TIDAK BISA DIATUR

1042 Kata

Emma dan Azam saling bertukar tatapan dalam diam, seolah amarah mereka keluar melalui sorot mata masing-masing. Mia yang menyadari hal itu, mencolek Azam untuk memutus pertengkaran melalui mata, tatapan Mia sedikit cemburu ke arah Azam. Ayah Emma berdehem dan menegur dengan keras Emma. "Kamu pulang ke rumah bukannya minta maaf karena telah menyesal mempermalukan keluarga, sekarang malah ingin membuat keributan dengan bertengkar? Apakah kamu sudah gila?" Emma hendak mengatakan sesuatu, namun dipotong oleh Ayahnya. "Ayah tidak suka punya anak yang tidak bisa dididik seperti kamu, bagaimana bisa kamu bersikap tidak tahu malu! Lihat adik kamu, dia menjadi korban dan hampir disalahkan oleh banyak orang." Emma tersenyum ke arah Mia. "Bukankah dia menginginkan hal itu? Aku hanya ingin mengab

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN