74.

1875 Kata

Sia kini tengah melangkah ke arah perpustakaan sekolah dengan beberapa buku di tangannya, ketika kemudian ada seseorang yang menghadang jalannya. Sia yang sedang memerhatikan jalannya sontak menghentikan langkah ketika ada yang menghalang di depannya. Kedua alis Sia terangkat heran melihat gadis yang menghadang jalannya dengan tia-tiba itu. "Inah? Ada apa?" tanya Sia pada akhirnya ketika melihat gadis di depannya itu masih menundukkan kepalanya, tidak berani menatap ke arahnya. "Mbak Sia, bisa kita bicara sebentar?" pinta gadis itu kemudian yang akhirnya mendongakkan kepala membalas tatapan Sia. Sia semakin merasa heran dengan gadis itu. Tumben sekali gadis itu mau bicara dengannya. "Baiklah. Bagaimana kalau di sana?" jawab Sia sambil menunjuk taman yang tidak jauh dari tempat itu. Mere

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN