Part 14

1128 Kata

°° Entahlah untuk saat ini diluar aku dianggap atau tidak, aku akan terus berjuang mendapatkan hatinya. Tak lama Mas Jiddan keluar dari kamar mandi dan dia masih menatapku dengan senyum yang merekah diwajahnya. "Sudah makan Mas?" tanyaku basa basi. "Sudah, kamu sendiri?" "Sudah Mas," meskipun nyatanya aku belum sempat memakan nasi. "Yasudah kamu istirahat sekarang, besok kita berangkat pagi," katanya. Segera aku dan Mas Jiddan beranjak menuju tempat. Semoga besok di Bandung aku dan Mas Jiddan semakin dekat, batinku. °° Jam menunjukkan jam 03.00. Aku bergegas ke kamar mandi untuk mengambil wudhu guna menunaikan sholat tahajud. Setelah itu aku kembali ke kamar dengan Mas Jiddan sudah terduduk di ranjang. "Sudah bangun Mas?" tanyaku dan dibalas dengan anggukan. "Apa aku menga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN