taman hiburan

1617 Kata
" kenapa lo mau satuin mereka? " tanya raka saat dalam perjalanan menuju penjual es kelapa. " gue ingin buat karin merasa bahagia," jawabnya tanpa menoleh. Merasa tidak puas dengan jawaban fanny, raka pun berjalan lebih dulu dan menghadang langkah gadis itu. " sepertinya bukan itu aja," ia bersedekap dada melihat raka yang begitu kukuh ingin tau yang sebenarnya, fanny pun tidak punya pilihan lain selain mengatakannya. " gini."ia berjalan sedikit mendekati raka " gue ingin buat mantannya karin terbakar api cemburu," bisik gadis itu tepat di telinga raka. " ohh jadi itu " " kalau begitu gue dukung niat lo." raka tersenyum tulus Fanny yang melihatnya sontak membalas senyuman raka. Ia cukup senang karna misinya akan berjalan lebih lancar dengan bantuan seseorang. dan ia yakin peluang karin dan alfie berpacaran sangatlah besar. tibanya di tempat penjual es kelapa, fanny segera memesan empat porsi. gadis itu tergiur melihat banyaknya toping yang mengunggah selera di sana. namun saat ingin memilih toping di porsi keempat, raka menghentikannya. " mas, yang satu es kelapanya aja ya gak usah pakai apa apa," kata raka pada penjual es tersebut. " lah lo gak suka ka?," tanya fanny bingung raka menggeleng." bukan gue tapi alfie," fanny ingin bertanya lebih lanjut mengapa hanya alfie yang berbeda, tetapi ia mengurungkan niatnya karna baginya setiap orang memiliki selera yang berbeda-beda . setelah memesan es kelapa tersebut, kedua insan itu berjalan kembali menuju kosan raka. di dalam perjalanan pulang sempat terjadi perdebatan di antara mereka. fanny dan raka sama-sama kesal karna es kelapa yang di pegang fanny tumpah mengenai baju raka. jadi mengharuskan mereka untuk kembali dan membeli yang baru. fanny sudah meminta maaf pada raka tetapi lelaki itu tidak menggubrisnya dan malah mengatainya cewek ceroboh. fanny yang tidak terima dengan omongan itu langsung marah pada lelaki itu dan juga mengatainya lelaki hambar. fanny memberi julukan itu pada raka karna cowok itu tidak ada romantis-romantisnya dalam memaafkannya, seperti di drama korea yang pernah fanny tonton. " dasar cewek ceroboh lo " " lo lelaki hambar " " gue gak hambar ya! " " dan gue gak ceroboh! " tanpa terasa pertengkaran mereka berlangsung hingga di depan rumah. keduanya sama-sama tidak sadar sampai karin berdehem dan mengagetkan keduanya. " kalian kenapa? " tanya karin fanny menatap karin memelas." Rin , masa dia bilang gue cewek ceroboh," " ehh emang iya kok," potong raka sedikit memajukan tubuhnya pada fanny dan menatap gadis itu tajam. " kan gue gak sengaja cowok hambar! " balas fanny menatap raka tak kalah tajamnya. alfie yang lagi duduk tenang menggeleng-gelengkan kepalanya menonton drama itu. Kemudian Ia berdiri dan mendekat pada raka. " udah deh ka, maafin aja," bujuk alfie agar semuanya selesai. mendengar ucapan alfie raka pun menghela nafasnya berat. Ia menoleh sekilas ke arah fanny yang sudah siap menerima maafnya. " maafin gue " " hmm gue maafin " " hehe." serentak semua mata menoleh ke arah karin yang malah cekikikan. " kalian cocok deh," kata gadis itu membuat pipi fanny merona, sedangkan raka hanya memalingkan wajahnya. karin dan fanny memutuskan untuk menghabiskan waktu lebih lama di teras rumah alfie. mereka mengobrol ringan dan bermain monopoli. sungguh itu adalah momen yang sangat menyenangkan bagi karin. Karna ia bisa merasa di hargai dan di butuhkan di sini. setelah ashar, alfie dan raka membujuk karin dan fanny untuk segera pulang, karna tidak baik seorang gadis main terlalu lama di