Sejak kecil, Emma terbiasa dengan Ibu yang mengabaikan dirinya demi Mia, dan Ayah yang suka meremehkan karena gengsi. Berbagi macam ejekan keluar masuk di telinganya hingga membuat kebal berhadapan dengan orang songong macam Maria. Yah, diam-diam Emma bersyukur juga. Setelah mendapat ancaman dari Emma, Maria melarikan diri entah kemana. Emma berkacak pinggan dan mencibir wanita tua dan gemuk itu. "Hah! Ternyata penakut juga dia." Emma kembali memasak untuk orang rumah.Kali ini tidak perlu makanan mahal atau chef, cukup masakan rumahan yang bergizi dan sederhana. Satu makan, yang lain juga ikut makan hal yang sama. Dua jam kemudian, tepat jam delapan pagi. Kedua mertua dan Hugo duduk manis di kursi, kali ini sang suami duduk di tempat Ahan yang duduki sebelumnya. Lilian mengerutkan ken

