Part 7

1071 Kata

°° "Rumah sakit mana Bun, Syafa akan segera kesana," setelah Bunda memberi tau alamat rumah sakit aku buru-buru mencuci muka, dan pergi begitu saja tanpa mengganti pakaian. Hari ini benar benar hari yang tak terduga. Semua datang bertubi-tubi. "Mau kemana Sya?" tegur Mas Jiddan yang masih berada di tempat tadi. Reflek aku menoleh, aku tidak sadar jika Mas Jiddan ada disana, "Aku mau kerumah sakit Mas, Ayah sakit." kataku sambil menghapus air mata yang masih mengalir deras. "Astagfirullah, mari aku antar," ujarnya sambil menyambar kunci mobil yang tergeletak di meja. Aku mengangguk mengiyakan. Sebenarnya aku ingin menolak ajakannya, tapi kali ini aku menurunkan egoku. Sampai detik ini dia masih tetap suamiku, kalau aku pergi ke rumah sakit sendiri pasti keluargaku curiga. Aku berjal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN