Part 45

968 Kata

Ali sudah duduk dengan manis di ruang tamu keluarga Anton. Di samping kirinya ada tas berukuran tidak terlalu besar, sedangkan di samping kanan ada empat kotak terbungkus kertas kado. Matanya menjelajah isi rumah dosennya tersebut. Tidak ada foto pernikahan Parmi dengan dosennya tersebut, memperkuat dugaan Ali, bahwa pernikahan Parmi bermasalah. "Den, Ali," sapa Parmi ramah. Ia berjalan ringan sambil tersenyum ke arah Ali. Ali bangun dari duduknya, lalu dengan semangatnya malah mencium punggung tangan Parmi saat Parmi mengulurkan tangan. "Biasanya bau bawang, Teh, kali ini bau minyak telon ya. Agak mendingan," ledek Ali yang diiukuti oleh tawa Parmi. "Duduk, Den!" Parmi mempersilakan Ali untuk duduk kembali, begitu juga dengan dirinya. "Eehhmm!" Anton yang sudah rapi, keluar dari kama

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN