"Apa kamu tidak bisa mengurus para pasien dengan baik?" tanya Hugo sambil memasukan anjing jenis border collie ke dalam kandang dengan kaki kanan depan terangkat dan dibalut perban. "Anjing ini sangat cerdas, mudah membuka kandang jika dia niat." Emma lupa memasukan gembok ke dalam grendel, karena jika hanya menutup grendel saja, bisa langsung dibuka oleh si pasien. "Maafkan aku, sempat lupa karena sibuk tadi." "Yang jadi masalah adalah, jika dia kabur tanpa sepengatahuan kita? Anjing ini cerdas lho." "Iya, maaf." Emma tertunduk lesu, dia merasa menyesal sekaligus memikirkan jejak ciuman tadi. Pikirannya menjadi tidak fokus. "Maaf terus tanpa kamu sesali, menjadi percuma." Emma menghela napas panjang, Hugo menjadi pria yang cerewet jika ada yang tidak berkenan di hatinya. "Ya." Semen

