°° Kulihat terus menerus tangan yang di gandeng Mas Jiddan, mungkin kalian menganggapku norak. Ketahuilah ini membuatku seperti mimpi aku sangat senang bahkan aku tidak pernah bermimpi untuk bisa di gandeng seperti pasangan lain olehnya, tapi kali ini seakan mimpiku terwujud. Jangan pernah lepas genggamanmu ya Mas, batinku. Tiba tiba dia berhenti seakan tersadar dengan genggaman tangannya Mas Jiddan mendadak gugup, "Eh tidak sengaja." Reflek dia melepaskan genggamannya, "Tidak apa apa Mas." Ingin rasanya aku mengambil tangannya dan menautkan jemarinya di jemariku akan kueratkan genggamanku agar dia selalu ada di sampingku. Setelah sampai kedalam kamar segera aku membersihkan diri seperti biasa. Aku menepuk jidatku kencang, salahkan diriku yang minim ingatan. Aku tidak membawa baju g

