah Membuang-buang Waktu

1120 Kata

"Hei, Ga," Riska berjalan mengimbangi langkah kaki Dirga yang panjang dengan sedikit kesusahan karena rok span selutut yang digunakan olehnya. Senyumnya mengembang lebar dan dia berusaha dengan keras agar senyumnya begitu manis dan natural. Dirga hanya membalas sapaan tersebut dengan anggukan tangan dan senyum kecil yang dipaksakan. "Nih, buat kamu," Riska menyerahkan sebuah paper bag yang entah berisi apa di meja Dirga ketika mereka sudah sampai di ruangan di mana divisi mereka berada. Dirga mengerutkan keningnya, heran dengan kelakuan Riska yang masih saja mencoba mendekatinya meskipun dia sudah menolaknya secara terang-terangan. "Apa ini?" tanya lelaki itu sekadar basa-basi. "Di dalamnya ada sandwich strawberry sama kopi. Dua-duanya aku buat sendiri, loh. Semoga kamu suka," terang R

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN