bc

Just You

book_age16+
2
IKUTI
1K
BACA
billionaire
family
CEO
student
sweet
campus
highschool
office/work place
model
like
intro-logo
Uraian

Seorang gadis cantik baru saja bangun dari mimpi indahnya. Mimpi yang membuatnya enggan untuk bangun. Bagaimana tidak, gadis cantik itu bermimpi bertemu pangeran kuda putihnya. Namun semuanya hanyalah mimpi. Di dunia nyata, gadis cantik itu menyukai kakak kelasnya yang bernama Arsaka Bagaskara. Laki-laki yang bersahabat karib dengan abangnya, namun laki-laki itu tak menyukainya melainkan menganggapnya sebatas adik kecil.

Ava Lavender Atmaja

Gue selalu menganggap Ava sebagai adik kecil yang harus gue lindungi tapi gadis itu malah mengartikan lain perhatian yang gue kasih. Gue ga punya adek perempuan, makanya gue sayang banget sama gadis kecil itu. Lalu harus bagaimana sekarang? Setelah gadis itu mengungkapkan tentang perasaannya, hubungan kami jadi merenggang. Gue tentu menolak perasaan gadis itu. Setelah hari itu gue ga pernah lagi bertemu dengan Ava. Ava bagaikan hilang di telan bumi. Bahkan semua kontak gue di blokir. Ya DIBLOKIR! Gue ngerasa kehilangan dia saat dia udah pergi ninggalin gue tanpa sepatah katapun. Gio sebagai abangnya juga ga bilang apa-apa sama gue. Gue berharap masih diberi kesempatan untuk memperbaiki semuanya

Arsaka Bagaskara

chap-preview
Pratinjau gratis
01 Ava Lavender Atmaja
Selamat Membaca cerita pertamaku Semoga kalian suka ya Atmaja Mansion Sinar matahari mulai masuk ke kamar si cantik Ava saat mama tercinta membuka gorden kamar anak gadisnya. Sang gadis mulai tergangggu dengan sinar yang membuatnya silau. Ava mengerjapkan mata berkali-kali guna menyesuaikan dengan kondisi sekitarnya. "Sayang ayo bangun, kamu ga mau terlambat ke sekolah kan" ucap Mama "Lima menit lagi ma" ucap Ava "Ayo bangun sekarang sayang. Papa sama Abang udah nungguin di meja makan" ucap mama sambil menarik tangan sang anak Ava mulai melangkah ke kamar mandi meninggalkan sang mama yang geleng kepala meliat kelakuan putrinya. Setelah selesai mandi Ava pun melangkah ke walk in closet. Tak butuh waktu lama untuk membuat dirinya tampak cantik bak princess karena memang Ava sudah cantik sekalipun tanpa make up. "Pagi Pa, Ma, Abang"ucap Ava sambil duduk di kursinya dan mulai ikut sarapan. "Pagi kesayangan Papa" jawab sang Papa "Hari ini Ava nebeng Abang ya, lagi males bawa mobil" pinta Ava pada Abangnya "Iya, tapi ntar pulang sekolah Abang ada latihan basket jadi ga langsung pulang. Kamu gapapa nungguin abang latihan basket?" tanya Gio "Bang Arsa ikut latihan? Kalau ada bang Arsa, aku pasti maulah nungguin kalian latihan basket" ucapnya sambil senyum-senyum "Arsa pasti ikutlah kan dia kaptennya" ujarnya "Okay" ****** Ava keluar dari mobil dan langsung di sambut oleh sahabat-sabahat ceriwisnya "Va tumben lu nebeng bang Gio. Mobil lu kemana?" tanya Kalya "Ada di rumah. Lagi males aja gue bawa mobil sendiri" ujarnya "Kuy kita ke kelas, gue belum ngerjain PR dari bu Ami" ajak Renata "Bang aku ke kelas duluan ya" pamit Ava "Okay" ujarnya " Bye abang Gio ganteng" ucap Oliv sambil memberikan kiss bye pada Gio. "Bye Olive cantik" goda Gio dan yang digoda tentu saja pipinya bersemu merah semerah tomat Ava dan sahabat-sahabat ceriwisnya berjalan melewati koridor dengan berjalan santai. Dan mereka membalas sapaan dari anak-anak SMA Pelita dengan senyum. Di kelas keadaan sangat ramai. Hal itu dikarenakan mereka sedang mengerjakan PR fisika dari ibu Ami. Harusnya PR di kerjakan di rumah ya tapi tentu saja tidak berlaku bagi mereka. "Bi nyontek punya lu dong" pinta Ava "Tuh di belakang pada rebutan di meja" jawab Bian "Yaelah pake segala ada PR segala sih" keluh Oliv "Kalau ga ada PR bukan bu Ami namanya" ketus Kalya "Nyalinnya buruan woy ga usah di hayati keburu masuk nih" kata Ardan "Bukan masalah lamanya, gue nyontek aja bingung mau nulis apaan" gumam Oliv "Nyontek tinggal nyontek aja pake bingung segala lu. Udah tulis aja ga usah banyak ngomong lu!" tegur Dani Setelah adu mulut mereka akhirnya bel tanda masuk kelas pun bunyi. Untung mereka sudah selesai nyalin tugasnya dan mereka langsung bernafas lega karena tidak akan kena omel oleh bu Ami. ***** "Va, ntar pulang sekolah lu ikut nonton anak kelas kita latihan basket lawan kelas bang Gio ga?" tanya Renata "Ikut dong, kan ada bang Arsa juga nanti yang main ya kali gue ga nonton. Penggemar nomor satu bang Arsa gue nih" ujar Ava "Lagian si Ava pake ditanya segala sih Re udah pasti ikut nonton dia mah" gumam Kalya "Ya kan gue cuma memastikan aja Kal" "Iya deh serah lu. Yuk ke kantin laper nih gue" ajak Kalya " Kuy" Di kantin ternyata sudah marai sekali bahkan meja pada penuh. Mereka melihat-lihat siapa tahu ada meja yang masih kosong. "Va, sini gabung aja sama kita" panggil Arsa Dengan senyum malu-malu Ava datang ke meja Arsa dan sahabat-sahabatnya "Abang makan apa? Enak deh kayaknya" ujarnya "Bakso. Kamu mau?" "Mau tapi pesenin ya" "Iya tunggu bentar. Minumnya apa?" "Es jeruk" setelahnya Arsa pergi untuk memesan bakso Sambil menunggu bakso pesenannya, Ava memilih merecoki abangnya. "Apa sih Va, ganggu orang