Jadwal begadang kini dimulai. Sejak pukul delapan malam, saat sanak saudara sudah kembali ke rumah masing-masing. Di situlah kedua mata si kembar tiga, melotot terang. Selalu saja ingin diajak bicara dan bermain. Parmi berkali-kali menguap mengajak Andrea, Aleta dan Andini untuk tidur. Bahunya sudah cukup pegal menyusui ketiganya. Parmi melirik jam di dinding sudah pukul sebelas tiga puluh malam. Namun ketiga anaknya belum ada yang ingin tidur. "Tidur dong sayang! Ibu ngantuk nih! Hooaam!" Parmi menguap sangat lebar. Anton yang saat ini tengah mengajak bicara Aleta, melirik istrinya yang sudah sangat mengantuk sepertinya. "Ibu tidur duluan aja, biar saya yang nemenin anak-anak main." Parmi menoleh pada suaminya. "Ga papa, Mas. Saya masih bisa nahan. Mungkin sebentar lagi mereka mau tid

