Emma terkejut dengan perbuatan tangannya yang spontan. "Ah, maafkan aku. Sepertinya tangan ini nakal sekali." Azam menatap tidak percaya Emma. "Kita tidak bertemu berapa hari, kamu sudah berubah banyak sampai berani menampar aku seperti ini, untung saja kamu tidak menikah denganku waktu itu- tapi, aku bersedia mendidik kamu dengan baik jika kamu bersedia kembali.." Emma mengedipkan kedua matanya. "Hm? Aku harus kembali kepadamu? Mimpi!" Dokter hewan yang sedang menepuk kepala Rosie dengan santai, menonton pertengkaran Emma dan mantan tunangannya sambil sesekali berkomentar. "Nah, lihat. Dia mantan mama baru kamu, seandainya papa kamu bisa menikah dengan dia- dia pasti bisa merawat kamu dengan baik." Rosie menguap seolah tidak peduli dengan masalah pemiliknya, yang penting dia bisa meng

