Chapter 42

1097 Kata

Hana pikir, dia telah tidur selama berjam-jam lamanya. Rupanya tidak lebih dari satu setengah jam. Ketika menengok ke luar jendela, dilihatnya langit masih gelap pekat tanpa bintang ataupun bulan. Ia menghembuskan napas dan memilih untuk duduk di kusen jendela yang terbuka. Anak rambutnya diterpa angin dingin, namun Hana tidak mempedulikan hal itu. Dia terdiam di sana, menatap taman di samping rumah. Fakta bahwa dirinya masih di rumah Fidelis membuat Hana semakin merasa tidak baik-baik saja. Untuk saat ini, dia tidak ingin bertemu dengan siapapun. Namun sepertinya, keinginan Hana itu tidak terpenuhi ketika pintu bergerak terbuka. Hana menoleh. Kejutnya hanya tampak sesaat ketika melihat Justin menutup pintu dan melepas jas dan dasinya yang longgar. Hana tidak memilih beranjak dari temp

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN