Hugo mengerutkan kening ketika mendengar ucapan Emma. "Apa? Kamu bilang apa tadi? Aku sinting? Suami kamu ini sinting?" "Kamu bisa bicarakan baik-baik, tidak perlu pakai merekam seperti itu." "Aku hanya ingin bukti, supaya kamu tidak membantah di masa depan." "Kapan aku membantah? Jika kamu bicarakan baik-baik, pasti akan kupikirkan." "Aku takut kamu merasa terbebani setelah melihat rumah keluargaku yang cukup besar dan latar belakang yang kaya raya, jauh berbeda dengan kamu atau tunangan kamu itu." Emma berusaha menahan kedua tangannya supaya tidak memukul kepala pria tampan di hadapannya ini. Ternyata pria yang dia nikahi termasuk pria narsis. "Apakah aku terlihat udik di mata kamu? Apakah aku mengeluarkan komentar kampungan?" "Tidak." "Lalu kenapa kamu malah memikirkan hal yang r

