“Maaf.” Hana mendengar bisikan itu dan air matanya kembali jatuh. Dia merasakan ranjang yang bergerak dan kedekatan Justin yang semakin menjauh, kemudian suara pintu yang tertutup. Saat itulah Hana berbalik, dan mendapati dirinya seorang diri. Dia terjaga semalaman, tahu bahwa Justin tidak akan kembali ke kamar malam ini. Lelaki itu mungkin tengah berada di ruang kerjanya. Oleh karena itu, Hana menggunakan waktunya untuk sholat malam, memohon petunjuk pada Yang Maha Kuasa. Semua itu mungkin tidak benar. Hana berpikir sekali lagi. Justin mungkin tidak melakukan apa yang ia pikir lelaki itu lakukan. Mungkin saja ia salah mengira. Hana meragu lagi. Ada saat di mana dia begitu yakin akan kesalahan yang dibuat Justin yang berhasil menyakitinya, dan Hana menunggu pria itu menceritakan semuany

