Ketika sore menjelang, Hana berjalan beriringan dengan Justin di sampingnya. Tersenyum seolah-olah dia sangat bahagia. Well, dia memang sedang bahagia. “Kita akan kemana?” tanya Justin. Hana menoleh padanya dan tersenyum, dia sengaja tidak mengenakan niqabnya karena memang sedang ingin menikmati semilir angin sore yang walaupun dingin, tapi Hana suka. “Ke tempat pertama kali kau mengajakku berbicara,” jawabnya, yang membuat Justin berpikir. Melihat raut di wajah sang suami, Hana cemberut. “Kau lupa?” tanyanya penuh tuduh. Justin awalnya terdiam, lalu menyengir lebar dan menggeleng. “Waktu memang cepat sekali berlalu. Serasa baru kemarin kita bertemu dan kau bahkan tidak mau menatap langsung padaku dan berdiri sedekat ini denganku.” Perkataan Justin itu membuat Hana terkekeh. “Ini sem