makan aja deh lu" keluh Gio yang nasi gorengnya kini berpindah ke Ava "Nyobain dikit doang bang. Ga boleh pelit sama adek, ntar aku bilangin mama lho" ancam Ava sambil senyum mengejek ke abangnya "Ngadu mulu lu kerjaannya" "Gapapa biar lu dimarahin" ujarnya sambil tertawa bersama teman-temannya. Memang seperti itu kelakuan kakak-adik itu, selalu adu mulut kalau soal makanan ***** Saat pulang sekolah Ava dan sahabatnya langsung menuju ke lapangan basket. Disana ada anak-anak basket yang sudah berganti pakaian mulai masuk saru persatu dan mendapat teriakan dari para anak-anak perempuan yang mengidolakan mereka. Tim basket kelas XII IPA 4 terdiri dari Arsa, Gio, Rafa, Satria dan Leo. Sedangkan lawannya tim basket kelas XI IPA 2 terdiri Bian, Ardan, Dani, Revan dan Dipta. Ava dan para sahabat ceriwis duduk di tribun dengan tangan penuh jajanan untuk menemani mereka menonton pertandingan. "Ya ampun mereka ganteng banget sih pake baju basket gitu. Apalagi bang Gio, duuh ga kuat gue liatnya guys" ujar Olive dengan tatapan tak lepas dari bang Gio "Bang Arsa yang paling ganteng" ujar Ava "Lu mah bucin ke bang Arsa tapi doi ga peka. Ga capek apa lu di anggap adek doang sama doi" ucap Renata sambil menatap prihatin ke arah Ava "Dia kan ga tau kalau gue suka sama dia. Nanti kalau tim bang Arsa menang gue bakalan bilang kalau gue suka sama dia" antara yakin tidak yakin Ava berucap demikian. Pasalnya dia takut kalau Arsa tidak membalas perasaannya dengan semestinya. "Gue dukung lu Va. Tapi inget kalau bang Arsa ga balas perasaan lu, lu harus move on ya" "Susah tau move on dari bang Arsa" "Daripada sakit hati mau lu" "Liat ntar ajalah" Di tengah lapangan mereka sedang bersorak ria karena pertandingan dimenangkan oleh tim Arsa. Dan mereka berlari keliling lapangan sebagai selebrasi atas kemenangan mereka. Ava turun ke lapangan guna memberikan air minum dan handuk kecil kepada Arsa. "Nih" ucap Ava sambil memberikan air minum dan handuk yang di bawanya tsdi pada Arsa "Thanks Va" jawab Arsa sambil meminun air dan kemudian mengusap keringat dengan handuk yang diberikan oleh Ava "Arsa di kasih minum, ini abangnya sendiri kaga di kasih" ucap Gio sambil menatap Ava sebal "Abang berisik deh" ketus Ava "Nanti pulang sendiri lu ya" "Tenang Va nanti pulang sama Abang" ujar Arsa sambil senyum menatap Ava. Ava? Jelas langsung salah tingkah dan malu-malu. "Mampir jajan dulu ya bang Arsa" ucapnya agar bisa lebih lama bersama Arsa "Okay" ***** Sore ini langit lagi bagus tidak mendung dan tidak juga panas. Aku bersama bang Arsa keluar sekolah dengan mengendarai motor kesayangan bang Arsa. Kami menuju street food karena aku ingin makan seblak dan dimsum. Sampai di lokasi, aku dan bang Arsa langsung menuju ke tempat penjual seblak. Di sana ternyata ramai sekali. Untungnya masih ada satu meja kosong yang bisa kami tempati. "Kamu duduk dulu di sini, biar abang yang pesenin kamu seblak" ujar Arsa "Okay. Aku mau yang pedas ya trus fillingnya yang banyak baksonya juga" pintaku " Ga boleh makan pedas Ava, nanti kamu sakit perut" ujarnya "Yahhh, ga enak dong bang" "Tetap enak kok. Abis ini nanti kita beli ice cream. Mau?" tanya Arsa "Mau" Sambil menunggu bang Arsa memesan seblak, aku mulai menjelajah i********: sekalian mengupload fotoku dan bang Arsa tadi saat menang pertandingan basket. liked by gionathan.a and 2.741 others AvaLavender Congrats bang Arsa? view all 177 comments Kalya.Ayu So sweet banget sih kek orang pacaran Oliivvv Mau juga dong foto kaya kalian Bian.Arm Nempel terus tapi kaga jadian wkwk Gionathan.A @Arsakaa Kasian tuh adek gue ga di kasih kepastian Arsakaa @Gionathan.A Berisik lu Satria.Air Va lu sama gue aja daripada sama Arsa kaga jelas ***** Arsaka p.o.v Street Food Gue kesal sama komentar mereka yang seolah-olah mikir kalau gue gantungin Ava. Padahal di sini gue ga ada perasaan itu untuk Ava. Gue sayang sama Ava tapi sayang gue ini sebagai adek yang harus gue lindungi. Semoga Ava mikirnya juga gitu, gue ga tau harus gimana kalau misalnya Ava ada rasa sama gue. Gue ga bisa balas perasaan itu tapi gue juga ga mau melukainya. "Nih seblak kamu" ucapku sambik memberikan seblak kepada Ava yang diterimanya dengan senyum manis "Makasih Abang" "Makan abis itu masih mau beli dimsum kan" "Iya aku pengen banget dimsum dari kemarin" Setelah seblak kami habis, kami pun pindah ke penjual dimsum. Mukanya Ava senang banget nemu dimsum dan di sebelahnya ada penjual minuman Thai Tea. Langsung saja tuh bocah ngacir beli es. Gue cuma bisa geleng kepala ngeliatnya. Itu perut ga penuh apa ya. Dimsum yang kami beli pun akhirnya di bungkus dan kami memilih pindah ke taman untuk menghabisnya dimsum dan es yang di beli Ava tadi. "Abang masih punya hutang sama aku ya" ucapnya Gue diem sambil mikir punya hutang apa gue sama ini bocah "Hutang apa lagi?" tanyaku "Tadi kan abang bilang mau beliin aku ice cream kalau aku beli seblaknya yang ga pedes" katanya Giliran soal jajan aja ni bocah inget banget "Emang perut kamu masih muat?" tanyaku tak yakin "Ga muat kalau sekarang hehe. Kita beli ice creamnya besok aja pulang sekolah sekalian nonton. Ada film baru tau bang" Ava itu ga bisa yang namanya ga update tentang film yang baru tayang. Setiap ada film baru, dia pasti langsung menelfonku untuk pergi ke bioskop. Padahal dia punya kakak tapi maunya sama gue terus, heran juga gue. "Apa judulnya?" "Fast and Furious 9 sama Black Widow" "Mau nonton yang mana?" "Dua - duanya dong" "Satu dulu Ava, satunya lagi nanti lagi" "Nanti keburu udah ga tayang lagi Abang" "Masih tayang Ava. Udah ah ayo Abang anterin kamu pulang" ujarnya dan Ava yang mendengar itu langsung saja kesal. Padahal ia masih ingin berlama - lama dengan Arsa tapi malah di ajak pulang. ***** Atmaja Mansion Ava yang merasa masih kesal sama Arsa lantaran tadi saat mereka jajan di street food mengajaknya agar cepat pulang, kini ketika sampai di rumah Ava langsung masuk ke dalam dan meninggalkan Arsa yg malah melongo melihat kelakuan Ava barusan. Dalam hati Arsa hanya bisa menahan kesal lantaran ditinggalkan begitu saja tanpa salam perpisahan atau sekedar basa basi ngajak masuk ke rumah gitu. Akhirnya Arsapun memilih untuk pulang ke rumahnya. Sedangkan di dalam rumah, ada anggota keluarga Ava yang sedang berkumpul di ruang keluarga. Saat melihat anak gadisnya yang cantik jelita kusut sang papa bertanya ada apakah gerangan yang membuat anak gadisnya ini bersedih. "Ava kenapa pulang pulang kok mukanya asem gitu" tanya Papa "Ava kesel sama bang Arsa pa, kan Ava bek pengen pulang tapi bang Arsa udah ngajakin pulang aja." jawab Ava yang masih merasa kesal "Kan ini udah sore sayang, bagus dong Arsa nganterin kamu pulang sebelum malam" kata si Mama "Tapi kan Ava masih pengen bareng sama bang Arsa mamaku sayang" ucap Ava "Besok juga ketemu lagi di sekolah. Ga usah lebay deh dek" kata Gio "Ih Abang mah gitu. Ga ngerti sama yang namanya orang lagi jatuh cinta. Oh iya Ava lupa, kan Abang jomblo ya mana tau rasanya orang jatuh cinta" Ucap Ava sambil meledek abangnya dan bersiap untuk lari sebelum abangnya mengejarnya "Wah wah wah ngajak ribut ini bocah" Gio langsung mengejar Ava "Jangan lari-lari, awas jatuh kalian" peringat sang mama ***** Hari ini seperti biasa di Mansion keluarga Atmaja selalu heboh dengan perdebatan anak gadis dan abang tercinta. "Ava mau sarapan pakai roti sama s**u aja ga mau makan nasi soalnya Ava mau diet" ujar Ava mengagetkan semua anggota keluarganya di meja makan. "Ngapain diet segala sih badan udah kaya lidi kaya gitu sok-sokan mau diet. Mau tinggal tulang doang gitu?" ucap sang Mama sewot terhadap anak gadisnya "Ih mama malah ngatain anaknya begitu" jawab Ava kesal "Udah ga ada diet-diet. Makan yang bener kamu. Bersyukur masih bisa makan nasi kamu tuh, coba liat orang-orang diluar sana yang mau makan aja susah. Ini kamu tinggal makan aja pake sok-sokan mau diet segala" ujar mama yang tetap kekeh melarang sang anak diet "Ava bersyukur mama. Cuma Ava emang lagi pengen ngurangin makan nasi aja kok" Ava rada kicep karna kena siraman rohani dari mama tercinta pagi-pagi "Gaya-gayaan sih mau diet" ucap Gio sambil geleng kepala memikirkan adeknya yabg tiba-tiba ingin diet itu. "Iyaya ga jadi diet. Makan nasi nih. Puassss" ucap Ava sebal "Bagus makan nasi yang banyak, pake sayur biar sehat" ucap sang papa Setelah sarapan akhirnya Ava dan Gio berangkat sekolah bersama. Ava masih mode malas bawa mobil sendiri dan lebih memilih mengekor abangnya saja. ***** Sesampainya di sekolah Ava langsung meninggalkan Gio karena melihat Arsa baru turun dari motor gedenya. Disamperinlah si Arsa. Biasalah pagi-pagi cuci mata nyamperin yang ganteng wkwk "bang Arsa" panggil Ava "Eh Ava, kok tumben bareng sama Gio lagi. Mobil kamu kemana?"tanya Arsa "Ada dirumah males nyetir aja makanya bareng bang Gio" jawab Ava "Oh males nyetir. Untung Gio sabar sama kamu ya Va" ucap Arsa sambik ketawa "Ih emang Ava kenapa sampai bang Gio harus sabar?" ga terima Ava diketawain gitu "Kamu ga sadar apa gimana sih Va, kamu itu manja tau ga, ceroboh juga. Makanya Gio suka khawatir sama kamu. Aku juga suka khawatir sama kamu kalau kamu sendirian, makanya kalau ga sama Gio ya kamu harus sama aku biar aku ga khawatir. Ngerti?" "Aku ga ceroboh tau. Jadi bang Gio sama bang Arsa ga perlu khawatir sama Ava. Okay" "Okay deh" Arsa memilih meng-okay saja daripada panjang urusannya kan bisa telat masuk kelas mereka nanti ***** Di kelas Ava datang langsung di sambut heboh teman - temannya pasalnya ada yang ulang tahun hari ini dan nanti malam bakalan ada party. "Guys guys nanti malam jangan lupa oada dateng di pesta ulang tahun gue ya. Pokoknya kalian harus dateng bawa pasangan kalau bisa hahaha" ujar Kalya yang ulang tahun hari ini "Yaelah harus banget bawa pacar nih? Kalau yang jomblo gimana? Masa ga boleh dateng. Tega lu Kal" "Iya ga seru Kal" "Jomblo juga boleh dateng kali Kal" dan masih banyak lagi sawut - sawutan di kelas itu. "Iya ya jomblo boleh dateng kok, siapa tau kalian malah dapet jodoh di pesta gue nanti" jawab Kalya "Gue mau ngajakin bang Arsa ah" ucap Ava sambil senyam senyum memikirkan dia akan pergi bersama Arsa ke pesta Kalya nanti malam. Pasti mereka bakalan ngalahin sang empunya pesta haha "Bang Gio gue ajakin mau ga ya? Eh Va tanyain abang lu dong, ntar malam pergi ke pesta Kalya sama gue aja gandengannya kalau bisa sih confess kek. Capek gue di gantungin mulu sama abang lu" ucap Olive "Hahaha" Ava "Kasian amat deh lu Liv" "Nasib lu emang sukanya di gantungin kek jemuran sampai kering ntar tinggal ilang kebawa angin" "Kalian tuh bener bener tega ya sama gue" ucap Olive sambil muka tertekuk lantaran sebal sama sahabat sahabatnya ini. "Udah tenang aja nanti gue bilangin ke abang gue kalau ntar malam perginya gandengan sama lu aja. Jangan sedih gitu ih, males gue liatnya" bujuk Ava "Ah lu emang yang terbaik Va. Sarangheo" ucap Olive sambil senyum senyum malu dia haha "Ih malu malu kucing dia" ledek Renata "Okay guys jadi pulang sekolah nanti kita harus ke mall shopping baju trus pulangnya langsung ke salon" ucap Kalya. Dia sudah membayangkan gaun apa yang akan dia kenakan untuk pestanya nanti malam dan dia juga sudah punya rencana untuk mewarnai rambutnya supaya tambil beda. "Gue pengen ke butiknya tante Della aja deh, pasti banyak gaun cantik cantik buat kita. Gimana kalian setuju ga ?" tanya Ava "Wah itu sih kita setuju banget" jawab mereka barengan. Biasalah ya cewek kalau udah urusan shopping pasti satu suara ***** Purple Boutique Kedatangan mereka membuat orang - orang di butik mengalihkan perhatian pada mereka semua. Pasalnya mereka merupakan pelanggan tetap butik tersebut. Purple Boutique adalah butik milik adik mama Ava, jadi kalau Ava dan teman - temannya ke butik sudah pasti akan mendapat layanan khusus. "Hai sayang" sapa tante Della pada mereka. "Hai tante" jawab mereka berbarengan "Tan aku mau dress off shoulder dengan bahan lace warna navy trus di bagian d**a harus ada bunga - bunga dan diamondnya. Oh satu lagi lengannya pendek aja" pinta Ava pada tante Della "Okay, untuk sepatunya kamu mau model dan warna apa sayang?" "Aku mau stiletto Christian Louboutin warna putih aja tan" "Aku mau dress one shoulder aja tan. Karna ini perayaan pesta ulang tahunku aku mau pakai warna gold dan bagian roknya depan pendek trus belakangnya panjang gitu tan. Sepatunya aku mau pakai heels Giuseppe Zanotti warna black gold." pinta Kalya "Olive sama Renata mau dress model apa?" tanya tante Della "Olive mau dress model halter neck tan. Warnanya samaan sama Ava navy juga. Dressnya jangan panjang ya tan, aku mau panjangnya sebatas paha trus sepatunya aku mau pake Louis Vuitton Silver" ucap Olive "Renata mau Cocktail dress warna navy juga tan. Aku maunya dress yang panjang tan trus sepatunya aku mau pake heels warna navy" "Okay kalian duduk manis dulu ya, biar dress sama sepatu yang kalian inginkan di siapkan dulu" "Okay tante" Sambil menunggu mereka mengobrol tentang reaksi para cowok - cowok saat melihat tampilan mereka menggunakan dress yang terbuka. Membayangkan saja sudah membuat mereka tertawa apalagi benar - benar melihat reaksi mereka nanti hahahaha. "Va udah bilang bang Gio belum kalau nanti malam suruh gandengan sama gue" "Udah Liv tenang aja deh nanti malam ga jomblo lu hahaha" "Bang Gio juga ga gentle amat sih ga nembak - nembak si Olive" "Tau tuh bingung gue sama abang gue sendiri" "Trus lu nanti malam bareng gue sama bang Gio apa di jemput bang Arsa?" tanya Olive memastikan Ava akan ada di antara dia dan Gio atau tidak. Kalau tidak kan dia bisa berduaan sama Gio wakakaka "Gue sama bang Arsalah. Ga mau gue ke pestanya Kalya sendirian. Ga elit banget Ava si princess ga ada yang gandeng ckck" "Hahahahaha" "Ngakak sih" "Ngode mulu Va ga jadi - jadian" "Gue belum siap nyatain perasaan ke babg Arsa" Ava murung mengingat statusnya dengan Arsa yang tidak jelas. Saat sedang asyik berbincang tiba - tiba tante Della bersama karyawannya datang dengan membawa pesanan mereka. "Kalian cobain dulu ya dressnya, nanti kalau kebesaran bisa langsung dikecilin" pinta tante Della pada gadis - gadis itu Keempat gadis itu langsung masuk ke fitting room untuk mencoba dress mereka masing - masing. Satu persatu dari mereja keluar dari fitting room dan memamerkan dress mereka di depan tante Della dan para karyawan yang membantu mereka. "Waaaah Ava cantik banget sayang. Mama kamu pasti suka liatnya. Gaya dulu sayang tante foto biar dikirim ke mama kamu. Pasti heboh liatnya" "Mama pasti ngebolehin tante tapi Papa bisa ngamuk liat aku pakai dress terbuka kaya gini" "Papa kamu kolot sayang, fashionable kaya gini kok ga boleh" Setelah mencoba dan merasa sudah cukup pas di badan masing - masing mereka langsung lanjut ke salon untuk mempercantik diri agar para tamu terpukau dengan penampilan keempat princess

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
192.8K
bc

Istri Lemah, Pengacara Kejam

read
1K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
235.8K
bc

Kali kedua

read
220.9K
bc

TERNODA

read
201.1K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
21.8K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
33.1K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook