Chapter 1
Seorang gadis dengan gaun ungu selutut penuh renda dan mutiara dalam keadaan mengkhawatirkan mengamuk dan membanting semua yang ada di atas meja dalam sebuah ruangan yang tertutup.
"Kenapa aku harus melakukannya? Kenapa harus aku?! Semua orang tahu aku ini Model muda yang baru saja naik daun! Semua orang tahu betapa buruk dan hinanya dia!"
Gadis itu bertindak di luar batas hingga beberapa orang pengawal harus selalu memegangi tubuhnya yang ringkih dan lemah.
"Aku tidak mau mengorbankan karirku hanya untuk melakukan apa yang Ayah perintahkan! Aku tidak mau! Tidak akan pernah!"
“Bagaimana bisa?! Apa Ayah ingin Image ku hancur dan dipermalukan!”
Pajangan dari pahatan kayu jati berserakan di atas lantai, menggelinding tepat di kaki seorang gadis lain yang baru saja datang dan berdiri di depan pintu.
Larissa, gadis itu melihat Adiknya mengamuk seperti orang gila, melayangkan protes dengan cara yang tidak mengenal etika. Dia tahu ini situasi yang buruk, tapi dia tidak mau bertanya pada Rissa -sang Adik. Mereka tidak pernah akrab, mereka tidak pernah duduk sebentar bahkan untuk sekedar berbincang. Jika keduanya bertemu, mereka hanya akan diam seribu bahasa.
Namun, hari itu berbeda. Anura yang terus menangis, malah mendekati Larissa yang mematung diam di tempat. Pada sang ayah dia menarik tangan adiknya lalu berkata dengan lirih, " Larissa mendapatkan semuanya, kenapa aku hanya bisa menangis di kaki Ayah? Aku juga putri Ayah, aku berhak untuk hidup bahagia dan memilih jalan hidupku sendiri." Anura terlihat begitu emosional, membuat Rissa bergemuruh dadanya.
Anura yang tangannya di genggam sang kakak, menarik tangannya lepas lalu membalas, "Lalu kau ingin menimpakan semuanya padaku? Apa lagi yang harusaku korbankan untukmu?” tanyanya dengan mata berkaca-kaca.
Ya, dia sama saja seperti sang Adik. Dia harus berkali-kali bertengkar di depan sang ayah yang hanya bisa mengelus d**a.
Tuan Faizal hanya punya dua putri, keduanya punya karakter yang berbeda. Rissa, putri pertamanya dari mendiang istri yang sudah meninggal adalah wanita karir yang cemerlang, punya butik dan desain-nya cukup dikenal. Dia anggun, dan suka sekali pada gaun dan pernak-pernik.
Anura adalah putrinya yang kedua dari istrinya yang baru. Dia ramah, pekerja keras, dan tidak begitu anggun. Namun, tak seorang pun yang menghargai atau memandangnya seperti memandang Anura.
Sayang sekali, untuk Rissa, karena pandangan soal ‘ibu tiri itu kejam' Rissa yang tidak pernah setuju ayahnya menikah lagi akhirnya membenci Anura dan ibunya, meski Anura juga putri kandung ayahnya. Anehnya, hidup Anura a malah seperti anak tiri di rumahnya sendiri.
Tak ada yang tahu tentang apa yang terjadi di antara mereka, tapi Anura selalu saja bertindak seperti ratu di rumah karena dia merasa yang paling unggul dan lebih unggul dari adiknya.
Semua orang, media dan dunia hanya tahu kalau mereka itu adalah keluarga bahagia yang tidak pernah ditimpa gosip dan masalah. Yang orang tahu, Tuan Faizal adalah pebisnis sukses yang berhasil menduduki top 10 tangga bisnis dalam bidang properti yang sangat populer.
Beristrikan wanita sederhana berwajah teduh membuat semakin banyak orang percaya bahwa mereka adalah keluarga yang begitu harmonis dan bahagia. Ya, sampai di sini, semua orang tahu bahwa keluarga itu sangat jauh dari gosip buruk.
"Larissa! Keluarga itu meminta dirimu bukannya Anura. Ini kesempatan untuk mengepakkan sayap bukannya hanya diam di sangkar!"
Hari ini Tuan Faizal terlihat begitu berapi-api dan tidak mau menunjukkan simpati pada sang putri. Nyonya Frisly berlari mendekati sang suami, menyentuh pundak dan mengelusnya lembut, “Suamiku, jangan seperti itu. Anura itu baru saja mendapatkan mimpinya. Apa yang akan Anda lakukan? Anda tidak memaksanya untuk ..."
"Sudahlah. Kau tidak usah pura-pura baik dan membelaku. Sebenarnya kau senang kan kalau aku menikah lalu pergi dari rumah ini? Numpang saja sudah banyak sekali tingkahmu."
"Rissa!" Tuan Faizal, di depan banyak pelayan benar-benar membentak putrinya. Rissa yang saat itu sedang tidak sehat menjatuhkan air mata kekesalan yang membuatnya merasa lebih buruk dari sebelumnya.
"Berani sekali kau membentak ibumu!"
"Dia bukan ibuku! Sekarang, nanti atau selamanya, dia bukan ibuku! Ibuku sudah tiada!"
Telapak tangan yang lebar milik Tuan Faizal mendarat di pipi Rissa, hingga gadis itu terjatuh tepat di kaki Anura.
"Kurang a--"
"Sudah, Suamiku!" Nyonya Frisly menahan tangan suaminya yang mulai terayun. "Karena Larissa tidak mau, maka Larissa tidak perlu menikah! Anura yang akan menikah," sambungnya. Dia bahkan sampai sesak napas saat mencoba menghentikan kegilaan ini.
Anura terbungkam dalam diam yang rapuh.
”Aku tidak mau berkorban untuk dia yang bukan siapa-siapa bagiku dia egois dan licik” batin Anura yang menangis sedih
“Ayah! Harus ayah ketahui bahwa aku pun mempunyai impian Ayah tahu aku seorang Model bagaimana bisa ... dengan tersengal-sengal Anura
“Diam. Sudah cukup nak!” ucap Ibu Frisly
“I-ibuuu ... ? Anura tidak bisa berkata-kata lagi
Apa yang harus Anura lakukan ?