Sepuluh

1256 Kata

    Tita terlonjak merasakan seseorang menepuk pundaknya. Ia seketika menoleh dan menatap ketua kelas berdiri di hadapannya. Gadis itu cepat-cepat memperbaiki penampilannya, ia menyisir rambutnya dengan jarinya dan tersenyum kepada Angkasa.     “Kenapa?”     “Ini surat rapat orangtua lusa,” ucap lelaki itu menyimpan amplop putih di depan meja dan berjalan memberikan selebaran ke teman-teman yang lain.     Tita menyimpan surat itu ke dalam tas, dan memperhatikan Angkasa yang kini sudah duduk di bangkunya. Lelaki itu mengambil buku di kolong bangku dan mulai membacanya. Entah pria itu sedang membaca buku apa namun Tita suka melihat wajah serius Angkasa ketika sedang membaca.     “Duh, yang cengo liatin pak ketu! Hati-hati matanya entar kecolok lho.” Goda Yuyun menyenggol pundak Tita.   

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN