"Jon kamu stand by di depan pintu utama. Nanti akan ada seorang wanita datang dan antarkan dia ke kamarku!" seru Devan sambil menatap ke luar jendela dari lantai atas apartemennya. Di mana hanya orang-orang kaya raya saja yang bisa tinggal di tempat itu.
"Baik Tuan," sahut Jon dengan patuh.
Lelaki bertubuh tegap itu segera menuju ke pintu utama dan berdiri di sana untuk menunggu teman kencan bosnya malam ini. Namun, tiba-tiba Jon merasakan ingin buang air kecil. Ditinggal sebentar sepertinya tidak masalah, tetapi lelaki itu tidak lupa berpesan kepada security yang sedang berjaga.
"Bro, nanti kalau ada wanita cantik yang mau ke apartemen nomor satu. Tolong antarkan sampai lift ya!" pesan Jon sambil berlalu.
"Oke Mas," sahut security itu.
Setelah Jon menuju ke toilet, sebuah mobil berhenti tepat di depan pintu utama apartemen elit itu.
“Ingat apartemen nomor satu!" pesan Dina sebelum Keyza turun dari mobil.
"Iya," sambil mengangguk kecil.
"Berani pulang sendiri atau mau gue jemput?" tanya Dina kemudian.
"Tidak usah! Gue nanti pesan taksi online saja," sahut Keyza yang mulai merasakan jantungnya berdebar.
"Hati-hati! Semoga pria itu tidak kasar," pesan Dina yang disertai sebuah harapan.
"Tenang saja! Gue bisa jaga diri kok, duluan ya!" pamit Keyza yang dijawab anggukan oleh Dina. Dengan jantung yang mulai berdetak lebih cepat, Keyza kemudian segera turun dari mobil.
Sepasang kaki panjang yang mempunyai betis padi itu tampak melangkah dengan kaku menuju pintu utama. Mata indahnya terlihat bergerak menelisik bangunan megah itu. Keyza mempererat kedua tangan untuk merapatkan cardigan tipis yang membalut tubuh seksinya.
"Mbak mau ke mana?" tanya seorang security dengan serius.
"Saya mau ke apartemen nomor satu Pak," jawab Keyza sambil menenangkan dirinya.
"Silahkan ikut saya!" seru lelaki bertubuh tegap itu.
Keyza segera mengikuti security yang mengantarnya sampai depan lift. Lalu lelaki itu berbalik dan berkata, "Silahkan Mbak! Nanti begitu pintu lift terbuka, langsung kelihatan kamar yang Mbak tuju," ujarnya memberitahu.
"Terima kasih Pak," ucap Keyza sambil melangkahkan kakinya masuk ke dalam lift.
"Sudah datang wanita itu?" tanya Jon yang baru saja kembali dari kamar mandi.
"Baru saja naik, cantik sekali dan masih muda lagi," lirih security itu.
"Tidak heran, kalau aku kita sekaya Tuan Dev juga bisa booking wanita seperti itu," timpal Jon yang dijawab anggukan oleh security itu.
Jon kemudian mengeluarkan ponselnya dan memberitahu akan kedatangan teman kencan majikannya itu.
[Ingat Keyza, apa pun yang terjadi jangan gunakan kecantikanmu untuk mendapatkan segalanya!] Tiba-tiba sebuah pesan yang pernah mami katakan terngiang di telinga gadis itu.
[Kalau ragu, lebih baik mundur!] Perkataan Dina juga kembali terdengar.
Keyza segera menepis semua nasihat yang mulai menggoyahkan niatnya. Keyza tampak gemetaran ketika melepas cardigan yang ia kenakan. Melipat baju itu sampai rapi dan kecil. Lalu memasukan ke dalam dompet selempangnya.
Pintu lift pun terbuka dengan bermodalkan nekat Keyza melangkah menuju ke pintu apartemen nomor satu. Terlihat sebuah keraguan yang membuatnya untuk berpikir dua kali, tetapi keinginan membebaskan ibunya lebih besar dari apa pun.
[Mami rela bermandikan lumpur selama bertahun-tahun demi aku dan sekarang aku akan melakukan yang sama dan itu hanya sekali,] batin Keyza yang menepis semua keraguan di dalam hatinya. Setelah menekan door bell, pintu apartemen itu pun terbuka otomatis. [Ya Allah, tolong aku!] doa Keyza sambil melangkahkan kakinya untuk masuk.
