Part 22

1091 Kata

°° Kutumpahkan semua kekecewaan yang kurasakan, hatiku benar benar hancur semua cobaan datang bertubi-tubi kepadaku. Kulepaskan semua topengku. Topeng yang sudah kupasang sejak lama kini luntur menyisahkan diriku sebenanya. Syafa yang rapuh, Syafa yang lemah, Syafa yang cengeng. "Maafkan Syafa ayah, bunda Syafa tidak berhasil menjadi istri yang baik, Syafa gagal menjadi wanita kuat, wanita tegar seperti yang sudah ayah sama bunda ajarkan ke Syafa," isakku. Aku memilih pergi dari kehidupannya bukan karena aku tidak sayang, tapi ini yang terbaik. Aku tidak bisa memaksakan sesorang untuk tinggal bersamaku sedangkan dia mengharapkan cinta dari perempuan lain. Aku tidak ingin menyiksanya lagi dan lagi, semua sudah cukup disini. Aku menyerah berjuang untuknya biarlah sekarang dia memilih pe

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN