41

1108 Kata

Senang rasanya ketika sudah menemukan wanita yang pas sebagai pengganti dirinya. Meski Arin bahkan belum sempat bertegur sapa dengan wanita cantik itu sebab Arin terlalu sibuk memperhatikan paras wanita rupawan tersebut. “Seenggaknya di dunia ini masih ada cewek spek bidadari gitu. Bang Sat pasti mau sama dia, tapi masalahnya, dianya mau gak ya sama Bang Sat?” Arin terkekeh oleh pertanyaannya sendiri. Senandung dia lantunkan saat menemani langkah kaki ringan menuju arah pulang. Rasanya salah satu bebannya terangkat, tetapi itu hanya terjadi sementara waktu. Faktanya, Arin melihat Satria yang berdiri berhadapan dengan sis Jendes di depan rumah mereka, hanya gerbanglah yang menyekat keduanya dan itu membuat beban baru turun lagi memenuhi pundak Arin. Di mata Arin, tangan sis Jendes terlal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN