"Sia akan coba bujuk Aska ya tante. Kalau begitu biar Sia yang anter makanan Aska ke kamar sekarang." ucap gadis itu kemudian dengan melempar senyum kecil ke arah Yuna. Yuna mengangguk dengan wajah leganya. Wanita itu melirik ke arah tas ransel Sia yang masih bertengger nyaman di pundak gadis itu. "Itu tasnya taruh saja di sini dulu. Biar nanti bibi yang anter ke kamar Sia." saran Yuna sambil menyiapkan makanan baru untuk Aska. Sia kembali menganggukkan kepalanya dan lalu meletakkan tas ranselnya di atas kursi, menuruti saran Yuna. Tidak lama Yuna selesai menyiapkan makanan Aska di atas nampan kecil. Sia lalu meraihnya. "Tolong ya, Sia." pinta Yuna dengan wajah berharapnya. Sia melempar senyum kecil lagi ke arahnya dan menganggukkan kepala sebelum kemudian berlalu pergi menuju lantai ata

