Part 13

1083 Kata

°° "Kalian hati-hati ya," kata Bunda. Aku hanya mengangguk patuh. "Jangan cemberut gitu dong Dek, kan besok besok bisa main kesini lagi," lanjut bunda. "Iya Bun, yasudah Syafa pulang dulu ya," pamitku seraya bersalaman dengan Bunda dan Bang Syahrir. "Hati-hati," ujar Bunda. "Iya Bun," "Bang, Syafa pulang dulu ya," "Iya hati-hati Dek," "Hmm iya Bang," "Assalamualaikum," "Waalaikumsalam," jawab Bunda dan Bang Syahrir. Seperti yang di mau Mas Jiddan tadi, hari ini aku pulang. Padahal aku masih mau berlama-lama disini, apa boleh buat? Mas Jiddan tidak mengizinkan. "Sudah Fa?" tanyanya. Aku menganggukkan kepala, lalu mobil melaju meninggalkan rumah. "Kamu marah?" tanya Mas Jiddan. "Tidak," "Kenapa diam saja?" Aku menoleh melihatnya, apa dia lupa? Bukannya memang seperti ini.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN