Marion masih tidak puas dengan penjelasan Ahan, dia dan beberapa rekan di dewan komisaris memutuskan diam serta melihat apa yang akan dilakukan Ahan. Marion yang sudah pulang ke rumah dalam keadaan lelah, memutuskan menghubungi Hugo sore itu juga. "Pak Marion." Marion tersenyum begitu mendengar suara menyapa yang akrab dan juga hangat, berbanding terbalik dengan kakaknya. "Bagaimana kabar kamu, Hugo?" "Saya baik-baik saja." "Kamu bisa memanggil saya om, seperti biasanya." "Saya sudah keluar dari rumah dan juga perusahaan, jadi saya rasa itu tidak pantas." Marion menghela napas panjang, masih kesal dengan perilaku dari kakak Hugo yang berbanding terbalik. "Andaikan waktu bisa diputar kembali, saya pasti akan mati-matian mempertahankan kamu di perusahaan, Hugo." *** Hugo yang baru

