"Aldrick! Bangunlah, Nak!" pekik Erick yang mulai panik. Keringat dingin bercucuran membasahi pelipis dan wajah Erick, tangannya bergetar hebat menyaksikan tingkah putranya yang mengejar-ngejar Valeria dengan sekuat tenaga beberapa waktu lalu. Sebegitu berharganya kah mama keduanya itu untuk Aldrick? Tubuh mungil Aldrick tergolek lemah, kelopak mata kecil itu terkatup rapat. Erick berusaha menyadarkan putra biologisnya. Ia terus mengguncang-guncang raga Aldrick sembari sesekali memijat keningnya. "Bangunlah, Nak!" Erick menarik-narik pakaian yang dikenakan putranya. Berharap bocah itu segera tersadar. Lelaki itu menengadahkan wajahnya ke langit. "Kenapa jadi seperti ini, Tuhan?" Valeria yang belum jauh pergi, mendengar jeritan suaminya. Rasa penasaran menggelayuti wanita yang k

