°° Aku ingat pernah suatu malam Syafa menungguku sampai larut malam, malam itu aku sengaja pergi kerumah Bagas dan pulang larut malam, alibiku agar menghindar darinya. Tapi nyatanya Syafa menungguiku pulang di ruang tamu, saat aku membuka pintu Syafa tertidur di sofa. Dengan malas aku berjalan melaluinya tanpa berniat membangunkannya dan segera masuk ke dalam kamar. Setelah selesai mandi kulihat Syafa berada di kamar dan menawarkanku makan, aku ingat betul saat itu aku menolaknya mentah-mentah, aku bilang aku tidak ingin makan masakannya, dan keluarlah semua sumpah serapah untuknya. Senyum yang mengembang di wajahnya mendadak berubah, setitik air mata jatuh dari matanya. Syafa buru buru menghapusnya dan berusaha untuk kembali tersenyum. Syafa yang tidak pernah membantah, Syafa yang beg