Keyza tampak tertegun sejenak ketika sampai di dalam apartemen itu. Di mana tempat itu sangat mewah dari segi desain interior dan barang-barang yang berada di sana. Tepatnya lebih mirip seperti kamar hotel bintang lima. Bahkan apartemen Dina tidak ada apa-apanya.
Gadis itu terus melangkah hingga melihat seorang pria sedang berdiri membelakanginya. Dengan memberanikan diri ia pun mengucapkan, "Selamat malam!"
"Malam," balas pria dengan suara baritonnya. Ia kemudian berbalik sambil tersenyum menyambut kedatangan Keyza.
Keyza tampak terkejut ketika bertemu dengan pria yang akan membeli kesuciannya. Ia sangat yakin sekali jika lelaki itu adalah Dev, orang yang pernah menolongnya pergi dari party tempo hari. Ternyata pria itu sangat tampan bila dilihat dari jarak dekat. Gadis itu jadi nervous ketika pria itu melihatnya dengan tajam. Di dalam hati Keyza berharap semoga Devan tidak mengenalinya.
Sementara itu Devan menatap dengan seksama ke arah gadis yang akan melakukan one night stand dengannya.
Ia pun terkesima melihat kecantikan dan keseksian wanita itu. Entah mengapa Devan merasa wajah cantik itu tidak asing baginya, tetapi entah siapa.
[Very beautyful,] lirih Devan di dalam hati sambil terus melangkah maju. "Kamu minta berapa?" tanya Devan to the point, tanpa melepas pandangannya.
[Ya Allah, kenapa harus dia?] tanya Keyza pada hati kecilnya. Gadis itu segera menenangkan diri yang nervous dan menjawab dengan gugup, "Bo-boleh aku minta bantuanmu saja?"
"Katakan apa keinginanmu!" seru Devan dengan heran.
"Aku ingin kamu bebaskan seorang wanita bernama Rosa dari penjara," jawab Keyza dengan serius.
"Hanya itu?" tanya Devan yang dijawab anggukan oleh Keyza.
"Setelah wanita itu bebas, aku akan berikan tubuhku," ujar Keyza dengan yakin.
Devan tampak tersenyum dan bertanya, "Apa istimewanya tubuhmu?"
"I'm still a virgin," jawab Keyza dengan jantung yang semakin berdetak cepat.
"Deal," ucap Devan sambil berhenti tepat di hadapan Keyza. Hingga jarak mereka dekat sekali. Ia kemudian menatap gadis itu dengan lekat-lekat dan berseru "Buktikan kepadaku jika kamu masih virgin!"
Keyza tampak mengeryitkan dahinya seraya bertannya, "Apa maksudmu?"
"Give me one kissing!" sahut Devan sambil menatap bibir Keyza yang merah delima.
Keyza tampak terkejut mendengarnya dan hendak mundur beberapa langkah. Namun, Devan segera menahan tubuh gadis itu. Sehingga Keyza tidak bisa mengelak lagi. Devan pun segera melakukan apa yang belum pernah gadis itu rasakan selama ini.
"I like it," ucap Devan setelah merasakan betapa manis dan hangatnya bibir gadis itu.
Keyza tidak dapat berkata-apa, ia hanya merasakan jantungnya berdetak sangat cepat. Seluruh tubuhnya serasa dialiri listrik dan jadi menegang. Namun, gadis itu berusaha mengendalikan dirinya agar tetap tenang.
Begitupun dengan Devan, entah mengapa juniornya terasa berdiri. Apalagi ia melihat belahan d**a Keyza yang rendah. Baru kali ini dirinya bertemu dengan wanita yang sangat mulus dan menggoda. Sehingga membuat Devan ingin melakukan yang lebih. Lelaki itu tersenyum ketika melihat pipi Keyza yang tampak merona.
"Aku percaya kamu masih virgin, sekarang aku akan ajarkan biar kamu bisa melayaniku dengan baik," ujar Devan yang merasakan Keyza masih kaku sekali.