rumah cowok. namun walaupun sudah di bujuk, kedua gadis itu bersikeras untuk tetap berada di sini, keduanya beralasan bosan jika terus berada di rumah. jadi alfie memutuskan untuk membawa mereka ke taman hiburan terdekat. tentu saja mereka sangat senang dengan ajakannya. awalnya alfie menyuruh mereka untuk mengganti baju terlebih dahulu. tetapi karin menolak karna jika ia berada di rumah sudah di pastikan ibunya tidak akan membiarkannya keluar lagi suasana di taman hiburan itu cukup ramai karna kebanyakan pengunjung lebih memilih datang saat malam hari. alfie dan raka terus menajamkan pandangan mereka kepada karin dan fanny, karna dua gadis berseragam sekolah itu berjalan dengan langkah yang cepat sehingga alfie dan raka harus menyesuaikan jalan mereka. melihat karin yang tertawa dan tersenyum lepas seperti itu membuat hati alfie menjadi sangat bahagia. tidak ada lagi kesenangan baginya kecuali melihat senyuman karin. ingin rasanya alfie menikmati senyuman itu seumur hidupnya. Ia ingin bersama dengan senyuman hangat itu hingga ia dewasa kelak. namun lagi - lagi ia harus menelan kekecewaan karna usianya tidak selama itu. bahkan alfie pernah merasa iri dengan lelaki yang akan mendapatkan karin kelak. seorang lelaki yang akan menikmati senyuman indah itu. ya, alfie cemburu karna lelaki itu pastinya bukan lah dirinya. alfie yang lagi melamun tiba-tiba terkejut saat melihat karin tepat berada di sampingnya. kepalanya menoleh mencari keberadaan raka dan fanny yang menghilang entah kemana. " alfie tidak papa? " tanya karin dengan suara yang lembut. Alfie menoleh dan tersenyum." aku tidak papa rin, mmm yang lain mana? " " ohh mereka katanya mau main permainan di seberang sana." tunjuk karin ke tempat yang sedikit jauh dari tempat mereka berdiri. " trus kamu gak ikut?" " gak, aku maunya menemanin kamu," jawab gadis itu menggelengkan kepalanya. padahal mah tanpa karin dan alfie tau, ini semua adalah rencana fanny dan raka agar keduanya bisa menikmati waktu berdua. " kamu tadi melamun apa," tanya karin penasaran, pasalnya dari tadi ia memperhatikan alfie yang berdiri termenung. alfie menatap mata teduh karin, ia bisa melihat raut kekhawatiran di sana. Perlahan tangan alfie terangkat dan mengusap kepala karin dengan lembut. Ia tersenyum manis menatap wajah cantik itu. " aku melamun tentang mu," " ha? " Alfie mengangguk." Soalnya karin sangat menggemaskan membuatku terus kepikiran." ucapnya tersenyum menggoda. karin yang mendengar itu langsung memalingkan wajahnya dan tersenyum malu. tetapi entah kenapa ada sedikit kesenangan di hatinya mengetahui bahwa alfie suka memikirkannya. " kamu bercanda mulu deh." gadis itu mendorong pelan tubuh alfie. " aku serius rin." sahutnya tertawa apalagi melihat wajah merona itu. setelah menghentikan tawanya, tangan alfie bergerak dan menautkan jarinya di jari karin. membuat karin yang merasa pergerakan di jarinya reflek kaget dan memandang wajah alfie dengan tatapan bertanya-tanya. " biar gak hilang." jelasnya seraya tersenyum manis. sejenak karin terpukau dengan senyuman itu. ia membiarkan saja tangannya di tarik oleh alfie pergi. pandangan karin terus melihat genggaman tangan itu. Ia tersenyum tipis dan mengeratkan genggamannya. mereka berhenti di tempat permainan lempar kaleng. alfie dengan semangat mencoba permainan itu. ia mengincar boneka beruang yang tidak terlalu besar, sebuah boneka yang imut dan cocok untuk karin. namun setelah mencoba beberapa lemparan, kaleng-kaleng itu tidak terjatuh semuanya. Alfie menjadi sangat kesal dan geram, ia hanya ingin mendapatkan boneka itu. " al udah gak usah." karin mencoba membawa alfie pergi tetapi lelaki itu menahannya. ia malah berbalik ke arah karin dan mensejajarkan tubuhnya dengan gadis itu. " rin apa kamu suka boneka itu?," ia menunjuk boneka beruang yang tergantung itu. mendengar itu pandangan karin bergerak ke arah yang di tunjuk oleh alfie. Ia menatap lama boneka tersebut dan mengangguk pelan. alfie tersenyum." aku akan mendapatkannya untukmu, anggaplah itu adalah hadiah." tekat cowok itu dan kembali memesan bola. karin terus memperhatikan alfie yang penuh tekat untuk mendapatkan boneka itu untuknya. demi dia? kenapa alfie begitu baik. tak lupa juga karin menyemangati alfie dan berdoa di dalam hati. Bukan cuman karin, bahkan pengunjung lain yang berada di sana juga ikut menyemangati alfie. mereka juga berharap penuh dengan tekat lelaki berbaju hitam itu. brukk mendadak hening, yang lain seolah tidak percaya dengan semua kaleng yang terjatuh tanpa sisa dengan satu lemparan saja. satu detik.... dua detik.... dan.... " horeeee!! " sorak mereka bersamaan ke arah pemuda yang sedang mengatur deru nafasnya. alfie tersenyum puas, kemudian ia meminta boneka beruang sebagai hadiahnya. dengan hati yang gembira lelaki itu menyerahkan boneka tersebut pada karin. dan tepat saat karin menerimanya terdengarlah suara tepuk tangan dan sorakan. " so sweet sekali " " iya sungguh lelaki pejuang," " mereka pasangan yang romantis." ucap para pengunjung yang membuat karin tertunduk malu. bahkan jari jemarinya semakin meramas kuat boneka beruang itu. rona di wajahnya semakin memerah ketika alfie kembali menggenggam jarinya. karin mendongak dan menatap tepat ke dalam mata hitam cowok itu. " kamu senang? " karin mengangguk." senang banget... makasih " alfie tidak membalas ucapannya melainkan membawa gadis itu pergi dari sana. sementara karin terus melihat alfie dari belakang tanpa berkedip sedikit pun. ia merasa kagum dengan lelaki di hadapannya ini. sikap alfie mampu membuatnya terkesima, bahkan karin tidak pernah memuji cowok di dalam hatinya termasuk dion. tetapi entah kenapa ketika bersama alfie ia serasa ingin terus memuji cowok itu. karin terus menatapnya hingga ia tidak sadar bahwa mereka sudah berdiri di depan bialalang. dan ia semakin terkejut lagi saat alfie menunjukkan dua tiket di tangannya. tunggu sejak kapan lelaki itu membeli tiket?. karin menurut saja saat alfie menuntunya masuk, ia duduk di ujung sedangkan alfie di dekat pintu. senyum di wajah karin mengembang ketika melihat pemandangan dari atas sini. gadis itu terkesima beberapa saat sehingga ia tidak sadar bahwa alfie sedang memperhatikannya. " wahh cantik sekali." lirih karin masih melihat pemandangan. " iya cantik sekali." sahut alfie membuat pandangan karin menoleh padanya. ia sedikit terkejut melihat alfie tengah menatapnya intens. " kamu cantik rin," lanjut alfie tulus karin menggeleng." aku tidak secantik itu." " kamu cantik, dan aku suka itu." alfie terdiam sejenak, kemudian pandangannya tertarik kebawah melihat boneka yang di peluk oleh karin. " mau di beri nama siapa?," tanyanya sembari mengelus boneka itu. karin mendongak ke arah alfie sesaat lalu berganti melihat boneka imut itu." Berry aja gimana? " " hmm nama yang bagus." keduanya saling memandang cukup lama dan tersenyum satu sama lain. karin bahkan tidak menghentikan tangan alfie yang sedang menyingkirkan anak rambut di wajahnya. hingga keduanya sama-sama terkejut ketika mendengar teriakan dari bawah. " ROMANTIS BANGET!!! "
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN