Memang Emma tidak memiliki bukti kalau Ahan adalah pelakunya, tapi- tetap saja Ahan tidak terlihat menyukai hewan, apalagi pria itu terlihat mendominasi adik bungsu sementara pria itu malah takut dengan Hugo yang tubuhnya lebih tinggi dari Ahan. "Ahan terlihat sangat menyukai bisnis, namun dia membuka shelter? Di rumah kalian saja tidak ada hewan, seekor kucing datang ke rumah sakit dalam keadaan bekas disiksa, kenapa aku malah jadi tidak percaya pada Kakak ipar?" "Dia memang tidak suka dengan hewan, burung bertengger di pohon saja dia lempar dengan batu, kebiasaan sejak kecil yang tidak pernah dihentikan oleh orang tua kami, bahkan jika burung itu jatuh dan mati, dia disoraki dengan bangga." Hugo menaikkan kedua bahunya dengan santai. Emma mendengarkan cerita dengan seksama. "Sungguh aj