Devan segera meraih pinggul Keyza hingga menubruk d**a pria itu yang bidang. Lalu kembali melumat bibir gadis itu yang membuatnya tidak ingin melepaskan. Setelah puas mencumbu Keyza, lelaki itu mulai menelusuri leher jenjang itu. Wangi parfum white lily membuat gairah Devan bergejolak hebat.
Nafas Devan mulai memburu, bahkan ia menyesap leher gadis itu dan meninggalkan kissmark di sana. Sementara itu tubuh Keyza tidak dapat menolak setiap sentuhan yang Devan berikan, meskipun hati kecilnya meronta. Tubuh gadis itu seperti kesetrum dan sulit sekali untuk melepaskan diri.
Tangan Devan mulai bergerak nakal dengan meremas bagian belakang tubuh Keyza. Bahkan matanya terbelalak ketika melihat dua buah apel puji milik Keyza yang tersembul. Sebagai lelaki normal tentu Devan merasa sangat tertantang. Sehingga membuat libido naik berlipat-lipat. Lelaki itu pun secara refleks membuka mulutnya dan hendak menyibak keranjang buah itu.
"Tunggu!" seru Keyza yang membuat Devan berhenti sejenak."Ingat perjanjian kita, kamu boleh menikmati tubuhku setelah wanita yang bernama Rosa sudah bebas dari penjara," ujar Keyza yang membuat Devan mengurungkan niatnya. Ia kemudian melepaskan tubuh gadis itu.
"Oke, aku akan utus seorang pengacara handal untuk mendampingi wanita itu besok," sahut Devan sambil mengeluarkan dompetnya. Ia kemudian mengambil sebuah kartu nama dan memberikannya kepada Keyza seraya berseru, "Hubungi orang ini! Berikan info apa pun yang ia minta dan besok malam kamu harus kembali lagi ke sini!"
Keyza tampak mengangguk sambil tersenyum kecil. Lalu ia pun mengucapkan, "Terima kasih, aku pasti datang lagi. Sekarang apakah aku boleh pergi?" tanya gadis itu kemudian.
Devan kemudian melirik jam rolexnya dan menjawab, "Temani aku dulu malam ini, baru kamu boleh pergi. Duduk lah! Kamu mau minum apa?" tanyanya kemudian.
"Air putih saja," sahut Keyza sambil duduk. Ia kemudian mengambil sebuah bantal sofa dan meletakkan di pahanya.
Devan yang segera mengambil segelas air putih dan memberikannya kepada Keyza. Ia lalu kemudian duduk di hadapan gadis itu sambil berusaha meredam gairahnya yang masih bergejolak. Mereka saling terdiam karena memang tidak boleh mengenal satu sama lain lebih jauh lagi.
Namun, Devan berencana akan mencari tahu siapa gadis itu setelah kencan mereka besok malam. Beberapa saat pria itu sudah bisa mengendalikan hasratnya, tetapi ular kobra milik Devan terus meronta ketika melihat kemulusan tubuh Keyza yang terbuka.
Begitupun Keyza yang berusaha menenangkan diri dari perasaan aneh yang membuat adrenalin gadis itu terpacu. Ia hanya bisa menunduk sambil sesekali meneguk air putih dari gelas yang dipegangnya. Jujur ciuman Devan membuatnya haus seperti habis olahraga di siang hari.
[Sial,] umpat Devan sambil mengalihkan pandangan. Ingin sekali ia menjitak peliharaannya itu agar sabar. "Kamu boleh pulang!" ujar Devan sambil menatap Keyza dengan penuh gairah.
Mendengar itu Keyza segera berdiri dengan senangnya dan berucap, "Terima kasih, permisi!" pamit gadis itu sambil berlalu.
Devan tampak mengangguk dan bertanya, "Kamu mau diantar pulang?" Ia kemudian berdiri dan mengantar Keyza sampai depan pintu.
"Tidak usah aku pulang sendiri saja," tolak Keyza dengan halus.
"Ya sudah aku tunggu kamu besok malam, jangan sampai telat!" pesan Devan yang dijawab anggukan oleh gadis itu.
Keyza bergegas masuk ke dalam lift. Ia segera mengeluarkan cardigan dan memakainya kembali. Kemudian gadis itu memesan taksi online untuk pulang. Dengan seulas senyum Keyza keluar dari apartemen itu. Dirinya sudah tidak sabar untuk menyambut kebebasan ibunya.
BERSAMBUNG