Part 8

1034 Kata

°° Kala itu aku tersenyum dan mengangguk mendengar penuturan Om Hermawan, "Insyaallah pak saya akan bertanggung jawab dan membahagia kan Syafa," ucapku mantap. Setelah itu kami berbincang-bincang cukup lama. Sampai aku teringat handphone ku tertinggal di mobil, aku meminta izin untuk keluar sebentar. Tak beberapa lama aku melihat ada 2 orang perempuan datang, yang kuyakini itu pasti istri dan anak Om Hermawan yang pulang dari kajian. Saat aku masuk anak dan istri Om Hermawan ternyata sudah datang. Aku langsung duduk di tempatku. Selang beberapa menit, datang lah wanita parub baya membawa nampan, "Ini di minum dulu," ujarnya ramah. "Iya makasih lho Anita, ngerepotin kan jadinya," kata ayah. "Ah tidak merepotkan kok," jawab Om Hermawan. "Ini Jiddan toh, makin tampan aja ya sekarang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN